Tuhan Kita Adalah Tuhan Yang Sangat Baik

Mazmur 16:2

Ketika Tuhan berbuat yang luar biasa, maka banyak orang yang berduyun-duyun hendak menjadikan Dia seorang yang sangat penting bagi mereka pada saat itu. Tetapi Tuhan mengundurkan diri, maka Tuhan tidak mempercayai dirinya kepada manusia. Itu sebabnya saya bisa pahami ketika raja Daud berkata dalam. Mazmur 16:2, ”Aku berkata kepada Tuhan Engkaulah Tuhanku tidak ada yang baik bagiku selain Engkau.” Saya paham sekali mengapa seorang raja dengan kekuasaanya yang luar biasa, financial yang luarbiasa berdiri dan menyatakan ini kepada bumi dan langit bahwa tidak ada yang seperti Tuhan dan tidak ada yang baik di seluruh dunia ini selain Allah.

Saudara-saudara, saya mencoba cari lebih dalam apa keistimewaan Yesus sehingga Dia disebut sebagai Mesias satu-satunya yang di pilih. Bukankah banyak Nabi yang memiliki kapasitas yang mirip seperti Yesus? Contoh, Seperti Musa, Elia, Petrus, dan lain-lain, mengapa?. Mari kita perhatikan dalam ayat ini. Lukas 2:40, ”Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-NYA.” Inilah sebab yang menjdikan Yesus bukan sekedar Nabi, bukan sekedar Raja, karena di dunia ini hanya Yesuslah yang punya kasih karunia Allah, makanya nama-NYA menjadi Juru Selamat dan orang yang punya kasih karunia inilah yang bisa memiliki predikat yang baik dalam hidup-NYA. Sebab itu saudara, pemazmur ini berkata: “Tidak ada yang baik kecuali Allah dan hanya Allah di dalam Yesus yang punya kasih karunia”. Karena Dia baik, maka Ia tidak pernah berhenti untuk menyertai kita sebagai orang yang percaya. Matius 28:20, ”dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu, dan ketahuilah Aku menyertaikamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” IMANUEL, Allah ada di dalam manusia sebab itu penyertaan-NYA sempurna

Jika saudara ada sampai di tahun 2012 ini, itu bukan rancanganmu, melainkan rancangan yang dari Tuhan yang tidak pernah berhenti menyertai kita di manapun dan bagaimanapun keadaan kita dan kita akan disertai sampai akhir kesudahan zaman. Matius 28:20, ”…Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Jika Dia Tuhan yang baik, maka Ia tidak akan berhenti menyertai kita sampai kesudahan, sebab itu saudara, Tuhan tidak percaya kita, tapi kita patut percaya kepada Tuhan.

Karena kita tidak baik, maka kita punya Tuhan yang baik yang punya kasih karunia. Sebab itu jangan pernah lupa ketika kita berada pada segala situasi di tahun 2012 ini, yang tidak pernah berhenti menyertai kita adalah Tuhan. Uang yang ada pada kita itu terbatas, keluarga yang menyertai kita itu juga terbatas, polotik yang menyertai kita itu terbatas, tetapi jika Tuhan yang menyertai kita sempurna adanya. Hidup ini singkat maka kita hanya dapat berkata terima kasih Tuhan, maka penyertaan Tuhan itu akan menjadi bagian kita dan Tuhan yang baik itu adalah Tuhan yang tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kita. Roma 8:31,34, ”Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?, Kristus Yesus yang telah mati? bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi pembela bagi kita?” Biarlah kiranya di tahun 2012 ini kita jangan berjalan tanpa pembelaan Tuhan, boleh kita mempunyai kenalan, tetapi pembela yang mulia, pembela yang Agung dan sejati ialah Tuhan. Itulah yang menjadi dasar kehidupan kita orang yang percaya.

Matius 11:28, ”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban bera, tAku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” Daud berkata Allah yang baik, Tuhan kita yang baik dan yang penuh kasih karunia, Tuhan yang tidak pernah membuat kita tidak bahagia. Tuhan yang baik itu adalah Tuhan yang tidak pernah berhenti mengubah duka menjadi bahagia, merubah kesusahan menjadi kebahagiaan. Paulus berkata setelah aku bertemu dengan Yesus, maka segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini tidak berharga bagiku. Jadi saudara yang dikasihi di dalam Tuhan, karena Yesus itu baik dan penuh kasih karunia. kelegaan dan kebahagiaan berada dalam genggaman anda.

Jika anda pernah melihat batu karang dan ada orang berpegang kepadanya, lalu ada gelombang tinggi yang datang, semakin gelombang itu tinggi semakin ia mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai batu karang kehidupan itu.

Suatu kali di Perancis pernah dibuat suatu pertandingan. Di sana ditulis, coba gambarkan ketenangan sejati, ada yang menggambar bunga bagus sekali sehingga sehingga kupu-kupu datang, ada juga yang menggambar perahu dengan keteduhan yang luar biasa. Tetapi ada pula seseorang, yang menggambar seperti badai angin ribut. Di lukisan tersebut dia menggambar lubang dan ada burung kecil di dalam lubang tersebut. Kemudian lukisan badai angin ribut tersebut dinyatakan sebagai pemenang. Pelukis-pelukis yang lain protes kemudian diberi alasanya mengapa lukisan ini menang. Alasannya adalah karena kalian gambarkan ini perahu dengan keteduhan yang luar biasa, ketenangan itu terjadi karena tidak ada badai. Tetapi burung kecil yang ada di dalam lubang tetap tenang meskipun di luar ada badai, gelombang tsunami yang luar biasa. Burung ini bisa tenang di dekatnya, karena ketenangan ini adalah ketenangan di dalam badai. Itulah sebabnya Tuhan Yesus membangun di dalam hidup kita kebahagiaan yang sejati, kebahagiaan datang bukan karena semua keadaan tenang seperti pengajaran-pengajaran tertentu yang mengatakan agar supaya kita tenang kita harus jauh dari dunia. Pergi bertapa di gunung yang sepi karena disitu tidak ada sex yang menggoda dan tidak ada uang yang menggoda. Matius 10:16a berkata “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala.” Inilah ketenangan sejati. Disaat kita berada dalam keadaan yang tidak tenang, kita dapatkan ketenangan itu.

Tuhanlah yang merancang kehidupan kita dan tidak pernah berhenti memberi pertolongan dalam hidup kita. Tuhan tidak mengurus kelemahan kita, tetapi Dia mengurus kesetiaan kita. Raja Daud hamba Allah yang di urapi Tuhan dengan luar biasa dan berkenan kepada Allah. Mengapa Daud berkenan kepada Allah? Karena Tuhan memperhitungkan kesetiaanya. Kita sebagai manusia memiliki kelemahan, akan tetapi dengan kesetiaan untuk beribadah Tuhan dapat melepaskan kita dari berbagai kelemahan kita. dosa bisa ditutup oleh Tuhan, tetapi kesetiaan kita yang harus lakukan. dengan cara bertindak melakukan apa yang berkenan kepada Tuhan. Tuhan kita adalah Tuhan yang baik yang tidak pernah berhenti mengampuni, sebab itu jangan saudara terus bertahan di dalam dosa karena kita memiliki Tuhan yang penuh kasih karunia.

2 korintus 5:17. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus ia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang.” Manusia badani kita boleh tua atau merosot tetapi Kita harus tetap memiliki pribadi yang penuh semangat. Biarlah kita menjadi umat Tuhan yang memiliki pribadi yang sudah diperbaharui oleh kasih karunia yang dari Allah. AMIN

Akhir Lebih Baik Dari Awal

Pengkhotbah 7:8-10 ” Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya.panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati, janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh,janganlah mengatakan” Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang? Karena bukanya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu ”

Mungkin beberapa di antara kita ingat pada bulan yang lalu di tahun 2011 satu lembaga yang mengadakan survei dan hasilnya sungguh mengejutkan, yaitu sebagian rakyat Indonesia yang diwakili beberapa ribu orang dalam survey itu lebih suka kembali ke zaman orde baru dari pada berada pada zaman reformasi sekarang.

Karena mereka berkata bahwa hasil survey itu pada zaman orde baru di bawah pemerintahan mantan presiden Suharto segala sesuatu lebih baik dari pada zaman sekarang, tetapi hanya satu hal saja yang saya ingat yaitu bidang keamanan yang sekarang katanya lumayan lebih baik di banding dengan waktu yang lalu, jadi sebagian besar rakyat Indonesia ingin balik kepada masa-masa yang lalu biar hutang banyak luar negeri tetapi bahan pokok murah dan lain sebagainya. Alkitab katakan di sini dalam pengkhotbah seorang raja yang di beri Tuhan hikmat dengan luar biasa dia berkata bahwa kalau ada orang yang berkata zaman dulu itu lebih baik dari pada zaman sekarang apalagi dengan zaman yang akan datang orang yang berkata seperti itu adalah orang yang tidak berhikmat.

Kitab pengkhotbah dan kitab Amsal membandingkan dua hal yang besar dan bertolak belakang. Disatu pihak ada yang disebut dengan hikmat dan disatu pihak ada yang disebut dengan kebodohan. Alkitab harus di genapi, hari-hari yang akan datang adalah hari-hari yang akan semakin sukar. Hari-hari akan semaki sulit dan keadaan dunia akan semakin kacau itu yang Alkitab katakan, apakah itu kontradiktif dengan apa yang pengkhotbah bilang apakah salah kalau berdasarkan Firman Tuhan yang bilang bahwa hari-hari akan semakin sulit dan sukar kemudian kita berkata kalau begitu zaman dulu ketika kesukaran belum bertambah-tambah berarti zaman dulu lebih baik? Situasi keadaan hidup orang percaya saya yakin tidak berbanding lurus dengan keadaan yang akan di alami oleh dunia sebab bukankah seperti yang di katakan Kitab Maleakhi bahwa Tuhan akan mengadakan perbedaan antara orang-orang yang mengenal Tuhan, orang-orang yang menyembah Tuhan, beribadah kepada Tuhan dan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan.

Amsal 4:18 ” Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari ”. Dunia boleh terpuruk tetapi saya yakin kehidupan orang-orang percaya, kehidupan anak-anak Tuhan itu akan menjadi semakin baik. Dunia boleh terpuruk dan kita mungkin akan ikut merasakan apa yang akan dunia alami, tetapi kita tidak akan senasib dengan dunia. Jangan jadi orang-orang yang bodoh kata Alkitab, tetapi milikilah hikmat mengertilah Firaman Tuhan. Allah menyediakan perkara-perkara yang besar perkara-perkara yang ajaib dan luar biasa bagi kita, Yohanes 10: 10 ” Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. ” Ini adalah pekerjaan setan yang hanya untuk membinasakan dan jika kita mengangap Tuhan adalah gembala kita dan Kita adalah domba-dombanya saya percaya janji ini ada pada kita, selama kita mengaku dan percaya, kita adalah domba-domba gembalaan Tuhan maka mereka akan memiliki hidup yang berkelimpahan.

Bagaimana agar kita mengalami hidup yang berkelimpahan tahun 2012 dan mengalami hal-hal yang dasyat, perkara-perkara yang ajaib yang pertama kita lihat dalam Mazmur 67:6 ”Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-MU ya Allah kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-MU, tanah telah memberi hasil Allah, Allah kita memberkati kita, Allah memberkati kita kiranya segala ujung bumi takut akan Dia.” Alkitab terjemahan yang lain KJV, Dia berkata bukan Bangsa-bangsa yang bersyukur ”Bukan tanah sudah menghasilkan buah tetapi tanah akan menghasilkan buah jika kita hubungkan dengan ayat 6 dan 7, bahwa Bangsa-bangsa bersyukur kepada Allah, maka tanah menghasilkan buah. Ucapan syukur yang dinaikan di sisni akibatnya tanah menghasilkan buah, ucapan syukur yang dinaikan oleh Bangsa-bangsa itulah yang menjadi tanah itu menghasilkan buah.

2 timotius 3:1 ”Ketahuilah pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.” Tetap jalani hidup ini dengan mengucap syukur sekalipun keadaan sukar atau situasi yang tidak nyaman. 1 Tesalonika 5:18, ”Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang di kehendaki Allah di dalam kristus Yesus bagi kamu.” Orang-orang Israel tidak mau bersyukur kepada Allah sebab Allah telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Mereka selalu bersungut-sungut, mengomel dan mempersalahkan Musa sebagi pemimpin mereka. Perjalanan Israel dari Mesir ke Kakanaan itu adalah gambaran dari perjalanan gereja Tuhan, Bilangan 11:4 ”Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata siapakah yang akan memberi kita makan daging?”

Di antara orang-oarang Israel ada kelompok-kelompok. Terjemahan lama orang-orang bajingan itu adalah Bangsa “kacauan” mereka kemasukan nafsu rakus, akibatnya mereka mempengaruhi semua orang Israel dan semua orang Israel terpengaruh. Mereka berkata siapa yang akan memberi kita makan daging? Bilangan 11:5-6 ”Kita teringat kepada ikan yang kita makan di mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangk, bawang prei, bawang merah, dan bawang putih, tetapi kita kurus kering tidak ada sesuatu apapun kecuali manna ini saja yang kita lihat.” Hati mereka masih ada di masa Mesir yang mereka rasa enak bagi mereka dan mereka selalau minta kepada Musa agar mereka di bawa ke Mesir, mereka tidak perduli akan masa depan Ulangan 11:11-12 ”Tetapi negri kemana kamu pergi untuk mendudukinya ialah negri yang bergunung-gunug dan berlembah-lembahyang dapat air sebanyak hujanyang turun dari langit, suatu negri yang di pelihara oleh Tuhan,Allah mu, mata Tuhan Allahmu tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.”

Kanaan yang akan menjadi milik Israel yang sudah Tuhan janjikan bagi mereka. Tanah yang limpah susu dan madunya yang diawasi oleh Tuhan dari awal tahun sampai akahir tahun

Matius 13:18-23 ”orang-orang yang mendengar Firman, melakukan dan berpegang pada perintah-NYA itulah yang akan mengalami berkat-berkat yang Tuhan janjikan.” Kemuliaan yang akan kita nikamati itu akan ditambah-tambahkan lagi dan semakin kita bersyukur, semakin kita berpegang kepada Firman Tuhan. Tetaplah menjadi umat yang selalu mengucap syukur kepada Tuhan, dan menjadi umat yang berpegang teguh pada Firman Tuhan. Dunia boleh semakin sukar, dunia boleh semakin sulit, keadaan boleh semakin terpuruk, tetapi kita akan melihat Tuhan akan membawa kita terbang tinggi menikmati kemuliaan yang Tuhan berikan bagi kita. AMIN

Menjadi Pelayan Tuhan

Yohanes 3:30

Ayat ini sangat singkat tetapi memiliki pandangan yang sangat besar, Yohanes pembabtis bukanlah orang yang memiliki pengaruh pada masa dan bukan seorang pemimpin yang hebat, kehadiranya memang sudah di nubuatkan dan sudah di dahului oleh firman Tuhan jauh sebelum kelahiran Yesus sendiri akan terjadi ada rentang waktu yang cukup lama bagi yohanes pembabtis untuk melakukan playananya.

Walaupaun ia sendiri tidak menerima penghormatan yang setimpal dengan apa yang di lakukanya bagi Tuhan,ketika Dia memulai pelayananya banyak orang yang meragukan Yohanes bahkan kelompok farisi mengharuskan Yohanes pembabtis untuk memberi atau mengidentifikasi dirinya dengan jelas agar mereka tauh apa sebenarnya yang sedang Yohanes pembabtis lakukan dari mana dia datang dan apa yang menjadi misinya.

pasal 1:19 ” Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang yahudi dari yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang lewi kepadanya untuk menanyakan dia siapa engkau? ” bisa di maklumi karena sedang terjadi ketegangan di daerah yahudi ini sejak di keluarkan perintah dari kaisar Agustus untuk mengadakan pencacahan jiwa, sebab kaisar Agustus adalah kaisar yang berkuasa di romawi dan Karena pada waktu itu di Romawi menguasai separuh daerah afrika dan juga dari wilayah asia, maka palestina dengan sendirinya juga tercaplok dari wilayah romawi.

Jadi perintah untuk pencacahan jiwa itu bukan untuk orang yahudi saja, tetapi daerah yahudi masuk di dalamnya sesudah Yesus lahir memang terjadi ketegangan politik yang luar biasadi wilayah ini sehingga kekuatan kekuatan kecil yang tadinya dianggap tidak berpengaruh itu di curigai akan merepotkan, Yohanes pembabtis dengan pelayananya yang luar biasa dengan suaranya yang lantang. bukan ingin dirinya untuk di hormati tetapi Alkitab menyatakan dimana Allah telah mengaruniakan suara kepadanya Israel mendengarnya walaupun tidak semua orang yahudi tetapi ada juga beberapa orang non-yahudi hanya yang sudah lama tinggal di sana.

Ketika Tuhan Yesus akan memulai pelayananya Yohanes pembabtis menyerahkan atau membebaskan dan memberi keluasaan kepada muridnnya lalu mengikut Yesus, kemudian belajar langsung kepada Yesus menujukan bahwa Yohanes pembabtis tidak takut untuk kehilangan pengaruh, karena dia tidak memiliki motivasi yang lain, tetapi hanya untuk menjadi suara bagi Tuhan dan Yohanes pembabtis tauh apa yang sudah di tugaskan kepadanya walaupun dia di curigai memiliki aksi-aksi yang merepotkan banyak orang tetapi Yohanes tetap konsen terhadap pekerjaanya dia berkata dalam Pasal 1:23 ” Jawabnya, Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: luruskanlah jalan Tuhan seperti yang telah di katakan nabi Yesaya” jika seandainya Yohanes pembabtis ingin menujukan atau mencari popularitas saja tentu akan mudah bagi dia untuk mengidentifikasi diri dengan orang-orang hebat di jaman dulu. dia mungkin memiliki kemampuan, tetapi pernyataan bahwa aku bukanlah mesias, aku bukan Elia, aku bukan dari salah satu seorang Nabi lalu apa menurutmu siapa saya tetapi Yohanes hanya berkata dalam ayatnya yang ke 23” jawabnya: Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun, luruskanlah jalan Tuhan seperti yang di katakan oleh nabi Yesaya ” untuk menetukan domba dengan cara mendengar suaranya, kebiasaan ini tentu tidak bisa denga satu atau dua kali tetapi domba yang sering mendegar suara gembalanya yang memberi makan, memberi kebutuhanya itu tentu memiliki waktu yang panjang, semakin mampu untuk mengenal suara gembalanya. maka domba-domba ini di yakinkan bahwa suara inilah yang akan memelihara hidup mereka yang akan menjamin hidupnya kedepan dan suara yang lain tidak akan dapat memberikan kenyamanan yang sama, kenikmatan yang sama, hidup yang sama selain dari suara yang satu ini yaitu gembala yang baik, Dalam kosa kata Yunani ada yang menarik juga jika Yesus berkata Akulah, dan kata Aku ini ditulis dengan keterangan yang selalu present di ucapkan kemaren atau sudah lampau dan akankah ini kita baca besok itu keterangan waktunya sama artinya bahwa Allah itu berbicara kemarin itu akan mempunyai kekuatan yang sama dengan penggenapan yang sama.

Waktu buat Tuhan bukan sekedar kronos atau bukan sekedar kronologi dari detik ke detik, dari menit ke menit dari jam ke jam yang tiap Event sudah di lupakan orang, tetapi waktu buat Tuhan itu adalah kairos dari dulupun Ia tetap melihat hari ini dan hanya Tuhan yang mampu melakukan itu kehadiran kita itu sangat terbatas sekali dengan waktu, ruang, dan kita tidak dapat hadir di dua tempat yang berbeda dalam waktu yang sama itu jelas tidak bisa tetapi Allah bisa hadir di ruang yang berbeda, dalam waktu yang sama.

Iblis bukan maha hadir meskipun ada orang yang berkata bahwa iblis itu bisa datang di dua tempat yang berbeda dalam waktu yang sama saya katakan di mana Alkitab memberikan satu pernyataan bahwa iblis bisa berbuat begitu karena jumlahnya banyak. Alkitab berkata bahwa iblis juga bisa menyerupai malikat terang tidak bisa di bedakan, bisa juga untuk memuji Tuhan bisa juga menyuruh untuk menyembah karena iblis kerjaanya dulu juga begitu.

Dan ketika Yohanes pembabtis menyebut dirinya akulah suara dia tidak menyebutkan itu degan keterngan waktu yang sama dengan Yesus, sebab dia memang bukanlah Yesus, dia bukanlah oknum Allah tetapi filosopinya yang sebetulnya adalah mengapa dia tidak menggunakan kosa kata yang sama dengan kata egoemi? dengan kata ”Aku adalah” Yohanes pembabtis memakai kata yang lain alasanya karena pelayananya memang harus berhenti, sebab Yohanes pelayananya hanya sementara di dunia ini untuk melayani dan pelayananya sangat terikat dengan waktu karena Yohanes bukan Mesias.

1 timotus 1:18-19 ‘ Tugas ini ku berikan kepadamu timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah di nubuatkan tentang dirimu supaya di kuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu dank arena itu kandaslah iman mereka”. Kandas atau karam iman mereka sebab iman itu berhubungan dengan banyak hal dalam jiwa kita, iman itu sebetulnya adalah satu sistem yang melibatkan banyak sekali gerakan dari jiwa kita dari apa yang kita pikirkan, dari apa yang engkau rasakan itu sangat mempengaruhi iman kita. Bisa kita katakan hari ini saya kuat, hari ini saya punya kepercayaan yang teguh kepada Tuhan, hari ini saya tidak mudah di goncangkan, karena pikiran, hati, apa yang engkau rasa dan apa yang engkau ucapkan itu semuanya mendukung kesana.

Peran Yohanes pembabtis jelas menunjukan porsinya sendiri untuk membagi pandangan hidup buat kita anggaplah pekerjaan yang kita kerjakan itu bukan milik kita, tetapi kita kerjakan seperti milik kita, ada orang yang bekerja karena tuntutan propesi itu. Masih mending, tetapi kalau sudah tuntutan kebutuhan hidup ini yang berat, apa lagi kalau sudah melayani tuntutanya adalah kebutuhan hidup itu sudah tidak murni. apa yang di cari? jiwa-jiwa! Atau yang di kantongi jiwa-jiwa atau yang di simpan oleh jiwa-jiwa itu? Susah bukan karena pelayanan berat, tetapi karena mempertahankan hidup yang sulit di dalam pelayanan

Kita adalah pekerja-pekerja dengan memiliki propesi yang berbeda-beda, engkau mungkin bisa melakukan karena engkau belajar, engkau bisa karena engkau memperkaya diri, tetapi panggilan hati akan memperkuat kita untuk membedakan yang baik dan pantas kita terima. Kiranya pekerjaan kita dapat mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan dan bukan mencuri kemuliaan Tuhan. AMIN

“Iman yang kecil saja sudah bisa mengalahkan ketakutan dan kekhawatiran anda. Belajarlah mempercayakan hidup pada Tuhan dengan melatih iman anda.”

Keluarga

Kis 16:30-31

Ayat ini merupakan suatu permintaan dari kepala penjara yang pada saat itu menjaga Petrus. Dua Rasul ini menggoncangkan kota Filipi dengan penginjilan yang luar biasa. Mereka tiba di kawasan ini untuk menelusuri seluruh daerah Asia Kecil. Mereka disambut oleh seorang pengusaha bernama Lidia, rumahnya dia siapkan sebagai tempat ibadah. Tuhan melawat Lidia, sehingga dia memutuskan untuk di baptis. Karena dia adalah seorang pengusaha yang bidang usahanya dikhususkan untuk kalangan atas. Itu sebabnya, apa saja yang dilakukan mempengaruhi penilaian publik, sehingga ketika dia dibabtis, seisi rumahnya juga ikut di baptis.

Peristiwa ini menjadi sorotan dalam masyarakat, bahwa kehadiran Paulus dengan pelayanan tadi telah merubah kebiasaan mereka termasuk kegiatan-kegiatan usaha mereka. Orang-orang yang ada hubungan bisnis dengan Lidia merasa bahwa dengan pelayanan rasul Paulus ini, hasil dari usaha mereka akan terganggu sehingga mereka merasa terancam. Akhirnya mereka bersepakat untuk mengancam Paulus agar menghentikan kegiatan penginjilan di situ. Mereka bekerja sama dengan penguasa, sehingga niat mereka ini berhasil. Penguasa setempat memanggil Paulus dan memasukkan mereka kedalam penjara yang paling gelap. Paulus dan Silas diawasi oleh kepala penjara Roma. Kedua orang ini seperti penjahat, padahal mereka tidak bersalah.

Kisah Para Rasul 16:25, “tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah…”. Mereka tidak kecewa karena mereka di penjarakan, sebaliknya mereka memuji Tuhan dan berdoa. Apa yang dilakukan mereka memberikan hasil seperti pada Ayat 26, “…terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah dan seketika itu juga dan terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua”. Pada saat mereka memuji Tuhan dan berdoa dengan hati dan kesungguhan, Allah menunjukan tanggungjawabNya sebagai Bapa. Tuhan disenangkan dengan pujian mereka, sehingga ini menjadi alas an yang cukup untuk membantu dua hambaNya yang dipenjara. Allah menolong kita karena Dia memiliki alasan. Kita terikat dengan Tuhan, karena adanya hubungan kita dengan Allah. Menolong adalah bagian Tuhan, sedangkan bagian kita memuji Tuhan.

Pujian dan doa Paulus kepada Tuhan, menyebabkan Tuhan merasa perlu untuk menolong mereka. Tuhan menjawab doa mereka dengan gempa bumi, sehingga pintu-pintu penjara terbuka dan rantai yang mengikat mereka terlepas. Peristiwa ini begitu menakutkan bukan bagi Paulus, tetapi bagi kepala penjara. Dia tahu bahwa ketika pintu penjara terbuka, semua tahanan itu akan kabur dan dia harus bertanggung jawab atas hal ini. Dan akibatnya, dia akan mendapat hukumanya yang berat bahkan bisa dihukum mati karena kesalahan ini. Dia mengira bahwa Paulus dan Silas telah melarikan diri.

Ayat 27-28, mereka tidak melarikan diri walaupun kesempatan itu ada. Seorang anak Tuhan tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawabnya dalam hal kewajiban dan kejujuran karena itu adalah bagian dari dirinya. Mereka tidak lari, meskipun resiko kedepan masih teka-teki jika mereka masih tetap dalam penjara, bahkan mereka kemungkinan akan merasa semakin sulit. Tapi, mereka siap untuk menghadapi kemungkinan buruk sekalipun. Allah tidak menutup mata kepada orang-orang yang memiliki tanggung jawab terhadap pelayanan.

Jika kita melayani dengan sungguh-sungguh, maka Tuhan pasti akan menolong kita. Waktu kepala penjara menghunus pedangnya setelah melihat penjara sudah terbuka, Paulus berkata kami masih di sini. Akibat dari sikap kedua Rasul ini, pada Ayat 29, “kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, dan berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan paulus dan silas”. Jika seorang kafir tersungkur di kaki rasul-rasul, sudah pasti dia akan tersungkur di kaki Tuhan. Ketika kepala penjara bertanya apa yang harus dilakukan, maka Paulus menjawab percayalah kepada Tuhan maka dia dan seisi rumahnya akan selamat. Paulus memiliki cara berpikir sama seperti Tuhan, semua kerangka keselamatan itu melibatkan keluarga.

Istilah Bapa dan Anak berasal dari Tuhan, Dialah yang memperkenalkan terlebih dahulu hal ini dalam keluarga. Jika kita menyebut Dia sebagai Bapa saat berdoa, itu karena Tuhan memang memperkenalkan diriNya pertama-tama sebagai Bapa bagi kita. Tuhan mengangap kita sebagai anakNya. Artinya Dia ingin membangun hubungan baik dalam dunia yang Dia ciptakan. Bapa, Anak dan Roh Kudus, tiga pribadi menjadi satu. Berdasarkan hal ini, maka ketika Tuhan melihat seseorang mendampingi ciptaanNya yang pertama yaitu Adam, Tuhan sangat senang sekali.

Karena ada pendamping di samping inilah maka ada keluarga. Kalau kita tidak suka kepada pasangan, itu berarti kita sedang menciptakan persoalan bagi diri sendiri. Kita hadir karena orang-orang yang ada di sekeliling kita, dan kita membuat masalah besar jika mereka yang ada di sekitar kita, tidak kita akui kehadiran mereka. Istri bagi suami, suami bagi istri dan anak bagi orang tua. Mazmur 133:3, “…Sebab kesanalah Tuhan memerintahkan berkat kehidupan untuk selama-lamanya”.

Tuhan memerintahkan berkat kesatu komunitas yang hidup rukun dan damai (Harmoni). Tapi, masalahpun juga bersumber dari sini. Ingat, orang yang di dekat kita itu bukan musuh atau lawan kita. Musuh saja Tuhan katakan doakan dan minta berkat, kenapa orang yang ada di samping kita justru kita anggap musuh. Saling membantulah satu dengan yang lain agar tercipta rasa saling percaya. Tidak ada di dunia ini yang tidak menghadapi masalah, apalagi dalam keluarga. Tuhan tidak pernah menciptakan kegagalan dalam rumah tangga, Tuhan ingin menujukan kehadiranNya kepada kita dalam keluarga. Dimana dua,tiga orang ( suami, istri dan Anak) berkumpul Aku ada di tengah-tengah mereka.

Ciptakanlah komunikasi yang baik dalam keluarga. Persoalan akan muncul ketika kita tidak mengakui pasangan kita. Sadar atau tidak, kita sedang membiarkan problem itu muncul di mulai dari diri sendiri. Paulus berkata kepada kepala penjara itu, seisi rumahmu selamat. Lukas 19:9, “Kata Yesus kepadanya hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham”. Zakheus adalah pemungut cukai, dia abdikan hidupnya sebagian untuk kekayaan, tetapi ketika Yesus hadir dalam hidupnya, maka seisi rumahnya pun menerima keselamatan.

Ingat baik-baik, jangan sampai berkat menyebabkan kita tidak butuh orang lain. Kekayaan kita yang terutama adalah keluarga. Dalam keluarga kita akan mengerti banyak hal, sebab keluarga itu bagaikan sekolah. Kita akan mengenal seseorang di samping kita jauh lebih dalam lagi dari pada sekedar apa yang kita lihat di luar. Kita akan tahu perasaan mereka apakah sedang menagis, susah ketika berada dalam keluarga. Disinilah tempat latihan kita untuk memperhatikan orang-orang yang ada di dekat kita.

Kita akan mendapatkan hal tersebut dalam keluarga, bukan di luar. Sekolah pertama-tama adalah keluarga. Tempat latihan kita, untuk belajar menjadi orang berguna, yang mengetahui bahwa kita dibutuhkan dan juga membutuhkan. Sebelum menikah dan masih sendiri, kita terbiasa untuk tidak peduli dengan yang lain, namun di dalam keluarga kita akan melihat ada seseorang yang perlu kita berikan perhatian, perlu dicintai. Jadi, keluarga itu menggambarkan tentang persekutuan yang sangat kuat. Jika kita tidak mengakui orang-orang yang ada di samping kita, entah dengan alasan apapun, saat itu kita sedang membangun masalah dalam diri sendiri. Setiap persoalan yang tidak cepat diselesaikan, akan memaksa kita harus siap untuk menerima hal yang lebih besar dengan akibat-akibat yang timbul kemudian.

Tuhan akan membantu dan menolong kita untuk menatap hari kedepan, melangkah di tahun 2012 ini, sebab Dia adalah penasehat, Dia adalah raja damai. Jadi, jika orang lain dapat menyebut kita kakak, adik, opa, oma, papa atau mama padahal tidak ada hubungan apa-apa, hal ini menjelaskan bahwa ada keluarga yang menjanjikan kehangatan kasih satu kepada yang lain. Efesus 4:32, “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu”.

Hidup ini pilihan, namun pandai-pandailah mengambil keputusan untuk memilih sebab nanti ada resiko yang akan kita tanggung dari pilihan kita. Kita tidak bisa mempersalahkan orang lain. Tuhan bisa menolong kita. Jangan terus terbawa persoalan yang membuat kita susah. Tuhan hadir dengan membawa damai, sukacita bagi kita. Karena inti kelahiran Yesus adalah Dia memberikan damai bagi kita semua. AMIN

Dahsayatnya Pengharapan

Markus 5: 25-34

Kisah ini unik, karena terjadi diantara sebuah kisah yang lain. Yesus datang lalu ada banyak orang ikut untuk melihat apa yang akan Yesus lakukan. Di tengah jalan ada seorang kepala Sinagoge bernama Yairus datang memohon kepada Yesus agar anaknya didoakan supaya sembuh. Ditengah-tengah kerumunan orang banyak itulah, ada peristiwa yang tidak diperhatikan oleh semua orang, karena orang terfokus pada apa yang sedang dihadapi Yesus dan Yairus dimana mereka mau melihat apa yang akan Yesus lakukan. Kisah ini dicatat dalam Injil Sinoptik (Matius, Markus dan Lukas), bedanya Markus mencatat lebih detail, karena ada uraian lengkap tentang wanita ini dan pergumulan batin yang dihadapinya. Peristiwa ini begitu sarat makna.

Dalam Injil Markus kita akan menemukan banyak sekali mujizat, yang bertujuan : Pertama, supaya orang makin melihat siapa Yesus sebenarnya. Jadi, kalau kita berfokus pada mujisat yang Tuhan buat memang tidak salah, tetapi kita tidak sampai pada tujuan ditulisnya Injil Markus, agar melalui mujisat itu orang akan melihat siapakah Yesus itu. Murid-murid pernah bertanya siapa orang ini, sampai angin ribut pun tunduk pada perintahNya (Markus 4:41). Jadi tujuan Markus adalah untuk mebawa pembacanya melihat siapa Yesus yang sebenarnya dengan mengadakan mujisat-mujisat itu. Kedua, agar para pembaca menjadi semakin mantap dalam mengiring Yesus. Artinya, keyakinan dan kesungguhan kita untuk mengiring Yesus bukanlah sesuatu yang sia-sia. Ketiga, agar setiap orang menemukan pengajaran yang sehat. Bukan berarti kita tidak boleh menginginkan mujisat, tetapi apa yang Tuhan akan ajarkan kepada kita melalui mujisat itulah yang penting.

Markus 5:25, perempuan ini menderita pendarahan selama 12 tahun. Beberapa catatan mencatat bahwa jenis penyakit wanita ini kemungkinan besar adalah peristiwa haid yang berkepanjangan. Yang ingin ditekankan oleh Markus bukan pada jenis penyakitnya walau memang penyakit ini sangat menyulitkan seseorang, tetapi pada efek samping yang muncul dari jenis penyakit ini. Orang-orang Israel memiliki peraturan yang dibuat pada zaman Musa mengenai mengenai najis atau kudusnya seseorang, serta boleh tidaknya seseorang beribadah kepada Tuhan.

Imamat 15 menjelaskan tentang ketidak tahiran seorang laki-laki dan perempuan. Imamat 15:25-27 mencatat hal berkenaan dengan wanita itu. Jadi, orang Yahudi punya catatan mengenai jenis penyakit ini, walaupun tidak disebutkan cara penyembuhannya. Menurut hukum Yahudi, orang ini menjadi najis dan apa saja yang kena atau digunakan perempuan ini menjadi najis, bahkan kalau orang lain bersentuhan dengan barang yang pernah bersentuhan dengan perempuan ini, maka orang itu menjadi najis. Karena kondisinya yang najis, wanita ini perlu diasingkan agar bagian yang najis itu hanya yang ada disekitarnya. Semakin lama orang itu diisolir, akan menjadi semakin berat hidupnya.

Markus 5:26, ada suatu harapan dan upaya yang besar untuk disembuhkan. Wanita ini percaya bahwa dia akan sembuh, karena itu dia berupaya meskipun dalam upayanya itu dia tidak menemukan hasil. Sebuah data menyebutkan bahwa penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Namun demikian, wanita ini tidak pernah berhenti berharap dan berupaya sekalipun tahu bahwa ini jenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan atau pada masa itu belum ketemu obatnya. Sebuah data lain menyebutkan bahwa setidak-tidaknya wanita ini telah melewati 11 jenis pengobatan, mulai yang bersifat medis dengan memberikan obat penahan rasa sakit, karena ternyata penyakit ini menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, kemudian pengobatan alternatif bahkan yang tidak masuk akal. Akibatnya, semua asetnya habis; tak tersisa.

Markus 5:27, berita yang didengarnya tentang Yesus, menimbulkan harapan akan kesembuhan. Roma 10:17, Iman datang karena mendengar Firman Kristus; Iman melahirkan harapan, dan harapan pada Tuhan tidak pernah mengecewakan. Ketika wanita ini mendengar tentang Yesus, harapannya yang hampir padam untuk sembuh muncul kembali dengan iman luar biasa, dia tidak meminta Yesus menjamah atau datang menemui dia karena dia percaya bahwa jika bisa menjamah jubah Yesus maka dia akan sembuh.

Markus 5:28-29, Berharap dan beriman saja belum cukup, harus ada tindakan iman. Tindakan iman adalah langkah berikutnya setelah orang percaya bahwa apa yang dia yakini tentang Yesus adalah sebuah kebenaran. Namun, tindakan iman itu selalu akan berhadapan dengan tantangan. Ada dua tantangan yang ada pada wanita ini : Pertama, tantangan yang muncul dari dalam. 12 tahun dia diisolir dari lingkuannya karena dia dianggap najis serta kondisi fisik yang semakin melemah. Dia tidak bisa meminta tolong kepada seseorang, karena orang takut najis kalau bersentuhan dengan dia. Hanya orang yang percaya dan berharap sungguh yang bisa bangkit dari kondisi seperti ini. Kedua, dia menghadapi kerumunan orang banyak, dan dengan kondisi fisik yang demikian bagaimana mungkin dia bisa menerobos orang banyak itu dan sampai kepada tujuan. Langkah iman mengalahkan segalanya. Dia menaruh kepercayaan dalam hatinya, kalau aku bisa menjamah jubahNya aku sembuh, itulah iman. Keyakinan iman dan harapan menyatu menjadi dorongan yang sangat kuat sehingga kalaupun dia jatuh, maka dia akan bangun lagi bahkan dia akan merayap asal sampai kepada Yesus. Banyak orang tidak melihat hal ini, tetapi Markus mencatatnya dengan detail perjuangan iman yang luar biasa.

Markus 5:30-32, pengakuan Yesus bahwa ada kuasa Allah yang mengalir. Bagian ini sangat menarik karena hanya Yesus dan perempuan itu yang tahu. Murid-murid tidak tahu apa yang dialami wanita ini dan apa yang Yesus lakukan. Alkitab berkata bahwa “ketika itu juga Yesus mengetahui”, apa yang terjadi pada wanita ini diketahui Yesus, karena yang dilakukan wanita ini sudah menarik kuasa Tuhan itu keluar. Kuasa dan hadirat Allah ditarik oleh tindakan iman wanita ini menjadi miliknya dan mengubah segalanya. Hari itu murid-murid gagal melihat bagaimana Tuhan yang luar biasa itu bekerja di tengah-tengah mereka.

Markus 5:33, pengakuan perempuan yang disembuhkan. Wanita ini gemetar dan karena sekian lama dia melihat pergumulan dan hari itu dia penyakitnya sembuh. Wanita ini datang kepada Tuhan dan menceritakan segala sesuatunya secara detail, dan inilah yang kemudian dicatat oleh Markus. Tidak berhenti disitu, karena Tuhan mau berbicara sesuatu yang lain dalam Markus 5:34. “Imanmu telah menyelamatkan engkau”, itu kalimat yang biasa, karena jika kita membaca kisah-kisah yang terjadi dalam injil Markus tentang mujisat, Tuhan selalu mengakhiri dengan kalimat ini. Tetapi terhadap peristiwa ini, Yesus tidak berhenti sampai disitu, selanjutnya Dia berkata “pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu”. Selamat ini bukan sekedar keselamatan dalam arti orang terima Yesus, selamat. Tetapi, damai sejahtera Tuhan turun dalam hidupnya. Artinya, kalau 12 tahun dia hidup dengan pergumulan dan kekuatiran karena semua asetnya habis, maka saat itu semuanya tergantikan karena Tuhan memberikan damai sejahtera. Kemudian, kalau kita membaca kitab Imamat, maka orang ini harus menghadap imam dahulu untuk dapat dikatakan sembuh atau tahir. Tetapi, terhadap wanita ini Yesus tidak berkata seperti itu, tetapi Yesus berkata “sembuhlah dari penyakitmu”. Hari itu, recoverinya berlangsung begitu cepat. Wanita ini bukan hanya berhenti pendarahannya, tetapi bagian-bagian dari tubuhnya yang sakit itu dipulihkan lagi. Dan hari itu, wanita ini menerima berkat berganda, bukan hanya keselamatan atau damai sejahtera yang melampaui segala akal itu tetapi juga kesembuhan yang tidak perlu diuji lagi atau melewati aturan-aturan yang ada, karena dia sudah betul-betul sembuh.

Empat hal penting sebagai kesimpulan. Pertama, Yesus adalah sumber pengharapan yang tidak pernah mengecewakan kita dalam berbagai situasi. Artinya, jika kita berada dalam situasi yang paling buruk sekalipun jangan pernah berhenti berharap. Kedua, pengharapan yang tulus akan Tuhan tidak pernah mengecewakan. Ketiga, kekuatan dalam pengharapan bisa melahirkan mujizat Allah terjadi. Keempat, kita akan menerima berkat berganda dari pengharapan kita.

AMIN

Rahasia Hari Esok

Apa yang menjadi milik kita, pikiran, perasaan dan tenaga kadang-kadang hampir terpakai habis sebagai akibat dari tuntutan hidup yang begitu keras. Lalu apakah kita harus melarikan diri dari semua tantangan hidup sehari-hari baik dalam rumah tangga, pekerjaan dan bisnis? Hidup ini tidak bisa berhenti, hanya orang mati yang tidak akan menghadapi resiko. Selama kita diberikan kesehatan oleh Tuhan, kita akan diminta agar menghargai hidup ini, sehingga mau tidak mau kita harus terus maju. Untuk itu, dibutuhkan kesiapan menghadapi semua kemungkinan-kemungkinan yang tidak menyenangkan. Kita tidak bisa menghindar dari semua hal tersebut. Tuhan akan menyediakan apa yang Dia tahu sangat kita perlukan dalam menjalani kerasnya aktivitas hidup ini. Tuhan menyediakan kekuatan bagi kita.

Matius 26:30-35. Petrus, pria bekas nelayan yang perkerjaannya selalu berurusan dengan laut dan danau telah membuat mentalnya terbentuk sedemikian kuat, sehingga baginya kondisi ini sudah membuat dia memiliki keyakinan yang sangat besar terhadap dirinya di antara orang-orang yang menonjol dekat Yesus. Petrus adalah orang yang spontanitas, reaktif dan berani. Bagi Petrus, dirinya sendiri sudah cukup, dia tidak membutuhkan orang lain. Yesus pernah berkata kepada Petrus dalam Yohanes 21:18, “…Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki”. Yesus ingin mengingatkan Petrus agar jangan mengandalkan kekuatan dan kemampuannya. Yesaya berkata bahwa kepandaianmu tiu akan sangat berbahaya bagi dirimu jika engkau mengandalkan hal itu sebagai tumpuan hidupmu.

Yesus berkata kepada murid-muridNya bahwa malam ini mereka akan mengalami goncangan iman, karena Yesus nanti akan ditangkap dan dihukum sampai mati sebagai bagian penting dari rencana Bapa di Sorga dalam misi kedatangan Yesus ke dunia ini. Yesus akan terpisah dengan murid-muridNya yang sudah beberapa tahun belakangan ini bersama dengan Dia dalam pelayanan. Karena itu, iman mereka akan sedikit terganggu. Akhir zaman ini, Yesus berkata bahwa banyak orang yang akan murtad (Matius 24).

Menanggapi ucapan Yesus tersebut, Petrus segera memberikan komentar dalam Matius 26:33, “… Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak”. Petrus memberikan dirinya sebagai jaminan. Tetapi, Yesus berkata kepada Petrus bahwa dia akan menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok (Matius 26:34). Petrus tahu betul keberadaan dirinya, sampai saat dia memberikan komentar terhadap apa yang Yesus kemukakan. Tidak ada satu orang pun yang mengenal Petrus selain Tuhan dan dirinya sendiri. Petrus tahu tentang dirinya, karena itu dia tidak pernah meragukan dirinya ditambah lagi dengan berbagai pengalaman yang dia miliki, membuat dia merasa hebat, kuat. Itu sebabnya Petrus berani berkata bahwa dia akan mempertaruhkan dirinya untuk Yesus. Kedengarannya luar biasa, seakan ucapan Yesus tentang Petrus bahwa dia akan menyangkal Tuhannya beberapa saat kemudian, tidaklah benar. Tahukah saudara, bahwa kemampuan kita hanya dapat memastikan hal yang terjadi dengan diri kita cuma sampai pada batas saat ini. Satu jam kedepan/beberapa saat nanti, semua hal yang akan kita alami berada dalam kedaulatan Tuhan. Alkitab berkata “janganlah memuji diri karena hari esok, engkau tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari itu”. (Amsal 27:1).

Hanya dalam hitungan beberapa saat Petrus sudah menyangkal Yesus seperti yang Yesus katakan. Alkitab berkata, sebagai anak Tuhan kita memiliki kuasa mengikuti Tuhan yang kita percayai, bahkan kita juga memiliki karakter dan banyak hal yang mirip dengan Tuhan. Satu hal yang kita tidak punya, yaitu kemampuan untuk melihat apa yang akan terjadi kedepan. Apakah Yesus membuat kita bodoh atau buta sama sekali dengan apa yang akan terjadi nanti? Tentu tidak, caranya bagaimana?

Lukas 10:25-28. Antara ucapan dan perbuatan dalam ayat ini terdapat perbedaan yang jauh sekali. Jangan hanya mengatakan, tetapi mulailah bertindak dan berbuat sesuatu. Yesus berkata dalam ayat 28, “..Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup”. Tetapi, ahli Torat ini memberikan jawaban dan komentar dalam ayat 29, untuk menutupi rasa malunya karena kemungkinan ketahuan kekuranganya. Ahli Torat bertanya siapakah yang dimaksud dengan sesamaku manusia?

Dalam setahun, orang Israel di wilayah sekitar sedikitnya tiga kali datang ke Yerusalem beribadah untuk merayakan hari raya Paskah, Pantekosta dan Pondok Daun-daunan. Kemungkinan orang ini datang pada salah satu dari ketiga hari raya tersebut. Setelah perayaan selesai, orang Yahudi ini turun dari Yerusalem kembali ke Yerikho. Belum sampai ke Yerikho, dia dicegat oleh penyamun/perampok dan semua harta kekayaannya diambil lalu dia dipukul sampai sekarat (Ayat 30). Setelah itu turunlah Imam, dia melihat ada orang yang sekarat karena dipukul dan dirampok. Dia berhenti sejenak dan memperhatikan kondisi orang ini yang sama-sama Yahudi, lalu pergi tanpa berbuat sesuatu.

Kemudian mampir lagi orang Lewi yang tugasnya juga berkaitan dengan kemanusiaan. Melewati tempat kejadian tersebut, dia hanya bisa melihat dan sama seperti imam dia tidak berbuat sesuatu. Sebagai orang Lewi, seharusnya dia menolong apalagi orang ini juga Yahudi. Yesus melanjutkan, kemudian lewatlah disitu seorang Samaria yang dalam perjalanan, begitu melihat orang ini, dia merasa kasihan. Yahudi dengan Samaria memiliki hubungan yang tidak baik. Orang Samaria ini mengangkat orang yang sekarat itu, meletakkan diatas tunggangannya dan membawanya ke penginapan lalu menyuruh orang merawatnya, segala biaya yang diperlukan dibayar oleh orang Samaria ini, bahkan jika ada lebihnya akan dibayar lagi ketika ia kembali ke tempat itu.

Yesus ingin mengajar bahwa orang yang kita musuhi dan tidak kita suka, kelak dia yang akan menolong dan membantu kita. Ingat, kita hanya bisa melihat sampai detik ini tentang hidup ini, kedepan kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Tetapi, bagaimana kita bisa menemukan diri kita sebaik hari ini besok? Jangan saling bermusuhan. Renungkanlah dengan sungguh-sungguh bahwa ada satu saat dimana orang yang kita tidak suka akan menolong kita. Inilah yang dimaksudkan kita akan meilhat hari besok lebih nyaman dari hari ini, kalau kita bersikap baik kepada semua orang. Dalam Alkitab sebenarnya tidak ada musuh, yang ada hanya perbedaan. Musuh ini lahir dari sikap seseorang.

Lucifer disebut sebagai Bintang Kejora, kemuliaannya menyamai Tuhan, tetapi dia bukan Tuhan, dia malaikat. Persoalan muncul ketika timbul keinginan dalam diri Lucifer sendiri untuk menyamai Tuhan. Akhirnya Tuhan mencampakkan Lucifer ke dunia. Dia menjadi setan bukan karena Tuhan, tetapi dari dirinya sendiri. Keinginan ini merupakan sikap melawan Allah. Jadi, yang disebut musuh adalah orang yang dalam dirinya punya roh melawan dan memberontak. Yesus berkata kasihilah musuhmu, dengan kata lain dalam Tuhan tidak ada musuh, dengan cara mengasihi akan menghapus stigma ini. Orang disamping kita bukan musuh/lawan kita. Yang akan menolong kita ketika membutuhkan sesuatu adalah mereka yang pernah kita lukai atau sakiti. Sebab itu pikirlah baik-baik jika kita mau berbuat nakal.

Pertimbangkanlah sungguh-sungguh bahwa kita hidup bukan hanya untuk hari ini, kita masih akan hidup dengan waktu yang tersedia dari Tuhan. Karena itu berlakulah baik satu dengan yang lain. Pemimpin yang sesungguhnya bukan pemimpin yang hanya berdiri sendiri. Bagaimana kita mengklaim kita adalah pemimpin, sementara yang dipimpin tidak ada. Sebagai bawahan, bantulah pemimpin kita dengan bersikap benar, jujur dan disiplin dalam bekerja. Hari ini bukan akhir dari semuanya, masih ada hari depan yang harus kita perhatikan dan hargai.

Saat normal kita tidak butuh orang lain, tetapi saat kita susah maka kita akan sangat membutuhkan bantuan orang lain. Kita harus tahu bahwa biasanya orang yang kita butuhkan adalah orang yang pernah kita sakiti, jadi maksudnya bersikaplah bijaksana dengan orang disekitar kita sebab dia akan menjadi berkat bagi kita pada satu waktu. Biarlah ada sebuah perubahan atau perbaikan kedepan supaya kita tidak susah nantinya. Kuncinya, kasihilah baik-baik orang disekitar kita. Tuhan memberkati kita. AMIN.

Ibadah Yang Berkenan Bagi Tuhan

Yohanes 4:23-24

Musa menghadap Firaun, meminta agar dia mengijinkan bangsa Israel pergi untuk mempersembahkan korban kepada Allah, tetapi Alkitab mencatat bahwa Firaun mengeraskan hati, dia berkata siapakah Allah itu dan mengapa harus ku dengar FirmaNya. Firaun tidak menyadari bahwa ini adalah bentuk pemberontakan kepada Tuhan, sehingga akhirnya Allah menghukum bangsa Mesir dengan berbagai macam bala dan puncaknya pada kematian seluruh anak sulung di Mesir, karena tidak mengizinkan bangsa Israel keluar mengadakan ibadah kepada Tuhan. Ibadah adalah suatu yang sangat istimewa dan penting bagi Tuhan.

Memahami hakekat ibadah itu sangatlah penting agar ibadah yang kita lakukan tidak menjadi sesuatu yang hanya seremonial dan tidak berkenan kepada Tuhan. Itulah sebabnya, Nabi Hosea berkata dalam Hosea 4:6, umatKu binasa karena tidak berpengetahuan tentang Firman Tuhan. Sebagai umat Tuhan, kita harus mengerti/mengetahui bagaimana ibadah yang dikehendaki Tuhan itu, agar ibadah itu menjadi sesuatu yang menyenagkan hati Tuhan.

Yohanes 4:23-24, ayat ini jelas berkata bahwa Bapa menghendaki setiap orang yang datang beribadah kepadaNya harus menyembah dalam roh dan kebenaran. Ibadah merupakan suatu bentuk harmoni yang kelihatan secara lahiriah, tetapi inti sari dari ibadah itu adalah penyembahan yang dipersembahkan oleh umat Tuhan. Bangsa Israel setiap kali datang menghampiri Tuhan dalam ibadah, selalu mempersembahkan korban. Adanya korban membuat Allah berkenan kepada ibadah umatNya. Artinya, ibadah di luar prinsip ini tidak akan berkenan kepada Tuhan.

Ayat 23, “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian”. jika ada penyembah benar, maka ini berarti ada penyembah yang tidak benar yang harus kita hindari, karena Tuhan tidak menghendakinya. Alkitab mencatat bahwa hanya ada satu jalan yang Allah beri kepada kita untuk menghampiri hadirat Tuhan, yaitu Yesus Kritus. Berbicara tentang pribadi Yesus, maka kita akan berbicara tentang Firman Allah tidak pernah berubah, dan ini adalah hukum yang tetap berlaku sepanjang zaman. Untuk itulah kita sangat memerlukan pengetahuan akan Firman Allah.

Beberapa hal yang menyalahi ketentuan Firman Allah tentang penyembahan dapat kita jadikan dasar untuk kita mengerti hal yang benar sehingga penyembahan kita akan menyenangkan hati Tuhan. Pertama: Ibrani 11:4, “Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain…”. Bukan hanya sekedar baik, tetapi lebih baik artinya sesuatu yang luar biasa dan tidak umum. Kalau setiap orang percaya tahu memberi yang terbaik, maka kita tidak akan melakukan sesuatu untuk Tuhan dengan asal-asalan.

1 Korintus 10:31, “…, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”. Sesuatu yang lebih kita lakukan untuk Tuhan pasti akan memuliakan Tuhan. Yesus berkata jikalau kita memberi salam kepada saudara kita apakah lebihnya karena orang dunia juga melakukanya. Tetapi, jika kita bisa memberi salam kepada orang yang memusuhi kita, itulah yang luar biasa. Kalau kita ingin penyembahan kita menyenangkan Tuhan, lakukanlah yang terbaik. Selanjutnya Alkitab berkata bahwa kita harus menyembah dalam roh dan kebenaran. Jika kita ingin memberi yang terbaik untuk Tuhan, dasarnya adalah lakukan itu dengan iman. Sesuatu yang dilakukan dengan iman, pasti adalah yang terbaik.

Kedua: Yesaya 1:12-13, “… Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku…”. Jika kita datang mempersembahkan sesuatu untuk Tuhan dan tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka itu hanya akan membuat hati Tuhan tersinggung. Oleh karena itu, jika kita mau beribadah, memuji dan menyembah Tuhan, lakukanlah dengan sungguh-sungguh karena sesuatu yang di lakukan dengan sungguh-sungguh pasti hasilnya pasti luar biasa.

Maleaki 1: 6-8. Ada kesalahan dan ketidakbenaran yang dilakukan umat Allah dalam hal beribadah dan mempersembahkan korban kepada Tuhan, mereka berpikir yang penting sudah memberi maka Tuhan pasti menerima, tetapi Maleakhi berkata bahwa hal itu membuat Tuhan kecewa bahkan marah. Sebagai orang percaya, saat kita melakukan sesuatu untuk Tuhan, lakukanlah yang terbaik.

Tuhan kita adalah Allah yang kudus dan mulia, Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Kita ada sampai hari ini hanya karena kemurahan Tuhan, bukan karena kuat dan gagah kita. Dalam Maleakhi 1, umat Tuhan menganggap bahwa dengan mereka datang ke bait Allah dan membawa sesuatu tidak peduli apakah itu baik atau tidak, maka hal itu sudah cukup. Tetapi, Tuhan menjadi begitu marah dengan sikap mereka ini sampai Tuhan berkata terkutuklah dalam Maleakhi 1:14.

Wahyu 3:19, “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”. Kalau ditegor artinya kita diberi teguran atau peringatan, kalau dihajar itu biasanya sudah ditegor tetap aja begitu tidak pernah berubah. Memang kadang kala Firman itu begitu keras, tetapi itu demi kebaikan kita, supaya apa yang kita buat untuk Tuhan akan mendatangkan kemuliaan Allah dan kalau kemuliaan Allah dinyatakan maka yang akan diuntungkan adalah umat Tuhan yang akan menerima berkat dari Tuhan. Kalau Allah berkenan kepada umatNya, Yesus berkata minta apa saja yang kamu perlukan maka Bapa di Sorga akan mengabulkanya.

1 Samuel 15:21-23. Tuhan menyuruh Samuel untuk memberi perintah kepada Saul untuk menumpas Amalek, dari manusia sampai kepada binatang-binatangnya. Tetapi, Saul tidak melakukan seperti yang Tuhan perintahkan. Semua binatang yang kelihatan bagus tidak ditumpas Saul, dengan tujuan menjadikannya persembahan kepada Tuhan (Ayat 21). Disatu sisi, mempersembahkan korban kepada Tuhan itu hal yang baik, tetapi jika Samuel berkata kepada Saul bahwa mendengarkan suara Tuhan lebih baik dari pada korban bakaran (Ayat 22). 1 Samuel 15:23, “Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja”.

Tuhan mau agar kita mengerti dengan baik kebenaran Firman Tuhan, agar kita tidak salah dalam hal menyembah, melayani dan beribadah kepada Tuhan termasuk memberi persembahan kepada Tuhan. Ketika kita melanggar Firman sama dengan kita melakukan dosa bertenung dan menyembah berhala. Saul diperintahkan untuk menumpas habis Amalek, tetapi yang dilakukan Saul, menumpas semua rakyat tetapi rajanya tidak, binatang sebagian ditumpas sebagian tidak, artinya ada diskriminasi, ada yang tidak sesuai dengan Firman Allah (Plinplan).

Jemaat Laodikia seperti itu, tidak panas dan tidak dingin (suam-suam kuku), tidak maju dan tidak mundur. Nyaman berada di zona aman. Namun Tuhan berkata kepada jemaat Laodikia bahwa Tuhan memuntahkan mereka. Firman Allah itu adalah sesuatu yang sangat prinsip dan tidak dapat di ajak kompromi. Firman Allah itu harus ditaati. Kalau Firman itu kita taati, maka kita menjadi orang yang menyembah dan melayani Tuhan dengan benar.

Yakobus 1:6-8, dikatakan orang yang mendua hati sama dengan gelombang laut yang diombang ambingkan kian kemari, dan kerugianya kita tidak akan mendapat apa-apa dari Tuhan, karena Alkitab berkata kita harus meminta dengan iman dan jangan bimbang. Untuk memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan, kita di tuntut Tuhan untuk melakukan hal yang benar. Apa yang kita tabur, maka itulah yang akan kita tuai. Kita selalu diperhadapkan pada dua pilihan, kalau bukan kutuk pasti berkat, kalu bukan malang pasti untung, kalau bukan kematian pasti kehidupan. Tetapi semua pilihan itu ada di tangan kita.

Kalau kita mau persembahan kita berkenan kepada Tuhan, maka berilah yang terbaik untuk Tuhan dan lakukan sesuatu untuk Tuhan dengan sungguh-sungguh berdasarkan ketaatan kepada kebenaran Firman Tuhan. AMIN

Taat Dan Melakukan Firman Akan Menghasilkan Mujizat Tuhan Dalam Hidup Kita

1 Raja-raja 17:7-16

Biarlah setiap Pujian yang kita ucapkan itu benar-benar keluar dari dalam hati kita, karena kita yakin kepada Firman Tuhan bahwa apapun yang di ucapkan Tuhan itu pasti terjadi. Kalau Tuhan berjanji, maka Ia akan menepatinya dan membuatnya indah pada waktuNya. Sebab itu percayalah kepada Tuhan. Firman Tuhan yang akan memberi kita pengertian agar bisa menyaksikan mujisat dan menemukan jalan keluar dari setiap masalah hidup yang kita hadapi. Untuk itu, kita harus taat dalam melakukan Firman Tuhan sekalipun kita tidak mengerti atau tidak suka.

Kepercayaan kepada Tuhan yang disertai dengan ketaatan, akan membuat semua usaha berhasil dan tidak ada yang sia-sia. Kesulitan seseorang untuk taat dalam melakukan Firman Tuhan itu dikarenakan kita masih memiliki sifat egois, sombong, merasa hebat dan gampang tersinggung. Setiap usaha kita untuk taat kepada Firman Tuhan akan selalu mendapat penghargaan dari Tuhan. Bukan saatnya lagi kita memikirkan harga diri ketika akan melakukan Firman Tuhan, sekalipun kita di fitnah karena kebenaran, percaya saja bahwa Tuhan akan membuat semua kebenaran itu muncul seperti rembang tengah hari.

Kalau kita membaca ayat-ayat di atas, maka ada sedikit keganjalan karena dalam Alkitab yang namanya janda itu menempati urutan pertama untuk menerima belas kasihan. Pada saat itu, terjadi keadaan karena kekeringan yang membuat orang-orang kesulitan mencari makanan. Elia adalah seorang Nabi yang diperintahkan Tuhan untuk pergi meminta makan kepada seorang janda. Elia pergi dan melakukan seperti apa yang diperintahkan Tuhan.

Sarfat itu termasuk dalam wilayah Sidon. Raja Sidon adalah Etbaal, dia mempunyai seorang anak yang bernama Izebel. Izebel ini kemudian dijadikan istri oleh seorang raja Israel bernama Ahab. Izebel adalah seorang penyembah berhala, bahkan dia memiliki ratusan nabi-nabi baal. Inilah yang menyeret raja Israel menjadi penyembah berhala. Jadi, janda sarfat kemungkinan juga seorang penyembah berhala. Ayat 9, menunjukkan bahwa Tuhan sudah menemui janda ini terlebih dahulu. Pada saat Tuhan menemui janda Sarfat ini dan memerintahkan dia agar pergi keluar pintu gerbang kota dan bertemu dengan seseorang yang meminta makan, kamu harus memberikannya. Wanita janda ini tentu takut dengan pengalaman ini sehingga jawabanya pasti baik.

Itu sebabnya ketika Elia meminta minum, janda ini senang sekali. Janda ini lari hanya untuk mangambil air, tetapi pada saat Elia berkata lagi coba ambil juga bagiku sepotong roti, janda ini langsung berbalik dan memberikan reaksi seperti yang terdapat dalam Ayat 12. Tetapi Elia berkata dalam Ayat 13-14, “…Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang …”. Elia berani berkata demikian kepada janda ini, karena Elia sering mengalami bahwa apapun yang Tuhan ucapkan kepada Elia pasti terjadi. Elia adalah seorang yang dekat dengan Tuhan, sehingga ia tidak mengalami kematian karena diangkat oleh Tuhan dengan kereta berapi.

Dalam ayat-ayat yang sebelumnya, ada dua peristiwa yang dialami oleh Elia, yaitu: Pertama, Tuhan berpesan agar Elia menghadap raja Ahab. Elia kemudian menghadap Ahab dan menyampaikan pesan bahwa Tuhan marah dan sakit hati kepada Ahab, sehingga hujan tidak akan turun sejak saat itu sampai waktu yang tidak dikatakan. Yang namanya kutukan seperti ini tidak langsung terjadi, makanya Elia masih di perkenankan untuk pergi.

Namun setelah beberapa lama ternyata hujan tidak turun-turun juga seperti apa yang di ucapkan Tuhan lewat Elia kepada raja Ahab. Ahab menjadi marah lalu mengejar Elia. Namun, Tuhan memerintahkan agar Elia pergi ke sungai kerit. Disana Elia minum air sungai jika haus dan jika dia lapar, Tuhan telah memerintahkan burung gagak untuk memberi Elia makan. Dalam kehidupan kita, sering kali kita merasa bahwa janji-janji Tuhan ini mustahil terjadi dalam hidup kita ketika kita menerimanya. Namun hal ini Tuhan ijinkan terjadi agar kita tidak berkata kebetulan ketika semua itu digenapi. Percaya dan yakin bahwa tidak ada yang kebetulan di dalam Tuhan.

Apa yang di ucapkan Tuhan kepada Elia semua terjadi, dalam sehari dua kali burung gagak datang membawa roti dan daging pada pagi dan petang hari. Kita tahu bahwa burung gagak tidak dapat membuat roti, tetapi janji Tuhan selalu digenapi, selalu ada roti yang dibawa burung gagak ini. Lebih luar biasanya lagi ada daging, dimana burung gagak adalah jenis burung yang suka makan daging. Tetapi karena Tuhan burung gagak ini membawa daging tersebut untuk Elia.

Tuhan pasti memberi jalan keluar dan pertolongan bagi kita, sebab tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, sebab Dia sanggup melakukan segala perkara. Sebab itu jangan kuatir akan hidup ini, biarlah kita memiliki penyerahan yang total kepada Tuhan, karena kita percaya bahwa Tuhan itu baik, dan Dia pasti memberikan yang terbaik bagi kita pada saat kita berdoa dengan penuh penyerahan. Filipi 4:6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”.

Ketika kita berdoa janganlah memaksa Tuhan, karena yang namanya bermohon tidak boleh memeksa. Tidak usah kita mengatur Tuhan, karena pertolongan Tuhan itu sangat dasyat dan tepat pada waktuNya. Dia tahu memberikan yang terbaik buat kita. Bahkan ketika kita mengalami tekanan dalam pekerjaan, doa mampu mengubah hati seseorang. Dalam kitab Ester bagaimana lewat doa dan puasa raja Ahasyweros bisa berubah. Ratu Ester sebenarnya tanpa dipanggil raja berani menghadap mestinya hukumannya mati, tetapi doa dan puasa mengubah hukuman tersebut menjadi berkat.

Kita percaya dan yakin bahwa Tuhan kita berkuasa melakukan segala perkara. Sebab itu jangan kuatir dengan apapun yang kita hadapi, walau secara logika tidak mungkin menang tetapi serahkan semua kepada Tuhan karena dia mampu menjadikan kita pemenang. Janda di Sarfat ketika melakukan perintah Tuhan lewat Elia, maka tepung dan minyak yang dia miliki tidak pernah habis. Mujisat terjadi bukan hanya iman dan ketaatan hamba Tuhan, tetapi yang lebih penting adalah iman dan ketaatan dari kita yang membutuhkan. Ketaatan akan menghasilkan mujisat. Apa yang kita lakukan dengan tulus hati untuk Tuhan, maka Tuhan akan memberikan kepada kita berlipat kali ganda.

Jangan pelit dengan Tuhan, terutama dalam hal persepuluhan karena itu adalah miliknya Tuhan. Ketika kita melakukannya, maka Tuhan akan mencurahkan berkatNya buat kita. berikan yang terbaik buat Tuhan, maka kita akan menerima hal yang terbaik pula dari Tuhan. Janji Tuhan pasti digenapi bagi kita. Taat dan percayalah terlebih dahulu, maka Tuhan akan buktikan janjiNya digenapi dalam hidup kita.

Ayat-ayat selanjutnya menceritakan bahwa anak janda ini sakit keras dan akhirnya mati. Tetapi Tuhan menghidupkan kembali anak janda ini, sehingga janda ini mengalami dua mujisat yang luar biasa. Apapun yang sedang kita hadapi dalam hidup kita, bahkan jika sepertinya tidak ada jalan keluar, jangan kuatir. Taatlah terlebih dahulu kepada Tuhan, maka kita akan menikmati mujisat Tuhan kerjakan bagi kita.

Taat dan melakukan Firman akan menghasilkan mujizat Tuhan dalam hidup kita. AMIN

Hubungan

Kidung Agung 7:1-4

Kitab Kidung Agung berisi kebenaran yang menerangkan gambaran hubungan antara Tuhan dengan gerejaNya. Salomo memiliki sifat romantis yang tingkatnya sedikit lebih tinggi dari Daud ayahnya. Dari 1000 wanita kepunyaannya, sudah merupakan bukti bahwa betapa hebat Salomo ini mempengaruhi para wanita. Dari sejumlah besar perempuan yang dimiliki Salomo, ada satu yang mendapat perhatian lebih dari yang lain. Begitu istimewanya wanita tersebut, sehingga Salomo memberikan pujian sedikit berlebihan, dengan menggunakan kata-kata khusus, istimewa dan dipilih. Kita tidak pernah menemukan sebuah buku atau puisi dalam Alkitab dengan kalimat-kalimat yang mengungkapkan perasaan seseorang terhadap pasangannya sedemikian hebat seperti kitab Kidung Agung.

Pujian yang salah sasaran dapat berakibat merugikan seseorang. Salomo tanpa Tanpa sadar telah memberikan pujian kepada pasangannya itu melebihi apa yang selayaknya diberikan kepada Tuhan sebagai yang pantas menerima pujian. Salomo mengakhiri hidupnya dalam kepemimpinan sebagai orang nomor satu di Israel dengan kesedihan karena adanya kekosongan sebagai akibat dari kesalahannya sendiri, bukan karena orang-orang yang ada disekitar dia termasuk para wanita tersebut. Jika kita menghadapi masalah sendiri, berhentilah sebentar dan renungkanlah sejenak, jangan-jangan sumbernya itu berasal dari diri kita bukan dari sekitar kita.

Kidung Agung 7:3-4, leher adalah bagian tubuh yang posisinya terletak diantara dua bidang, kepala dan tubuh. Dalam tubuh kita ini ada jantung, paru-paru, ginjal, dll, dengan fungsinya yang telah diatur Tuhan untuk memberi kesehatan bagi tubuh. Ginjal berfungsi untuk menyaring racun, jantung untuk mengalirkan darah keseluruh tubuh. Dalam kepala ada otak dengan informasi yang bisa diteruskan keseluruh bagian tubuh untuk bertindak mengambil keputusan. Dua bahagian yang istimewa ini tidak akan berarti apa-apa bila terpisah, yang menghubungkan keduanya adalah leher. Dua bahagian ini tidak bisa dipisahkan, karena resikonya akan berakhir dengan kematian.

Siapa yang digambarkan sebagai kepala dan tubuh dalam Kidung Agung ini? Kolose 1:17-18, “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu”. Sebagai kepala, Yesus tidak bisa membanggakan diriNya karena tanpa tubuh kepala tidak berarti apa-apa. Yang akan memuji Dia sebagai kepala adalah gerejaNya, dan yang akan membanggakan gereja adalah Tuhan. Yang menjadi penghubung antara kepala dan tubuh adalah leher. Jadi leher yang dimaksud disini adalah relationship, adanya hal ini membuat kedua-duanya menjadi berarti.

Suami tidak bisa membanggakan diri sendiri, karena suami ada karena istri. Istripun demikian, dia ada karena suami. Sebutan suami atau istri menunjukkan bahwa ada seseorang yang menjadi sebab mengapa kita menjadi suami atau istri. Disinilah dua pihak saling memerlukan dan membutuhkan. Jika keduanya memiliki hubungan baik dan sehat, maka apa yang mereka perlukan masing-masing akan terpenuhi. Suami tidak bisa berharap terhadap istri yang disebut Alkitab sebagai penolong, kalau suami ini tidak memberi bantuan/dukungan bagi istrinya sebagai penolong untuk melaksanakan perannya. Sebaliknya, istri tidak bisa mengharapkan sesuatu dari suami, kalau dia tidak menolong suaminya agar bisa melaksanakan tanggung jawab dengan baik termasuk mengasihi, memperhatikan dan menolong istri.

Sebagai pasangan, terkadang kita membuat pasangan kita berada pada situasi yang sulit, dimana untuk mendapatkan sesuatu yang kita harapakan dari dia kita menjadi orang yang munafik disamping dia. Bantulah pasangan kita dengan bersikap jujur. Dia akan menjalankan kewajibannya dengan baik dan benar kalau kita dapat mendukung dia dengan tindakan ini, jangan menyeleweng, jangan menipu dan membohongi dia. Relationship ini diperlukan bagi kepentingan dua pihak. Bagaimana kita bisa terhibur dan mengkalim bahwa kita berhak mendapatkan perhatian dari pasangan kita, sementara alasan untuk itu tidak ada. Kita tidak bisa menjadikan hubungan nikah itu untuk menutup kesalahan yang seharusnya diperbaiki.

Hidup ini bukan saling memanfaatkan atau mencari keuntungan dari orang-orang didekat kita. Kita ini punya hubungan, tetapi kita tidak bisa memanfaatkan hubungan tersebut hanya karena kita menghadapi persoalan sebagai akibat dari kesalahan kita sendiri. Karena itu, baik-baiklah kita hidup, dan jagalah diri kita ini dengan membangun hubungan yang baik.

Jika kita tahu bahwa tindakan kita itu salah, maka kita harus siap menghadapi resikonya. Kalau kita tidak siap dengan resiko atas kesalahan kita, mintalah kemampuan kepada Tuhan agar terhindar dari kesalahan yang kita tahu akan membawa akibat buruk bagi kita. Karena itu, pandai-pandailah dalam mengambil keputusan. kita memiliki Tuhan yang sanggup memberikan kepada kita apa yang Dia tahu perlu dan penting buat kita. Ambilah waktu untuk berdoa. Daud berkata, satu hari dirumah Tuhan lebih baik dari pada seribu hari ditempat lain (Mazmur 84:11). Ada pendapat yang kemudian mengusulkan hal ini : milikilah kekayaan sebanyak-banyaknya, kejarlah kedudukan setinggi-tingginya dan carilah uang hingga melimpah maka kelelahan dan kejenuhan hidup karena harus mencari akan berhenti. Meskipun pandangan ini dianggap benar bagi penganutnya. Ternyata dunia mencatat hal sebaliknya mengenai mereka bahwa sesungguhnya mereka kosong, hampa dan tidak berguna. Amatlah tepat pernyataan Daud bahwa satu hari saja bersama Tuhan, dia telah mendapatkan semua yang tidak diberikan dunia. Jawabannya yang ditunggu adalah Yesus. Jabatan yang kita miliki tidak akan dapat memberikan semua harapan kita. Hanya dalam Yesus kita akan mendapatkan semua yang kita kehendaki. Jika hubungan kita baik dengan Tuhan, maka hal itu akan sangat menguntungkan kita sendiri sebagai anak Tuhan. Yohanes 21:15-18, hubungan itu penting untuk menyatakan bahwa kita membutuhkan orang lain disamping kita.

Saul berusaha mempertahankan kedudukannya sebagai pemimpin nomor satu di Israel, tetapi semakin besar keinginannnya itu, sikapnya ini menjadi sangat berbahaya. Usahanya itu akhirnya menjatuhkan Saul sendiri. Daud tidak bermaksud membunuh Goliath agar menjadi orang nomor satu di Israel. Artinya, Saul tetaplah orang nomor satu, karena Daud tidak memiliki tujuan untuk menggantikannya. Alkitab berkata bahwa setelah kemenangan Daud terhadap Goliath, para wanita dan anak-anak Israel memuji Daud dengan pujian yang akhirnya menimbulkan iri hati pada Saul. Sejak itulah Saul selalu mencari cara untuk membunuh Daud, sampai akhirnya Saul mati karena upayanya untuk membunuh Daud. Daud akhirnya menjadi raja menggantikan Saul.

Beruntunglah Saul memiliki seorang anak bernama Yonathan yang memiliki hubungan baik dengan Daud. Setelah Daud menjadi raja, beberapa tahun kemudian dia teringat hubungan dia dengan Yonathan. Daud bertanya masih adakah keturunan Saul yang tersisa. (2 Samuel 9). Daud mendapati Mefiboset yang adalah keturunan Yonathan. Karena hubungan Daud dengan Yonathan itu, maka seluruh kekayaan milik Saul dan Yonathan dikembalikan kepada Mefiboset, dan Mefiboset pun sejak saat itu makan sehidangan dengan raja. Mefiboset tidak pernah menyangka bahwa penderitaannya akan berakhir dengan sebuah kebahagiaan, karena hubungan baik yang dibangun oleh Yonathan ayahnya dengan Daud.

Pastikan diri kita merasakan nyaman saat dimana Tuhan menggantikan kekecewaan dari keadaan disekitar kita dengan kebahagiaan. Ambilah waktu untuk berdoa dan dapatkan Tuhan sebagai sahabat melebihi siapapun, agar kita menikmati kesenangan yang Tuhan janjikan. Inilah keuntungan dari sebuah hubungan yang baik. Bersama Tuhan kita pasti akan menemukan kebahagian. AMIN.

Gambar & Citra YESUS

Kejadian 1:26-28

Penciptaan selalu dimulai dengan Allah berfirman, hal ini berbeda dengan penciptaan manusia. Disana dikatakan bahwa berfimanlah Allah “baiklah Kita”, ada pribadi-pribadi yang lain yang memikirkan desain sebuah makhluk yang akan diciptakan oleh Tuhan. Tuhan tidak melihat ciptaan yang lain untuk membentuk manusia, ketika Dia selesai menciptakan segala sesuatu untuk dijadikan contoh buat melengkapi seluruh ciptaan itu. Tetapi, ada sebuah energi yang dikeluarkan Allah untuk membentuk manusia yang memiliki keserupaan dengan Dia dan kepadanya diberikan kuasa.

Kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan hebatnya kepada manusia diberikan kuasa atas segala ciptaan itu. Allah tidak memberikan kuasa kepada ciptaan yang lain, tetapi hanya kepada manusia. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa gambaran itu mulai hilang disebabkan mereka tidak menghargai rumah tangga, sebuah lembaga yang sangat dihargai oleh Tuhan. Hari-hari ini, begitu banyak persoalan yang melanda keluarga. Diantaranya adalah keterikatan dengan roh perzinahan baik pria maupun wanita.

Untuk terlepas dari roh perzinahan, tidak cukup hanya dengan berdoa tetapi kita harus bertindak. Alkitab berkata bahwa Roh yang ada didalam kita jauh lebih besar dari roh yang ada dalam dunia, karena ketika kita diciptakan untuk menggambarkan citra Yesus. Tetapi, sekarang mulai terjadi sebuah pergeseran dalam hal ini, dimana integritas seorang anak Tuhan atau gereja Tuhan yaitu berani menyatakan kebenaran mulai hilang.

Apa yang seringkali membuat kita kehilangan otoritas. Rumah tangga kita seringkali dikuasai dengan masalah dan berbagai sakit penyakit yang seolah-olah tidak pernah habis. Bukankah alkitab berkata kepada kamu diberikan kuasa, Matius 18:18, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga”. Hal ini hanya ada di dalam Tuhan. Itu sebabnya Yesus berkata dalam Yohanes 15:5, “… sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”. Ketika kuasa itu diberikan kepada kita, maka Tuhan berkata minta dan Dia akan memberikan apa yang kita minta.

Awal Tuhan menciptakan manusia, Dia selalu berkomuniasi dengan mereka. Tetapi, ketika gambar Allah itu hilang akibat kejatuhan dalam dosa, manusia mulai dikuasai oleh alam. Kejadian 1: 26, “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa …”. Hari-hari ini kuasa dan gambar allah itu hilang dalam, baik pribadi maupun keluarga sehingga kita menghadapi banyak persoalan bahkan kita dikuasai oleh masalah itu. Yang seharusnya, kita dipersiapkan Tuhan untuk mengalami kemenangan demi kemenangan.

Mazmur 51, menceritakan tentang kejatuhan seorang Daud. Dia berkata Tuhan kasihanilah aku, jangan ambil RohMu dariku (Ayat 13). Daud tahu bahwa kalau Roh Allah (Hadirat dan gambar Allah) itu hilang dalam hidupnya, maka dia akan mengalami seperti apa yang dialami Saul bapa mertuanya. Ketika hadirat Allah itu hilang kita akan dikuasai oleh berbagai persoalan.

Apa yang akan kita dapatkan ketika kita memiliki gambaran Allah itu? Efesus 5:22-23, “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh”. Tubuh Kristus yang terkecil adalah keluarga. Bagaimana kepala bisa menyelamatkan tubuh? Kristus sebagai kepala gereja menyelamatkan gerejanya, dan sebagai seorang suami juga imam dalam rumah tangga kita mempunyai tanggung jawab dalam keselamatan keluarga kita.

Nuh dikatakan oleh Tuhan sebagai satu-satunya orang benar dalam generasinya. Kita ingin melihat generasi yang selanjutnya lahir dan bertumbuh dalam takut akan Tuhan, dan hal ini harus dimulai dari keluarga. Ketika seorang Nuh hidup dalam kebenaran dan kekudusan, maka ketika Tuhan akan menghukum dunia karena kejahatannya, Tuhan menyuruh Nuh masuk ke dalam bahtera bersama istri dan anak-anaknya. Mereka bisa masuk dalam sebuah anugrah Allah yang besar, karena seorang kepala keluarga yang memiliki gambaran Allah dalam hidupnya.

Banyak orang merindukan rumah tangga yang baik dan bahagia. Mazmur 128, Istri seperti pohon anggur. Dalam Hakim-hakim 9, ketika pohon-pohon datang meminta pohon anggur untuk menjadi raja, dia berkata bagaiamana mungkin aku akan meninggalkan manisku yang menyukakan Tuhan dan manusia. Artinya, istri yang baik akan menyukakan Allah dan manusia, sehingga dia pasti akan menjadi penolong buat kita. Anak-anak dikatakan seperti pohon zaitun yang minyaknya dipakai untuk menghormati Allah, artinya anak-anak kita akan bertumbuh dalam takut akan Tuhan.

Seorang ayah harus mengutamakan kerohanian keluarga. Sekarang yang perlu orang tua investasikan buat anak-anak bukan hanya sekedar uang, pengetahuan tetapi yang paling penting adalah takut akan Tuhan. Bagaimana kita bisa menyelamatkan rumah tangga dan generasi kita? Kita harus mengembalikan fungsi keimaman dalam keluarga, agar kita juga menikmati kuasa yang Tuhan berikan kepada kita saat penciptaan.

Kejadian 18:17, Ketika penghukuman akan dilakukan terhadap Sodom dan Gomora, malaikat berkata apakah hal ini harus disembunyikan dari Abraham seorang yang selalu mempersembahkan korban yang menyenangkan hati Tuhan, serta selalu menghadirkan hadirat Allah dalam rumah tangganya.

Amos 3, Tuhan memberitahukan rahasiaNya kepada hamba-hambanya yang hidup benar dan memiliki gambar Allah. Mereka yang tetap menghargai kekudusan Allah sehingga gambaran Allah itu tetap ada dalam kehidupannya, akan berjalan dari satu tanda heran ke tanda heran yang lain. Ketika Ishak hendak pergi ke Gerar karena masalah besar yang dihadapi yaitu kekeringan, Tuhan teringat akan janjinya kepada abraham sehingga Tuhan menyuruh Ishak berhenti, Ishak kemudian menabur dan akhirnya menuai seratus kali lipat.

Tuhan bertanggung jawab sampai kepada anak cucu orang yang memiliki gambaran Allah dalam hidupnya. Daud pernah berkata, dahulu aku muda sekarang aku telah menjadi tua tetapi tidak pernah aku melihat sekali-kali Tuhan meninggalkan anak cucu orang benar. Kitab Ibrani katakan, sedikitpun Aku tidak akan meninggalkan engkau. Itulah sebabnya Daud juga berkata betapa hebat dan dasyat kejadianku, aku ditenun dalam kandungan ibuku. Kepada Yeremia Tuhan berkata bahwa dari dalam kandungan ibumu Aku telah mengenal engkau, itulah sebabnya Tuhan berkata dalam Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.

Ketika tabut Allah itu ada dalam rumah Obed Edom, alkitab berkata bagaimana Obed Edom diberkati Tuhan. Bangsa Israel setiap kali berperang harus memikul tabut Allah ini, karena mereka butuh kehadiran Tuhan. Kita butuh keimaman yang benar seperti Abraham sehinga kepada kita Tuhan akan memberitahukan rahasiaNya. Keturunan Abraham akan memberkati bangsa-bangsa jika tetap hidup dalam gambaran Allah itu. Tuhan mempercayakan generasi selanjutnya untuk dididik dalam keluarga sehingga menjadi generasi yang memiliki gambaran Allah yang memberkati bangsa-bangsa.

Kejadian 18:19, untuk mendapatkan janji itu kita harus hidup dalam kebenaran dan keadilan. Jika ingin melihat berkat dalam rumah tangga, istri seperti pohon anggur dan anak-anak seperti pohon zaitun caranya adalah tetaplah miliki gambaran Allah itu dalam keluarga. AMIN