Peran Dalam Cerita Keluarga

II Korintus 5:18 -
“Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.”

Banyak orang menyukai cerita mengenai keluarga. Selain karena menyentuh hati, hal yang diceritakan sangat nyata dengan kehidupan manusia.

Pengarang Henri Nouwen, di dalam bukunya yang berjudul The Return of The Prodigal Son, mengatakan bahwa semua orang Kristen, pada titik tertentu dalam perjalanan iman mereka, diwakili oleh salah satu dari ketiga karakter utama dalam cerita tersebut. Kadang-kadang kita menjadi anak yang memberontak, yang membutuhkan pertolongan dan pengampunan. Pada kesempatan lain, kita adalah sang kakak yang ingin menyimpan kemarahan dan tidak mau mengampuni. Namun, apabila kita semakin dewasa, kita akan menjadi seperti sang bapak, yang rindu melihat semua anaknya diperdamaikan.

Dalam akhir bukunya, Nouwen menuliskan kata-kata berikut ini: “Pada saat saya memperhatikan tangan saya yang menua, saya kemudian menyadari bahwa kedua tangan itu diberikan untuk menjangkau mereka yang menderita, untuk menepuk bahu-bahu mereka yang datang, dan untuk menawarkan berkat dari kebesaran kasih Allah.”

Peran apakah yang Anda mainkan di dalam cerita keluarga Anda? Apakah Anda membutuhkan keberanian untuk bertobat dan memohon pengampunan? Atau apakah Anda membutuhkan belas kasihan untuk memberikan pengampunan?

Allah telah memberikan kepada anak-anak-Nya “pelayanan pendamaian” (I Korintus 5:18,19). Sekarang adalah waktu untuk memulainya.

Sikap yang benar terhadap keluarga dimulai dengan sikap yang benar terhadap Allah.

Family

Seluruh Kitab suci diilhamkan Allah dan bermanfaat … untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotius 3:16)

Seorang anak laki-laki berbantah dengan Ayahnya. Sang Ayah kehilangan kesabarannya dan menampar anak itu. Anak itu berlari keluar rumah dan naik ke tebing karang di tepi sebuah danau, menenggelamkan dirinya. Orang-orang tahu bahwa anak itu tidak main-main.

Ayahnya berlari menyusulnya, berteriak-teriak. Seluruh keluarga dan separuh warga kota ikut panik dan membujuk anak itu agar mengurungkan niatnya. Akhirnya, mereka berhasil menghentikan anak itu dan membawanya ke rumah. Namun, untuk selanjutnya, hubungan antara Ayah dan anak itu tidak pernah pulih.

Anak yang memiliki kepahitan itu tumbuh menjadi pria bermuka masam. Pada suatu saat, ia bahkan dijuluki sebagai seorang yang paling berbahaya di dunia ini. Namanya Mao Tse-tung, mantan pemimpin komunis RRC.

Akankah keluarga kristiani menghasilkan anak-anak yang berbeda? seharusnya demikian. Kehidupan Timotius adalah contoh yang bagus. Ia lahir, dibesarkan, dan dididik ditengah keluarga yang saleh. Iman ibu dan neneknya ditanamkan didalam dirinya sejak kecil. Iman itu sungguh-sungguh berdampak dalam hidupnya. Terbukti dalam usia yang masih muda, ia telah dipercaya untuk menggembalakan sebuah jemaat.

Firman Tuhan kaya dengan prinsip-prinsip kebenaran untuk menuntun kehidupan kita. Kalau kita mempersilahkan Tuhan menjadi pemimpin keluarga kita, keluarga kita tentu dapat menghasilkan buah-buah yang berguna bagi kerajaannya.

Keajaiban Dunia Vs Keajaiban Tuhan

Suatu hari disebuah kelas, sekelompok kelas geografi mempelajari tentang “tujuh keajaiban dunia”. Pada awal pelajaran, mereka disuruh menuliskan “Tujuh keajaiban dunia” yang mereka ketahui saat ini.

Walaupun ada beberapa yang tidak sesuai, namun secara garis besar mereka menuliskan “Tujuh Keajaiban Dunia” tersebut sebagai berikut:

1. Banaue Rice Terraces di Filipina

2. Sigiriya di Sri Lanka

3. Tower of Hercules di Spanyol

4. Toru, Kota Kuno di Polandia Utara yang Masih Eksis

5. Ajanta Caves di India

6. Lembah Bunga di Himalaya

7. Giza Pyramid Nekropolis Giza (dll…)

Ketika mengumpulkan daftar “Tujuh keajaiban dunia” dari para siswa, sang guru memperhatikan seorang siswa, seorang gadis kecil yang pendiam yang belum mengumpulkan tugas nya. Lalu sang guru bertanya kepadanya, apakah dia mempunyai kesulitan dalam mengerjakan tugasnya?.
Gadis pendiam itu menjawab: “ya sedikit, saya tidak bisa memilih karena sangat banyak”

Lalu sang guru berkata: “Baik, katakan pada kami apa saja yang kamu miliki, mungkin kami bisa membantumu dalam memilihnya”.

Gadis kecil itu pun terdiam sejenak, agak ragu-ragu ia memberanikan diri berbicara, “Saya pikir, Tujuh keajaiban dunia” adalah:

1. Bisa Mendengar.

2. Bisa Melihat.

3. Bisa Menyentuh.

4. Bisa Menyayangi.

5. Bisa Merasakan.

6. Bisa Tertawa.

7. Bisa Mencintai.

Alhasil ruang kelas seketika sunyi, sang guru lantas memeluk gadis kecil itu di iringi tepuk tangan sebagai tanda haru dan bangga akan pemikiran gadis kecil tersebut.

Renungankan:

Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban” sementara kita tidak melihat apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita.

Dan kita lebih suka melihat anugerah “Nya” sebagai hal yang “Biasa”.

Semoga pada hari ini kita dapat merenungkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam hidup kita.

Dilindungi Oleh Kasih

Matius 5:44-45 – Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Kasihilah musuhmu… siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu… Bagi kebanyakan orang, hal ini dianggap sebagai suatu kelemahan. Tetapi, kebenarannya ialah, itulah cara terampuh untuk mengalahkan musuh terkuat. Itulah cara Yesus menanganinya, dan cara-Nya tidak pernah gagal.

Ketika Yesus mengatakan untuk memberikan pipi lainnya untuk ditampar, Dia bermaksud agar Anda berdiri dalam kasih dan dalam iman untuk mempercayai bahwa kuasa perlindungan Tuhan yang mengiringi kasih itu akan menjaga Anda.

Kisah dari Nicky Cruz seperti yang ditulis dalam buku David Wilkerson, The Cross and the Switchblade adalah contoh terbaik mengenai hal itu. Nicky terkenal sebagai pemimpin geng paling kejam pada masanya. Namun ketika David Wikerson berdiri di hadapannya dan memberitahukannya tentang Yesus, Nicky sama sekali tidak sanggup melukainya. Nicky mencoba menusukkan pisaunya kepada David beberapa kali. Tetapi setiap kali dia melakukannya, David hanya berkata, “Nicky, engkau dapat memotongku sampai seribu irisan dan setiap irisan tetap akan berkata, aku mengasihimu dan Tuhan mengasihimu.” Karena kasih, Nicky tidak dapat menghujamkan pisaunya kepada David. Satu kuasa adikodrati selalu mencegahnya.

Mungkin Anda berkata, “Tetapi saya tidak memiliki kasih semacam itu!” Tahukah Anda bahwa Anda telah memiliki kasih itu? Roma 5:5 memberitahukan kita bahwa kasih Tuhan dicurahkan sepenuhnya di hati Anda oleh Roh Kudus.Yang harus Anda lakukan hanyalah mengambil keputusan untuk digerakkan oleh kasih itu dan bukannya oleh perasaan manusiawi Anda sendiri.

Kasih tidak pernah gagal! Anda tidak perlu lagi takut akan kegagalan. Bahkan sebenarnya, Anda tidak perlu takut apa pun. Jika Anda sedang berjalan dalam kasih Allah, maka Anda sedang menghayati jenis kehidupan yang paling berkuasa di dunia!

Hasrat kita untuk terlihat kuat sering kali menghalangi kasih itu dinyatakan melalui hidup Anda.

Someone or Something

Galatia 6:7A – Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.

Suatu hari terjadi sebuah percakapan berikut, “Kau tidak beribadah lagi?” tanya seorang ibu kepada tetangganya. “Tidak! Memangnya kenapa?” “Beberapa waktu lalu kau begitu aktif ke gereja.” “Oh itu. Saat itu suamiku sedang sakit parah. Dan aku memohon bantuan Tuhan. Tetapi sekarang suamiku sudah sembuh kok! Jadi untuk apa aku berdoa dan datang ke gereja lagi?”

Apakah Anda pernah mengalami hal yang sama seperti cerita di atas? Betapa kecewanya hati Tuhan ketika manusia memperlakukan-Nya sebagai obat penenang: dicari dan diminum saat sakit, disimpan sampai kadarluwarsa bahkan dibuang ketika sudah sehat. Jika kita ditanya, apakah dalam hidup ini kita menyembah ‘seseorang’ ataukah ‘sesuatu’, kita pasti akan menjawab “Oh, saya menyembah seorang pribadi, yaitu Yesus Kristus!” Tetapi kenyataannya apakah demikian?

Dalam hidup ini, tanpa kita sadari kita tidak memperlakukan Yesus sebagai seorang pribadi yang mempunyai hati dan emosi. Kita lebih menggangap Yesus itu seperti patung, yang tidak dapat mendengar dan melihat. Buktinya? Bukankah kita lebih sering mengambil sebuah keputusan tanpa bertanya dulu kepada Tuhan. Kita tidak peduli Tuhan setuju atau tidak yang penting keputusan itu baik dan menguntungkan. Contoh lain, kita sering melupakan dan mengabaikan jam-jam doa karena menganggap Tuhan pasti memaklumi kesibukan dan pekerjaan kita. Padahal hati Tuhan sudah sangat sedih dan kecewa. Kita tidak tahu dan tidak mau tahu perasaan Tuhan.

Kita perlu berdoa dan meminta Roh Kudus untuk membuat hati ini peka akan suara dan keinginan hatinya. Tuhan yang kita sembah adalah seorang pribadi yang dapat tertawa, menangis, sedih, tersenyum dsb. Oleh karena itu, marilah kita belajar menyukakan hati-Nya setiap hari karena untuk itulah kita ada di dalam dunia ini .

Tuhan adalah seorang Pribadi, Dia layak mendapat yang terbaik.

Praise The Lord

2 Tawarikh 20:21c – “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya
Kasih setia-Nya!”

Anda tentu masih ingat lagu-lagu perjuangan yang sering dinyanyikan oleh para pejuang dalam membela tanah air di masa perang dahulu. Maju Tak Gentar, Hari Merdeka, Halo-Halo bandung dan lain-lain pada masa itu sering dinyanyikan untuk membangkitkan semangat juang dalam menghadapi penjajah, dan hingga hari ini kita masih mengenal baik lagu-lagu tersebut. Di setiap negara tentara pun sering bernyanyi sembari berlatih agar mereka tetap bersemangat setiap waktu. Lagu atau nyanyian bagi kita yang berkecimpung di dunia musik merupakan salah satu anugerah terindah dari Tuhan. Kita sulit membayangkan bagaimana keringnya hidup ini tanpa adanya lagu. Bagi banyak orang lagu memberi hiburan, tapi lagu juga bisa berfungsi lebih dari sekedar hiburan. Ada beberapa artis yang bisa membuat komposisi-komposisi begitu indah sehingga ketika mendengarkannya serasa tengah mengagumi potret atau lukisan. Bagi para pejuang atau tentara lagu bisa menaikkan semangat dan keberanian. Lagu yang kita sukai bisa menjadi cerminan siapa diri kita dan apa isi hati kita. Jelaslah bahwa lagu memiliki makna yang jauh lebih banyak ketimbang sekedar hiburan. Bagi Tuhan pun ternyata lagu-lagu pujian yang diberikan kepadaNya bermakna sangat besar. Tuhan menyukai musik dan lagu, sehingga lagu pujian kita kepada Tuhan bisa membawa perubahan besar dalam hidup kita, bahkan kita bisa berkata bahwa lagu pujian itu mendahului atau membawa kemenangan.

Sebuah contoh nyata bisa kita lihat pada akhir pemerintahan raja Yosafat yang tertulis dalam 2 Tawarikh 20. Alkitab mencatat bahwa pada masa itu ada laskar yang besar datang dari berbagai penjuru untuk menyerang Israel. Sementara pasukan Israel sangat sedikit jumlahnya, tidak sebanding dengan jumlah besar kekuatan yang hendak menghancurkan mereka. Tidak mengherankan apabila Yosafat kemudian menjadi takut. Kita pun tentu takut jika mengalami hal yang sama. Tetapi meski takut, Yosafat mengambil sebuah keputusan yang benar dalam merespon rasa takutnya (2 Tawarikh 20:3). Bukan hanya keputusan untuk pribadinya sendiri saja, tetapi ia pun mengajak serta memimpin bangsanya untuk mengambil keputusan yang benar.”Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN.” (ay 4). Mereka berdoa dan berpuasa secara nasional, isi doanya pun bisa kita baca dalam perikop ini. Lantas Tuhan pun menjawab doa mereka lewat Yahaziel. Yahaziel dikatakan dihinggapi Roh Tuhan (ay 14) dan menyampaikan pesan dari Tuhan kepada Yosafat dan bangsa Yehuda. “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.” (ay 15). Tidakkah pesan ini sangat luar biasa? Tuhan dengan jelas berkata bahwa mereka tidak perlu takut, karena Tuhan sendiri yang akan berperang melawan mereka. Kita tahu bahwa kuasa Tuhan tidak terbatas dan tidak tertandingi oleh apapun. Apa yang harus ditakutkan kalau Tuhan yang Maha Kuasa sudah menjanjikan itu? (2 Tawarikh 20:17).

Apa yang kemudian dilakukan Yosafat dan bangsa Yehuda dalam merespon pesan Tuhan ini? Diluar dugaan mereka membentuk kelompok paduan suara untuk memuji Tuhan! Mereka mengangkat para penyanyi dan pemuji lalu mengutus mereka untuk ditempatkan di barisan depan. (2 Tawarikh 20:21). Kita mungkin dengan cepat menganggap hal ini sebagai sebuah keputusan yang aneh dalam menghadapi perang, tetapi iman mereka percaya sepenuhnya kepada Tuhan sehingga mereka tahu bahwa apa yang terpenting bagi mereka adalah menyatakan ucapan syukur mereka dan memuliakan kebesaran Allah lebih dari apapun. Dan ketika mereka mulai menyanyikan puji-pujian, terjadilah keajaiban seperti yang dijanjikan Tuhan itu (ay 22). Alkitab tidak mencatat adanya pasukan Yehuda yang gugur. Tapi Alkitab jelas mencatat bahwa tidak satupun musuh yang luput. Dan itu terjadi tanpa mereka perlu bertempur (ay 23-24). Tidak itu saja, tapi merekapun kemudian mendapat jarahan yang sangat banyak. Saking banyaknya sampai-sampai mereka membutuhkan waktu tiga hari untuk mengangkut ternak, barang berharga dan pakaian untuk dibawa pulang. (ay 25). Lihatlah bagaimana puji-pujian mendahului kemenangan dan membawa hasil yang luar biasa mengatasi batas logika dan pikiran kita. Bangsa Yehuda dibawah pimpinan Yosafat memperoleh kemenangan besar, dan semua itu dimulai dengan pengambilan keputusan yang benar dan didahului lewat puji-pujian.

Apakah anda hari ini tengah mencari kemenangan sejenis atas berbagai masalah yang anda hadapi? Apakah ada diantara teman-teman yang tengah bergumul dan merasa putus asa menghadapi sejumlah besar tekanan hidup? Apakah semua ini mulai membuat logika anda berkata bahwa anda sudah harus menyerah kalah? Jika ya, berdirilah tegak dan lakukan hal yang sama seperti Yosafat dan bangsanya. Panjatkan puji-pujian dan serukan kemuliaan bagi Tuhan. Bernyanyilah dengan penuh sukacita dan iman yang percaya, dan anda bisa mengalami situasi serupa seperti yang mereka alami saat itu. Ada kuasa besar dibalik puji-pujian, dan Alkitab sudah menyatakan bahwa ada Tuhan yang bertahta/bersemayam di atas puji-pujian (Mazmur 22:4). Apa yang perlu kita lakukan hanyalah mempercayainya secara penuh dan mulai memujiNya. Hari ini anda bisa mulai melakukannya. Berikan puji-pujian kepada Tuhan, nyanyikanlah disertai iman dan semua itu akan mematahkan masalah apapun yang tengah kita hadapi saat ini. Bernyanyilah bagi Tuhan, dan anda akan melihat bahwa tidak satupun dari musuh atau masalah yang berpeluang sama sekali untuk meruntuhkan anda.

Puji-pujian mendahului datangnya
kemenangan besar

Renungan harian online

Say Cheese

Markus 7:6 -“Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.”

“Say cheese…”, jepret, dan semua orang terlihat tersenyum bahagia. Itu sudah menjadi rutinitas dalam setiap kesempatan foto bersama. Tidak peduli apakah sedang sedih, sedang tidak mood, sedang marah, di dalam momen seperti itu senyum akan selalu diusahakan mengembang. Ada yang memang benar-benar sedang gembira, tapi tidak jarang pula orang memasang senyum palsu yang tidak keluar dari lubuk hatinya. Yang penting, hasil foto terlihat indah. Yang penting, semua terlihat bahagia. Maka “say cheese” pun menjadi sebuah keharusan dalam kesempatan foto bersama.

Dalam hidup kita memang terbiasa untuk menampilkan rona muka terbaik dalam berbagai kesempatan. Apakah itu untuk menjaga suasana sekeliling kita, agar terlihat baik di mata orang lain, atau tidak ingin membuat orang lain susah dan lain-lain, kita seringkali dituntut untuk selalu tersenyum dan terlihat bahagia. Dan ketika kita sedang dirundung duka, kita pun akan mengasingkan diri agar bisa menangis, tanpa harus mengeluarkan senyum yang terpaksa. Seorang teman berkata, paling enak berkomunikasi lewat fasilitas chatting, karena disana ada berbagai “smiley” yang bisa bertugas menggantikan suasana hati sebenarnya. Kita bisa tetap terlihat gembira meski suasana hati sedang galau. Kita tidak harus tersenyum betulan, icon smiley-lah yang akan membantu kita untuk urusan senyum-senyum ini. Ada banyak orang yang berlaku sangat ramah, tapi di dalam hatinya yang terjadi adalah sebaliknya. Semua ini merupakan hal-hal terjadi sehari-hari. Betapa kita terbentuk menjadi pribadi-pribadi yang semakin lama semakin mementingkan penampilan luar ketimbang memancarkan sesuatu yang murni dari dalam diri atau hati kita.

Jika dalam keadaan dunia itu seolah wajar, bagi Tuhan itu adalah hal yang sangat tidak bisa diterima. Tuhan sangat tidak suka kepalsuan ketika kita datang menghadapNya. Tuhan selalu ingin kita tampil apa adanya, memancarkan apa yang ada di dalam diri kita. Ingin memuji? menangis? tertawa? menyanyi? mengeluh? meminta? bertanya? Apapun itu yang sedang ada di dalam hati kita, itulah yang diinginkan Tuhan untuk kita bawa ke hadapanNya. Kepalsuan agar terlihat rohani di mata orang, agar terlihat paling suci, paling baik dan paling-paling lainnya tidak akan pernah berharga di mata Tuhan. Inilah kebiasaan buruk yang dipertontonkan para orang Farisi dan ahli-ahli Taurat di jaman Yesus. Dan lihatlah bagaimana kerasnya Yesus mengecam mereka semua dalam berbagai kesempatan. Betapa ironis, ketika mereka seharusnya menjadi teladan terdepan, tapi kemunafikan mereka justru merajalela dimana-mana.

Ambil contoh ketika orang Farisi dan ahli Taurat menyinggung masalah cuci tangan dalam Markus 7. Masalahnya sepele, tapi bagi Yesus hal itu sudah menunjukkan perilaku mereka yang lebih terfokus kepada adat istiadat dan tata cara ciptaan manusia ketimbang secara sungguh-sungguh mengarahkan seluruh diri mereka kepada Tuhan. “Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” (Markus 7:6). Apa yang dikatakan Yesus ini mengacu kepada apa yang terdapat dalam kitab Yesaya: “Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan..” (Yesaya 29:13). Soal gaya berdoa, mereka jagonya. Soal durasi, pemilihan kata dan pengambilan posisi doa, mereka sungguh pintar. Tapi semua itu bagaikan lips service saja, yang sama sekali tidak berasal dari kesungguhan mereka mengasihi dan memuliakan Tuhan. Dan semua itu tidak akan membawa manfaat apa-apa di mata Tuhan alias sia-sia. “Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” (Markus 7:7-8). Dan bagi orang-orang yang menomorsatukan kepalsuan seperti ini, firman Tuhan berkata demikian: “maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi.” (Yesaya 29:14). Hal ajaib, keajaiban yang menakjubkan bukan dalam artian positif, tapi justru sebaliknya, azab atau hukuman bahkan kebinasaanlah yang akan menimpa habis-habisan. Lihatlah bagaimana kerasnya Yesus mengecam para orang Farisi dan ahli Taurat ini dalam Lukas 11:37-54.

Tidak ada tempat bagi kepalsuan kita di hadapan Tuhan. Mengganti ekspresi wajah kita di dunia mungkin mudah, jauh lebih mudah ketimbang membenahi diri kita secara sungguh-sungguh dari dalam. Tapi ketahuilah bahwa untuk bisa memuliakan Tuhan dengan benar dibutuhkan kesatuan dari hati, jiwa dan raga kita. Hanya kesatuan dari segenap diri kita inilah yang akan bisa membuat apa yang kita bawa ke hadapan Tuhan berharga di mataNya. Bukan hanya di bibir saja tapi hati kita melenceng ke hal lain, bukan hanya di gaya saja tapi fokus kita malah menjauh dari Tuhan. Bahkan dalam situasi tertekan atau berbeban berat sekalipun, kita seharusnya bisa terus bersyukur atas kebaikan Tuhan dan percaya bahwa pada saatnya Dia sendiri yang akan membebaskan kita. Dan itu akan membuat kita mampu menampilkan sebuah senyum yang tulus, yang asli berasal dari hati kita. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Hati yang mengasihi Tuhan dan dipenuhi iman yang percaya penuh akan mampu memancarkan sebuah sinar kehidupan penuh sukacita yang sesungguhnya. Hari ini, satukanlah segenap diri kita, tubuh, jiwa dan roh untuk menyembah Tuhan secara sungguh-sungguh. God is worthy of a genuine praise like that.

Kepalsuan tidak akan pernah berharga di mata Tuhan

What’s Your Love Language?

Ayat bacaan: Yohanes 13:34 -”Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”

Adakah pasangan yang persis sama seratus persen? Rasanya tidak. Bahkan orang yang kembar sekalipun akan memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri, baik dari wajah, postur maupun perilaku. Paling jauh kita bisa menemukan kemiripan, tapi tidak akan pernah bisa seratus persen persis sama. Seringkali putusnya sebuah hubungan baik pernikahan maupun persahabatan disebabkan karena salah satu atau keduanya tidak lagi bisa/mau mengerti satu sama lain. Mereka mengira bahwa perbedaan-perbedaan itulah yang membuat jurang menganga antara kedua belah pihak, padahal sesungguhnya kitalah yang tengah menggali lubang itu sendiri karena tidak bisa menghargai sebuah perbedaan. Ada kalanya memang perbedaan itu bisa membuat situasi menjadi sangat sulit, tetapi itu bukan berarti tidak ada jalan penyelesaian yang bisa diambil. Seringkali ego atau self-pride menghalangi kita untuk mau mengerti, memahami atau bahkan mengalah. Padahal kalau kita mau sedikit saja mempertimbangkannya, bisa jadi kita akan mengakui bahwa itu ada baiknya buat kita sendiri juga.

Bahasa kasih, apakah itu? Bahasa kasih adalah sebuah titik yang jika tepat kena maka orang yang menerimanya akan merasa benar-benar dikasihi dan dihargai, dan itu berbeda bagi setiap orang. Kerap kita lebih cenderung menganggap bahwa bahasa kasih kita sama dengan orang lain, dan karenanya kita pun memperlakukan mereka sesuai cara kita sendiri. Kita tidak mau mencari tahu apa sebenarnya bahasa kasih dari pasangan kita, dan masalah pun akan muncul cepat atau lambat ketika bahasa kasih pasangan kita tidak kita ketahui atau tidak kita pedulikan. Seringkali kita menganggap bahwa apa yang kita sukai pastilah disukai juga oleh pasangan kita, anak kita, keluarga, teman-teman atau orang lain. Ada banyak ayah yang beranggapan bahwa jika mereka mampu mencukupi kebutuhan materi dari anak-anak atau istrinya, ia sudah menjalankan fungsi sebagai ayah teladan. Padahal mungkin justru anak dan istrinya jauh lebih membutuhkan perhatian dan kehadirannya ketimbang kelimpahan materi. Manusia diciptakan Tuhan berbeda-beda. Baik dari sifat, tingkah laku, hobi, kegemaran, dan sebagainya. Artinya, apa yang anda suka, belum tentu orang lain suka. Apa yang terbaik bagi anda, belum tentu terbaik bagi orang lain. Bahasa kasih anda berbeda dengan bahasa kasih istri anda, berbeda pula dengan bahasa kasih saudara, orang tua dan teman-teman anda.

Lihat apa yang diperintahkan Yesus berikut: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34). Kemudian di kesempatan lain: “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” (Yohanes 15:12) dan “Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.” (Yohanes 15:17). Perintah Yesus adalah untuk mengasihi orang lain seperti Tuhan Yesus sendiri telah mengasihi kita. Bagaimana Yesus mengasihi kita? Tuhan Yesus mengasihi dalam sebuah bentuk kasih yang sangat luar biasa besarnya. Dia bahkan sampai rela mengorbankan diriNya untuk mati di atas kayu salib supaya kita tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Mengasihi sesama seperti bagaimana Yesus mengasihi kita akan membuat kita harus mulai memikirkan untuk mengasihi orang lain bukan lagi menurut kemauan kita, tetapi menurut mereka, sesuai dengan apa yang mereka butuhkan/inginkan, dan kemudian berusaha untuk memberikan tepat seperti itu. nya.

Kembali kepada bahasa kasih, sangatlah dibutuhkan sebuah pengertian mendalam mengenai bahasa kasih seseorang agar kita bisa menjangkau hati mereka. Dengan mengetahui bahasa kasih mereka, kita pun bisa memberikan sesuatu yang akan sangat bermakna buat mereka dan akan membuat mereka benar-benar merasa kita sayangi. Dari kotbah pendeta pada saat saya menikah, setidaknya ada 5 hal yang biasanya menjadi bahasa kasih bagi orang, yaitu:

1. Kata-kata pujian

2. Kebersamaan

3. Hadiah

4. Bantuan

5. Sentuhan

Beda orang, beda bahasa kasih. Di hari kasih sayang ini mari kita renungkan sejenak: sudahkah anda mengetahui bahasa kasih dari pasangan anda, anak-anak anda, orang tua dan teman anda? Dalam menggenapkan perintah Kristus untuk mengasihi orang seperti halnya Dia mengasihi kita, kita harus tahu apa yang paling mereka butuhkan. Meskipun segala sesuatu yang kita berikan dengan tujuan baik didasari kasih yang tulus adalah baik, ada kalanya curahan kasih kita tidak akan maksimal jika kita salah dalam memberi karena tidak mengetahui bahasa kasih mereka. Tanpa mengetahui bahasa kasih dari orang yang kita sayangi, kita bisa jadi dianggap gagal dalam menyatakan kasih kita pada mereka. Itu bisa berujung pada pertengkaran. Kita merasa pemberian kita tidak dihargai, disisi lain mereka merasa tidak diperhatikan atau dimengerti. Jika Yesus mengasihi kita dengan memberikan yang terbaik buat kita, karena Dia tahu betul apa yang kita butuhkan, ini saatnya kita memberikan yang terbaik pula buat orang-orang yang kita kasihi, dengan mengenal terlebih dahulu apa yang paling mereka butuhkan sesuai dengan bahasa kasih mereka. Mari kenali bahasa kasih masing-masing, dan nyatakanlah kasih dengan maksimal, dan buatlah hari kasih sayang ini menjadi momen terindah bagi orang-orang yang kita kasihi.

17 Fakta Unik Tentang Valentine

1. Apakah Anda tahu bahwa asal usul hari Valentine tidak hanya satu? Salah satu yang paling terkenal di ilhami dari nama Valentine / Valentinus seorang saint Romawi yang dihukum mati pada 14 Februari 270 Masehi. St. Valentine dibunuh karena diam-diam menikahkan pasangan yang merupakan larangan dari Kaisar Romawi.Kaisar melarang perkimpoian setelah para lelaki Romawi menolak wajib militer dan lebih senang tinggal di rumah dengan istri mereka.

2. Apakah Anda tahu Nama Valentine berasal dari kata Latin yang berarti keberanian?

3. Apakah Anda tahu bahwa orang-orang telah mengirim ayat-ayat cinta untuk orang yang mereka cintai pada hari Valentine sejak lama dimulai pada Abad Pertengahan? Sebuah kartu ucapan hari Valentine tertua dikirim pada tahun 1400-an, dan saat ini disimpan di museum London Inggris. Kartu tersebut dikirim oleh Duke of Orleans kepada istrinya di Perancis. Duke saat itu dalam keadaan dipenjara di Menara London.

4. Tahukah Anda bahwa warga Amerika ternyata menjadi pengirim kartu ucapan terbanyak dalam hari Valentine? Mereka mengirim lebih dari 180 juta kartu Valentine !

5. Tahukah Anda bahwa kartu ucapan Valentine mulai aktif terkirim di Amerika dimulai dari tahun 1700?

6. Tahukah Anda Kartu ucapan Valentine di Amerika pertama kali dibuat oleh Esther Howland? Ia hidup di Massachusetts pada tahun 1840 dan menjual seharga $ 35 per kartu.

7. Apakah Anda tahu bahwa 65 persen rumah tangga di Amerika mengirim atau bertukar kartu ucapan Valentine?

8. Apakah Anda tahu Hallmark sebuah perusahaan memproduksi lebih dari 1.300 ragam jenis kartu hari Valentine yang berbeda?

9. Tahukah Anda 14 Februari adalah hari libur kedua yang paling populer setelah Natal di Amerika?

10. Apakah Anda tahu bahwa seorang pria Amerika menghabiskan rata-rata $ 156,22 untuk membeli hadiah pada hari Valentine baik itu bunga, kartu ucapan dan hadiah lainnya? Sementara seorang wanita hanya menghabiskan $ 85,08 saja.

11. Apakah Anda tahu bahwa 38 persen orang Amerika membeli cokelat untuk orang yang mereka cintai pada Hari Kasih Sayang? Kotak coklat berbentuk hati pertama kali dijual pada 1868 oleh Richard Cadbury. Sedangkan penjualan cokelat mulai meningkat pesat sejak akhir 1600-an.

12. Tahukah Anda sebanyak 32 persen warga Amerika membeli bunga pada Hari Valentine? Tiga perempat dari mereka adalah laki-laki.

13. Apakah Anda tahu bahwa mawar merah diyakini sebagai bunga favorit dari Dewi Cinta / Venus? Warga Amerika membeli dan mengirim lebih dari 110 juta mawar untuk hari Valentine? California adalah produsen terkemuka bunga mawar, walaupun sebagian besar yang dijual di hari Valentine diimpor dari Amerika Selatan.

14. Apakah Anda tahu bahwa satu dari 10 orang Amerika membeli perhiasan sebagai hadiah hari Valentine? Pada tahun 2005, penjualan perhiasan pada bulan Februari mencapai $ 2,4 miliar !

15. Apakah Anda tahu bahwa pada hari Valentine, 1876, Alexander Graham Bell mendapatkan hak paten pada penemuan telepon? Dengan adanya telefon, pasangan yang berjauhanpun dapat mencurahkan kasih sayang.

16. Apakah Anda tahu bahwa hari Valentine pertama kali diumumkan dan diresmikan menjadi hari libur resmi oleh Raja Henry VIII dari Inggris pada tahun 1537?

17. Apakah Anda tahu bahwa di Kolombia, merayakan Hari Kasih Sayang pada bulan September? Dan di Brazil, mereka merayakan hari Valentine, tanggal 12 Juni?

Menyatakan Kasih Kepada Tuhan

“Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.” Mazmur 104:24

Bulan Februari adalah salah satu bulan favorit bagi kebanyakan orang. Di bulan ini kita akan merayakan hari kasih sayang, dan seperti banyak orang, kita merasakan bulan yang penuh dengan cinta. Love is in the air. Jika anda pergi ke pusat-pusat perbelanjaan atau restoran, maka anda akan menemukan berbagai hiasan yang melambangkan cinta. Serba merah, serba pink dengan logo hati yang bertebaran. Orang pun akan sibuk menyiapkan hadiah khusus buat orang-orang yang mereka cintai, mempersiapkan makan malam spesial dengan lilin yang akan terasa sangat romantis bersama pasangan masing-masing. Apakah Februari harus dijadikan satu-satunya bulan yang dijadikan bulan sepesial untuk cinta kasih? Tentu saja tidak. Alangkah baiknya jika kita bisa menjadikan setiap bulan seperti halnya bulan Februari, membuat orang-orang di sekitar kita merasakan kasih yang besar dari kita. Tetapi berbagai kesibukan pekerjaan dan kegiatan-kegiatan lain seringkali menyita waktu kita dan membuat kita tidak cukup waktu untuk berbagi kasih dan kebahagiaan dengan orang-orang yang kita kasihi dan juga kepada orang lain. Setidaknya dalam setahun ada sebuah momen khusus yang bisa kita pakai untuk menyatakan kasih kepada orang-orang terdekat kita.

Ketika kita bersiap untuk memberikan sesuatu yang istimewa kepada kekasih, pasangan atau orang-orang yang kita cintai, apakah kita ingat untuk memberikan apresiasi kasih kita kepada Tuhan juga? Banyak orang yang lupa untuk itu. Padahal seandainya kita mau sedikit lebih merenungkan dan memperhatikan, kita sesungguhnya berjumpa dengan kasih Allah yang total setiap hari dalam banyak hal. Kesehatan yang masih kita rasakan, kesempatan yang masih diberikan, berbagai pertolongan dalam kesesakan, itu merupakan bentuk kasih Allah kepada kita. Udara yang bisa kita hirup dengan gratis, organ-organ tubuh yang berfungsi normal, akal budi, pikiran dan lain-lain, itupun merupakan bentuk kasihNya. Tuhan sangat mengasihi kita, begitu mengasihi hingga Dia pun rela mengorbankan AnakNya yang tunggal demi kita. (Yohanes 3:16). Bagaimana dengan pemandangan yang indah? Bunga-bunga yang berwarna warni dan harum, padang rumput yang hijau, langit biru, awan, bahkan matahari, bulan dan bintang-bintang, semua itu pun seakan menjadi surat cinta tersendiri dari Tuhan kepada manusia.

Pemazmur agaknya mengambil waktu sepanjang hari dari pagi sampai malam untuk mengagumi kasih Tuhan lewat penciptaan alam semesta beserta isinya ini seperti yang bisa kita lihat dalam Mazmur 104. Disana ia menggambarkan keindahan alam ciptaan Tuhan secara sangat puitis sebagai ungkapan kekagumannya. Bacalah Mazmur 104 secara utuh dan anda akan dibawa oleh penulisnya untuk merasakan betapa indahnya ciptaan Tuhan yang setiap saat bisa kita nikmati ini. Dan Pemazmur pun berkata, “Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.” (Mazmur 104:24). Karena itulah ia mengingatkan jiwanya agar senantiasa memuji Tuhan. “Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar!” (ay 1). Dan tidak lupa pula ia mengingatkan kita untuk tetap menyukakan hati Tuhan, karena apa yang telah Dia berikan kepada kita sesungguhnya sangatlah indah. “Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!” (Mazmur 104:31).

Alam semesta yang indah merupakan buah tangan Tuhan yang sungguh menunjukkan bukti ke-Ilahian Tuhan yang bisa kita nikmati secara kasat mata. Paulus pun menyinggung hal itu. “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” (Roma 1:20). Jika banyak orang yang meragukan eksistensi Tuhan, sesungguhnya lewat seisi dunia ini kita bisa menyaksikan sendiri bahwa Tuhan memang ada, dan Dia memang mengasihi kita secara begitu mendalam.

Jika demikian, apa yang bisa kita berikan kepadaNya sebagai balasan atas segala kebaikanNya? Perhatikan ayat berikut ini. “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mikha 6:8). Atas semua keindahan luar biasa sebagai bukti ke-Ilahian Tuhan dan segala kebaikan lainnya yang Dia berikan kepada kita, apa yang diminta Tuhan sebenarnya sangatlah sederhana. Berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapanNya. Itulah yang bisa menyukakan hati Tuhan, membuatNya bersukacita atas kita. Betapa sedihnya Tuhan apabila kita menolak melakukan ini setelah Dia memberikan begitu banyak kebaikan sebagai bukti kasihNya setiap hari kepada kita. Bulan Februari adalah bulan yang spesial untuk menyatakan cinta dan kasih kita kepada orang-orang terdekat yang kita cintai. Itu sangatlah baik. Tetapi jangan lupakan pula untuk datang kepada Tuhan dan menyatakan kasih kita secara langsung. Tuhan akan sangat senang jika kita datang kepadanya tidak hanya membawa daftar permintaan atau permohonan, tetapi untuk mengucap syukur dan menyatakan bahwa kita menyadari kasihNya yang begitu besar kepada kita, dan menyampaikan kasih kita pula kepadaNya lewat keadilan, kesetiaan dan sebentuk hidup yang selalu rendah hati. Manfaatkanlah momen spesial di bulan kasih ini untuk menyatakan kasih kita bukan hanya kepada orang-orang yang dicintai, tetapi juga kepada Tuhan.

Tuhan menyatakan kasihNya setiap hari, apakah kita sudah menyatakan kasih kita kepadaNya?

Renungan Harian Online