Dahsayatnya Pengharapan

Markus 5: 25-34

Kisah ini unik, karena terjadi diantara sebuah kisah yang lain. Yesus datang lalu ada banyak orang ikut untuk melihat apa yang akan Yesus lakukan. Di tengah jalan ada seorang kepala Sinagoge bernama Yairus datang memohon kepada Yesus agar anaknya didoakan supaya sembuh. Ditengah-tengah kerumunan orang banyak itulah, ada peristiwa yang tidak diperhatikan oleh semua orang, karena orang terfokus pada apa yang sedang dihadapi Yesus dan Yairus dimana mereka mau melihat apa yang akan Yesus lakukan. Kisah ini dicatat dalam Injil Sinoptik (Matius, Markus dan Lukas), bedanya Markus mencatat lebih detail, karena ada uraian lengkap tentang wanita ini dan pergumulan batin yang dihadapinya. Peristiwa ini begitu sarat makna.

Dalam Injil Markus kita akan menemukan banyak sekali mujizat, yang bertujuan : Pertama, supaya orang makin melihat siapa Yesus sebenarnya. Jadi, kalau kita berfokus pada mujisat yang Tuhan buat memang tidak salah, tetapi kita tidak sampai pada tujuan ditulisnya Injil Markus, agar melalui mujisat itu orang akan melihat siapakah Yesus itu. Murid-murid pernah bertanya siapa orang ini, sampai angin ribut pun tunduk pada perintahNya (Markus 4:41). Jadi tujuan Markus adalah untuk mebawa pembacanya melihat siapa Yesus yang sebenarnya dengan mengadakan mujisat-mujisat itu. Kedua, agar para pembaca menjadi semakin mantap dalam mengiring Yesus. Artinya, keyakinan dan kesungguhan kita untuk mengiring Yesus bukanlah sesuatu yang sia-sia. Ketiga, agar setiap orang menemukan pengajaran yang sehat. Bukan berarti kita tidak boleh menginginkan mujisat, tetapi apa yang Tuhan akan ajarkan kepada kita melalui mujisat itulah yang penting.

Markus 5:25, perempuan ini menderita pendarahan selama 12 tahun. Beberapa catatan mencatat bahwa jenis penyakit wanita ini kemungkinan besar adalah peristiwa haid yang berkepanjangan. Yang ingin ditekankan oleh Markus bukan pada jenis penyakitnya walau memang penyakit ini sangat menyulitkan seseorang, tetapi pada efek samping yang muncul dari jenis penyakit ini. Orang-orang Israel memiliki peraturan yang dibuat pada zaman Musa mengenai mengenai najis atau kudusnya seseorang, serta boleh tidaknya seseorang beribadah kepada Tuhan.

Imamat 15 menjelaskan tentang ketidak tahiran seorang laki-laki dan perempuan. Imamat 15:25-27 mencatat hal berkenaan dengan wanita itu. Jadi, orang Yahudi punya catatan mengenai jenis penyakit ini, walaupun tidak disebutkan cara penyembuhannya. Menurut hukum Yahudi, orang ini menjadi najis dan apa saja yang kena atau digunakan perempuan ini menjadi najis, bahkan kalau orang lain bersentuhan dengan barang yang pernah bersentuhan dengan perempuan ini, maka orang itu menjadi najis. Karena kondisinya yang najis, wanita ini perlu diasingkan agar bagian yang najis itu hanya yang ada disekitarnya. Semakin lama orang itu diisolir, akan menjadi semakin berat hidupnya.

Markus 5:26, ada suatu harapan dan upaya yang besar untuk disembuhkan. Wanita ini percaya bahwa dia akan sembuh, karena itu dia berupaya meskipun dalam upayanya itu dia tidak menemukan hasil. Sebuah data menyebutkan bahwa penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Namun demikian, wanita ini tidak pernah berhenti berharap dan berupaya sekalipun tahu bahwa ini jenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan atau pada masa itu belum ketemu obatnya. Sebuah data lain menyebutkan bahwa setidak-tidaknya wanita ini telah melewati 11 jenis pengobatan, mulai yang bersifat medis dengan memberikan obat penahan rasa sakit, karena ternyata penyakit ini menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, kemudian pengobatan alternatif bahkan yang tidak masuk akal. Akibatnya, semua asetnya habis; tak tersisa.

Markus 5:27, berita yang didengarnya tentang Yesus, menimbulkan harapan akan kesembuhan. Roma 10:17, Iman datang karena mendengar Firman Kristus; Iman melahirkan harapan, dan harapan pada Tuhan tidak pernah mengecewakan. Ketika wanita ini mendengar tentang Yesus, harapannya yang hampir padam untuk sembuh muncul kembali dengan iman luar biasa, dia tidak meminta Yesus menjamah atau datang menemui dia karena dia percaya bahwa jika bisa menjamah jubah Yesus maka dia akan sembuh.

Markus 5:28-29, Berharap dan beriman saja belum cukup, harus ada tindakan iman. Tindakan iman adalah langkah berikutnya setelah orang percaya bahwa apa yang dia yakini tentang Yesus adalah sebuah kebenaran. Namun, tindakan iman itu selalu akan berhadapan dengan tantangan. Ada dua tantangan yang ada pada wanita ini : Pertama, tantangan yang muncul dari dalam. 12 tahun dia diisolir dari lingkuannya karena dia dianggap najis serta kondisi fisik yang semakin melemah. Dia tidak bisa meminta tolong kepada seseorang, karena orang takut najis kalau bersentuhan dengan dia. Hanya orang yang percaya dan berharap sungguh yang bisa bangkit dari kondisi seperti ini. Kedua, dia menghadapi kerumunan orang banyak, dan dengan kondisi fisik yang demikian bagaimana mungkin dia bisa menerobos orang banyak itu dan sampai kepada tujuan. Langkah iman mengalahkan segalanya. Dia menaruh kepercayaan dalam hatinya, kalau aku bisa menjamah jubahNya aku sembuh, itulah iman. Keyakinan iman dan harapan menyatu menjadi dorongan yang sangat kuat sehingga kalaupun dia jatuh, maka dia akan bangun lagi bahkan dia akan merayap asal sampai kepada Yesus. Banyak orang tidak melihat hal ini, tetapi Markus mencatatnya dengan detail perjuangan iman yang luar biasa.

Markus 5:30-32, pengakuan Yesus bahwa ada kuasa Allah yang mengalir. Bagian ini sangat menarik karena hanya Yesus dan perempuan itu yang tahu. Murid-murid tidak tahu apa yang dialami wanita ini dan apa yang Yesus lakukan. Alkitab berkata bahwa “ketika itu juga Yesus mengetahui”, apa yang terjadi pada wanita ini diketahui Yesus, karena yang dilakukan wanita ini sudah menarik kuasa Tuhan itu keluar. Kuasa dan hadirat Allah ditarik oleh tindakan iman wanita ini menjadi miliknya dan mengubah segalanya. Hari itu murid-murid gagal melihat bagaimana Tuhan yang luar biasa itu bekerja di tengah-tengah mereka.

Markus 5:33, pengakuan perempuan yang disembuhkan. Wanita ini gemetar dan karena sekian lama dia melihat pergumulan dan hari itu dia penyakitnya sembuh. Wanita ini datang kepada Tuhan dan menceritakan segala sesuatunya secara detail, dan inilah yang kemudian dicatat oleh Markus. Tidak berhenti disitu, karena Tuhan mau berbicara sesuatu yang lain dalam Markus 5:34. “Imanmu telah menyelamatkan engkau”, itu kalimat yang biasa, karena jika kita membaca kisah-kisah yang terjadi dalam injil Markus tentang mujisat, Tuhan selalu mengakhiri dengan kalimat ini. Tetapi terhadap peristiwa ini, Yesus tidak berhenti sampai disitu, selanjutnya Dia berkata “pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu”. Selamat ini bukan sekedar keselamatan dalam arti orang terima Yesus, selamat. Tetapi, damai sejahtera Tuhan turun dalam hidupnya. Artinya, kalau 12 tahun dia hidup dengan pergumulan dan kekuatiran karena semua asetnya habis, maka saat itu semuanya tergantikan karena Tuhan memberikan damai sejahtera. Kemudian, kalau kita membaca kitab Imamat, maka orang ini harus menghadap imam dahulu untuk dapat dikatakan sembuh atau tahir. Tetapi, terhadap wanita ini Yesus tidak berkata seperti itu, tetapi Yesus berkata “sembuhlah dari penyakitmu”. Hari itu, recoverinya berlangsung begitu cepat. Wanita ini bukan hanya berhenti pendarahannya, tetapi bagian-bagian dari tubuhnya yang sakit itu dipulihkan lagi. Dan hari itu, wanita ini menerima berkat berganda, bukan hanya keselamatan atau damai sejahtera yang melampaui segala akal itu tetapi juga kesembuhan yang tidak perlu diuji lagi atau melewati aturan-aturan yang ada, karena dia sudah betul-betul sembuh.

Empat hal penting sebagai kesimpulan. Pertama, Yesus adalah sumber pengharapan yang tidak pernah mengecewakan kita dalam berbagai situasi. Artinya, jika kita berada dalam situasi yang paling buruk sekalipun jangan pernah berhenti berharap. Kedua, pengharapan yang tulus akan Tuhan tidak pernah mengecewakan. Ketiga, kekuatan dalam pengharapan bisa melahirkan mujizat Allah terjadi. Keempat, kita akan menerima berkat berganda dari pengharapan kita.

AMIN

Speak Your Mind

*