<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GPdI Bethlehem</title>
	<atom:link href="http://www.gpdibethlehem.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.gpdibethlehem.org</link>
	<description>Kelapa Gading</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2012 16:02:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Bersama Roh Tuhan</title>
		<link>http://www.gpdibethlehem.org/bersama-roh-tuhan</link>
		<comments>http://www.gpdibethlehem.org/bersama-roh-tuhan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 16:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GPdI Bethlehem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beth Sense]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gpdibethlehem.org/?p=965</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang anda anggap sebagai hal yang paling menentukan untuk mencapai kesuksesan? Jawaban akan pertanyaan ini mungkin bisa beragam. Ada yang menjawab tingginya tingkat pendidikan, tempat belajar, kekuatan finansial, relasi, semangat, mental dan lain-lain. Tidak jarang pula orang menempatkan faktor keberuntungan sebagai jalan utama menuju sukses. Semua aspek di atas bisa berpengaruh terhadap keberhasilan. Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Apa yang anda anggap sebagai hal yang paling menentukan untuk mencapai kesuksesan? Jawaban akan pertanyaan ini mungkin bisa beragam. Ada yang menjawab tingginya tingkat pendidikan, tempat belajar, kekuatan finansial, relasi, semangat, mental dan lain-lain. Tidak jarang pula orang menempatkan faktor keberuntungan sebagai jalan utama menuju sukses. Semua aspek di atas bisa berpengaruh terhadap keberhasilan. Tapi sesungguhnya semua itu bukanlah yang terutama. Kekeliruan dalam memandang faktor terpenting akan kesuksesan membuat orang menjadi gampang menyerah ketika tidak memiliki salah satu dari elemen-elemen ini, apalagi jika apa yang tidak ada atau kurang itu dianggap sebagai hal yang terpenting. Sebagai akibatnya, ada banyak orang yang kemudian berhenti berusaha atau malah tidak mulai sama sekali sebelum mencoba. Mereka yang merasa tidak mampu untuk akan menghindar dengan berbagai macam alasan. Lucunya, banyak diantara mereka malah terus menyalahkan kondisi mereka tanpa mau melakukan apapun. Tidak jarang pula sebagian lagi berani menyalahkan Tuhan dengan menuduhNya tidak adil, berat sebelah atau pilih kasih. Alkitab sudah menyatakan dengan jelas bahwa cara berpikir seperti itu sebenarnya keliru. Apa yang menjadi hal terpenting bukanlah faktor-faktor di atas, walau sedikit banyak mungkin bisa berpengaruh, melainkan apakah kita berjalan disertai Tuhan atau tidak, apakah Roh Tuhan berkuasa atas kita atau kita terus mengandalkan diri sendiri, manusia lain atau juga berbagai hal duniawi lainnya.</p>
<p align="justify">Banyak diantara kita yang lupa bahwa tanpa Tuhan kita bukanlah apa-apa. Memiliki keahlian tentu saja bisa menjadi alat yang sangat berguna untuk bekerja. Jika anda beruntung memiliki modal tentu saja bisa sangat membantu untuk memulai sebuah usaha. Namun di atas itu semua, jangan lupa bahwa kita butuh Roh Tuhan dalam hidup kita. Roh Tuhan akan membimbing kita, memampukan kita untuk bekerja bahkan lebih dari apa yang kita pikirkan. Anda akan kaget melihat sejauh mana anda bisa melangkah apabila kuasa Roh Kudus bekerja. Banyak tokoh Alkitab pun dahulu mengalaminya sendiri.</p>
<p align="justify">Mari kita lihat salah satunya, yaitu Simson. Simson adalah manusia biasa seperti halnya kita, bukan superhero sekelas Superman atau Batman, apalagi orang dari planet lain. Tapi lihatlah apa yang dicatat dalam Alkitab mengenai kekuatan dan keberaniannya. &#8220;Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing&#8211;tanpa apa-apa di tangannya&#8230;&#8221; (Hakim Hakim 14:6). Jelas dikatakan bahwa Simson itu mampu mencabik-cabik seekor singa, dan perhatikan lanjutannya: tanpa apa-apa ditangannya. Simson tidak dikatakan memiliki golok, atau senjata lainnya untuk melawan singa. Dia tidak dibilang sebagai manusia berotot kawat dan bertulang baja, yang diciptakan dengan kekuatan istimewa sekelas Superman. Simson melakukan hal yang secara logika tidak mungkin terjadi justru hanya dengan tangan kosong. Bagaimana Simson mampu melakukan itu? Alkitab menyebutkan alasannya. Itu terjadi karena Roh TUHAN berkuasa atas dia. Tanpa Roh Tuhan, mungkin Simson akan berusaha lari terbirit-birit menyelamatkan diri, atau mungkin pasrah dikoyak-koyak dagingnya sampai mati oleh singa. Tapi yang terjadi bukanlah seperti itu. Ia manusia biasa, akan tetapi ketika Roh Tuhan berkuasa atas hidupnya, dia mampu melakukan pekerjaan yang begitu mustahil.</p>
<p align="justify">Dalam kisah lainnya, kita melihat betapa Mikha menyadari bahwa kemampuannya untuk menyampaikan pesan Tuhan bukanlah semata-mata karena kehebatannya, namun itu semua bisa terjadi karena Roh Tuhan. &#8220;Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya.&#8221; (Mikha 3:8). Lihat pula bagaimana Yusuf bisa terus dikatakan berhasil bahkan ketika tengah berada dalam situasi yang tidak kondusif dimana ia diperlakukan tidak adil atau terancam nyawanya. Kehadiran Roh Allah dalam diri Yusuf bahkan bisa dirasakan langsung oleh Firaun yang waktu itu menjabat raja Mesir. Lihat apa kata Firaun berikut ini. &#8220;Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: &#8220;Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?&#8221; (Kejadian 41:38). Dari semua gambaran ini, jelaslah bahwa ada kuasa luar biasa dalam Roh Kudus yang sanggup memampukan kita melakukan perkara-perkara yang besar. Kita harus mau mengakui bahwa dalam hidup ini kita butuh kehadiran Roh Kudus lebih dari kebutuhan lainnya seperti modal (finansial), tingginya pendidikan, gelar, keahlian, keberuntungan dan lain-lain. Itu sebabnya ada tertulis bahwa kita harus hidup dan dipimpin oleh Roh. &#8220;Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.&#8221; (Galatia 5:25).</p>
<p align="justify">Dalam kehidupan ini kita pun sewaktu-waktu bisa berhadapan dengan &#8220;singa-singa ganas&#8221; seperti masalah, kesulitan, pergumulan, masalah keuangan, sakit penyakit dan berbagai penderitaan lainnya, yang setiap saat bisa merobek-robek kita. Tapi dengan kuasa Roh Allah yang memerdekakan, kita sanggup merdeka dari segala beban masalah yang menghimpit kita. Tanpa Roh Kudus mungkin orang bisa berhasil, tapi seberapa lama hal itu bisa bertahan, dan yang lebih penting lagi, apakah itu sesuai dengan rencana Tuhan bagi kita atau tidak? Hari ini mari kita sama-sama membuka hati kita kepada Roh Kudus. Hiduplah penuh dalam pimpinanNya. Betapapun kecilnya kita, dalam Roh Tuhan kita dapat melakukan perkara-perkara besar dengan penuh keberhasilan, termasuk perkara-perkara yang bertentangan dengan logika, ajaib dan tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.</p>
<p align="justify"><strong><em>Manusia yang &#8220;biasa&#8221; sanggup melakukan perkara luar biasa apabila kuasa Roh Kudus meliputi kita</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gpdibethlehem.org/bersama-roh-tuhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Yang Berkenan Kepada Allah</title>
		<link>http://www.gpdibethlehem.org/hidup-yang-berkenan-kepada-allah</link>
		<comments>http://www.gpdibethlehem.org/hidup-yang-berkenan-kepada-allah#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 07:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GPdI Bethlehem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[Pdt. Natanael Liando]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gpdibethlehem.org/?p=963</guid>
		<description><![CDATA[Efesus 5: 17 &#8221;Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Pada Saat ini kita akan belajar lewat kebenaran Firman Allah, sesungguhnya bagaimana kriteria orang yang bodoh di hadapan Allah. Didalam dunia ini ada begitu banyak orang yang pandai-pandai dengan kemampuan yang berbeda-beda yang satu dengan yang lain. Bahkan setiap perusahaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Efesus 5: 17</strong> &#8221;Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Pada Saat ini kita akan belajar lewat kebenaran Firman Allah, sesungguhnya bagaimana kriteria orang yang bodoh di hadapan Allah. Didalam dunia ini ada begitu banyak orang yang pandai-pandai dengan kemampuan yang berbeda-beda yang satu dengan yang lain. Bahkan setiap perusahaan yang akan mencari karyawan membutuhkan orang-orang yang pintar. Jika dunia memerlukan orang-orang yang pintar, maka demikian juga Tuhan ingin memakai orang-orang yang pintar dalam gereja untuk melayani. Kita akan melihat orang yang bodoh menurut Allah.</p>
<p align="justify">Pertama, dalam kitab injil <strong>Matius 7:24</strong>, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukanya, ia sama dengan orang yang bijak sana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukanya, ia sama dengan orang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu dan hebatlah kerusakanya.”</p>
<p>Walaupun kita memiliki pendidikan, jabatan atau kedudukan yang tinggi, namun jika ia telah mendengar firman Tuhan tetapi tidak melakukanya, maka firman Tuhan berkata bahwa ia adalah orang yang bodoh. Bodoh di hadapan manusia belum tentu bodoh di hadapan Allah, sebab jika kita mendengar firman Tuhan dan melakukanya dengan setia, maka kita adalah orang yang bijaksana di hadapan Tuhan. Begitulah kisah perjalanan Saul yang tidak memiliki ketaatan untuk melakukan perintah dari Allah. Dengan demikian Allah menolak Saul menjadi seorang raja, <strong>1 Samuel 15:9,19</strong>. Jika kita memiliki kerinduan ingin ditolong Tuhan dan melihat berkat-berkat Allah tercurah dalam rumah tangga kita, maka biarlah kita mau taat untuk melakukan Firman Allah. Sebagai contoh kita bisa melihat bagaimana keadaan orang yang mau dengar-dengaran atau taat melakukan perkataan Yesus. Mereka alami berkat yang luar biasa, <strong>Lukas 5:4-7</strong>. Atau mungkin kita menghadapi persoalan yang sampai hari ini belum dapat terselesaikan mari kita kembali intropeksi diri kita apakah kita sudah dengar-dengaran kepada firman Tuhan? Jika kita masih mengabaikan firman biarlah kita kembali untuk meminta Roh Kudus untuk memampukan kita memiliki komitmen dalam melakukan perintah-perintah Tuhan dengan lebih sungguh. Sebab setiap orang yang memiliki roh ketundukan dan mau dengar-dengaran akan suara Tuhan, maka mereka pasti mampu untuk melakukan kehendak Allah.</p>
<p align="justify">Kedua, <strong>Lukas 12: 16-21</strong>. “Kemudian Ia mengatakan kepada mereka sebuah perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan merombak yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu akau akan berkata kepada jiwaku: jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah engkau sediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” Tidak salah dan tidak berdosa jika kita menjadi orang kaya, tetapi jika kita diberkati oleh Tuhan biarlah kiranya kita mampu untuk mengerti tentang kehendak Tuhan, jangan sampai kekayaan kita itu membuat iman kita menjadi lemah. Alkitab telah mengajar kita ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk berkorban dalam melayani Tuhan ada korban syukur, korban buah sulung, korban makanan, korban sepersepuluh, bahkan kita harus menyadari bahwa berkat yang kita terima itu semuanya berasal dari Tuhan. Dengan kata lain berkat itu adalah titipan dan kepercayaan Tuhan kepada kita. Apalah artinya bila kita memiliki banyak harta namun hidup kita binasa oleh karena kita menjauh dari Dia dan tidak pernah mau untuk melakukan kehendak-Nya. Biarlah kita menjadi orang-orang yang bijak sana di hadapan Tuhan, bukan menjadi orang yang bodoh.</p>
<p align="justify">Ketiga orang yang bodoh dihadapan Tuhan, <strong>Matius 25: 1-3</strong>. “Pada waktu itu hal kerajaan surga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima diantaranya bodoh dan lima bijak sana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak.” Minyak berbicara tentang kuasa Roh Kudus, tidak salah kita meminta berkat kepada Tuhan agar keperluan kita dicukupkan atau kita meminta kuasa kesembuhan, tetapi yang terutama yang harus kita miliki adalah suatu kerinduan untuk dipenuhi oleh Kuasa Roh Kudus, setiap gereja Tuhan harus dipenuhi Roh Kudus, sebab Kuasa Roh Kudus itulah yang akan memampukan kita untuk tetap kuat dalam menjalani setiap proses hidup yang kita alami diakhir Zaman ini.</p>
<p align="justify">Gereja yang akan diangkat adalah gereja yang penuh dengan kekudusan dan gereja yang akan disingkirkan adalah gereja yang memiliki iman, jika kita meminta dengan penuh kerendahan hati maka kita akan dipenuhi oleh Roh Kudus, <strong>Matius 7:7</strong>. “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Bila kita alami kepenuhan Roh Kudus, maka kita kan menjadi saksi-saksinya Tuhan untuk memberitakan Injil keselamatan bagi setiap orang-orang yang belum pernah mendengar Firman Allah dan bagi orang yang menolak Injil. Mungkin bagi kita hal itu mustahil dan sangat sulit, tetapi lewat kuasa Roh Kudus yang bekerja dalam hidup kita maka hal yang tidak mungkin dapat menjadi mungkin, sebab bagi Allah tidak ada perkara yang mustahil, <strong>Lukas 1:37</strong>. Kiranya kita menjadi umat-umat yang bijaksana dan taat untuk melakukan segala perintah Allah bangunlah kerinduan untuk dipenuhi Roh Kudus agar kita mampu untuk menjalani hidup ini dan menjadi orang-orang yang berkenan kepada Allah. AMIN.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gpdibethlehem.org/hidup-yang-berkenan-kepada-allah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tembok Perlindungan</title>
		<link>http://www.gpdibethlehem.org/tembok-perlindungan</link>
		<comments>http://www.gpdibethlehem.org/tembok-perlindungan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 15:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GPdI Bethlehem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beth Sense]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gpdibethlehem.org/?p=960</guid>
		<description><![CDATA[Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya. Zakharia 2:5 Tembok Besar Cina mulai didirikan pada abad ke-3 SM. Tembok yang kerap disebut sebagai “keajaiban dunia kedelapan” itu memiliki panjang sekitar 5.500 mil (8.850 kilometer). Tembok Besar tersebut dibangun untuk melindungi rakyat dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya. Zakharia 2:5</p>
<p align="justify">Tembok Besar Cina mulai didirikan pada abad ke-3 SM. Tembok yang kerap disebut sebagai “keajaiban dunia kedelapan” itu memiliki panjang sekitar 5.500 mil (8.850 kilometer). Tembok Besar tersebut dibangun untuk melindungi rakyat dari serbuan mendadak para pengembara dan menjaga mereka dari penyerangan yang dilakukan Negara-negara musuh. Meski demikian, sekokoh apapun tembok tersebut, toh sejarah membuktikan Negara Tiongkok bisa dibobol oleh musuh juga.</p>
<p align="justify">Zakharia mendapatkan sebuah penglihatan, yaitu penglihatan tentang seseorang yang sedang memegang tali pengukur untuk mencoba memastikan panjang dan lebar tembok Yerusalem (ay. 1,2). Tetapi ketika pria itu bermaksud untuk membangun kembali tembok benteng yang mengelilingi kota. Orang ini kemudian diberi tahu bahwa ia tidak perlu membangun benteng itu kembali karena Yerusalem akan dipenuhi oleh banyak umat Allah sehingga tembok Yerusalem itu tidak akan mampu memuat mereka semua (ay. 4). Selain itu, mereka tidak lagi membutuhkan tembok karena Tuhan telah berjanji, “Aku sendiri… akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya” (ay. 5).</p>
<p align="justify">Apa makna kebenaran itu bagi hidup kita? Sama seperti tujuannya, kita pun sering membangun tembok-tembok dengan tujuan untuk memberi rasa aman perlindungan bagi kita. Dengan cara bagaimana kita membangun tembok perlindungan kita? Bukankah sering kali kita berpikir bahwa uang, harta, investasi, atau sebuah kedudukan akan memberi jaminan rasa aman bagi kita. Pernahkah kita berpikir bahwa semua kekayaan itu hanya memberi perlindungan semu dan sama sekali tidak akan memberi jaminan perlindungan? Ya, dalam sekejap mata semua itu bisa hancur. Rasa aman dan perlindungan sejati hanya akan kita peroleh ketika kita menjadikan Tuhan sebagai temboknya. Benar, jika Tuhan sendiri yang menjadi tembok berapi yang menyertai hidupan kita, maka tidak aka nada yang perlu kita khawatirkan. Jadikan Tuhan sebagai tembok perlindungan! Sebab, jika Tuhan ada di pihak kita siapakah lawan kita?</p>
<p align="justify">Sekuat apapun tembok yang dibangun manusia, itu hanya memberikan perlindungan semu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gpdibethlehem.org/tembok-perlindungan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekayaan atau Kebahagiaan</title>
		<link>http://www.gpdibethlehem.org/kekayaan-atau-kebahagiaan</link>
		<comments>http://www.gpdibethlehem.org/kekayaan-atau-kebahagiaan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 15:54:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GPdI Bethlehem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beth Sense]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gpdibethlehem.org/?p=958</guid>
		<description><![CDATA[Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 1 Timotius 6:9 Kita dibombardir dengan informasi, iklan, film, maupun budaya hedonis yang mengatakan bahwa kekayaan membuat kita berbahagia. Kekayaan memungkinkan kita mendapatkan apa saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 1 Timotius 6:9</p>
<p align="justify">Kita dibombardir dengan informasi, iklan, film, maupun budaya hedonis yang mengatakan bahwa kekayaan membuat kita berbahagia. Kekayaan memungkinkan kita mendapatkan apa saja yang kita inginkan. Itu sebabnya orang beramai-ramai ingin memiliki sentuhan Midas dan bisa menghasilkan kekayaan. Sebuah harian menurunkan foto pesepakbola Cristiano Ronaldo dengan Lamborghini barunya sebagai headline utama. Untuk merayakan ultahnya, Ronaldo menghadiahi dirinya sendiri dengan Lamborghini Aventador LP-700 4 seharga 4 miliar. Mahal? Tidak bagi Ronaldo, sebab harga tersebut ia dapatkan cukup dengan gajinya selama 10 hari.</p>
<p align="justify">Wajar jika banyak orang menjadi iri melihat kekayaan orang lain. Apakah kita sebagai orang Kristen juga iri terhadap kekayaan orang lain? Sebelum iri hati menguasai kita, ada baiknya kita baca tulisan B.C Forbes, seorang pengusaha sukses Amerika. Beliau berkata, “Apakah keinginan Anda mengarah pada rumah besar, mobil mewah, baju mewah, kelimpahan hiburan, dan sebagainya? Jika ya, lihatlah ke sekeliling Anda pada orang-orang yang memiliki hal-hal semacam itu. Menurut Anda, apakah benar mereka lebih bahagia dari Anda? Apakah mereka lebih disukai oleh teman-teman mereka ketimbang Anda oleh teman-teman Anda? Andrew Carnegie berkata, “Para milyuner jarang tersenyum.” Apa yang dikatakan Carnegie itu sepenuhnya benar!”</p>
<p align="justify">Memang benar kekayaan bisa membawa kesenangan kepada kita, namun kekayaan itu juga tak sepenuhnya membawa kebahagiaan kepada kita. Jika kita berpikir bahwa untuk berbahagia kita harus menjadi kaya lebih dulu, urungkan niat bodoh macam itu. Sebab bahagia bukan masalah kita kaya atau tidak. Bahagia tidak terletak pada materi tapi terletak pada hati. Bahkan faktanya, kebahagiaan tidak ditentukan oleh seberapa banyak yang kita dapatkan, namun seberapa banyak yang kita lepaskan. Menjadi kaya boleh-boleh saja. Siapa sih orangnya yang tidak ingin kaya? Kaya itu boleh, tapi kaya itu bukanlah segalanya. Kejarlah hal-hal yang bisa membuat kita bahagia, bukan hanya sekadar kaya.</p>
<p align="justify"><em>RHS</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gpdibethlehem.org/kekayaan-atau-kebahagiaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berjalan Dalam Kebenaran Firman Tuhan</title>
		<link>http://www.gpdibethlehem.org/berjalan-dalam-kebenaran-firman-tuhan</link>
		<comments>http://www.gpdibethlehem.org/berjalan-dalam-kebenaran-firman-tuhan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 12:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GPdI Bethlehem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khotbah]]></category>
		<category><![CDATA[Pdt. Stanley]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gpdibethlehem.org/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[Yudas 1:5, “Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukanya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-NYA dari tanah mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya.” Yang menulis surat Yudas ini adalah Yudas saudara kandung Yesus dan ini bukanlah Yudas iskariot yang menghianati Yesus, sebab ketika Yesus mati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Yudas 1:5</strong>, “Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukanya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-NYA dari tanah mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya.” Yang menulis surat Yudas ini adalah Yudas saudara kandung Yesus dan ini bukanlah Yudas iskariot yang menghianati Yesus, sebab ketika Yesus mati atau disalibkan Yudas iskariot sudah terlebih dahulu mati dengan menggantung diri karena perbuatanya jahat yang telah menjual Yesus. Tetapi penulis surat Yudas ini adalah saudara kandung Yesus sendiri <strong>Matius 13:55,</strong> “Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?” Yudas pada awalnya adalah seorang yang menentang Yesus, sebagai saudaranya, karena pada saat itu Yesus sedang mengajar di bait Allah dan Ia berkata kepada orang banyak, bahwa Ia adalah anak Allah, yang berasal dari surga sehingga ketika saudara-saudara Yesus mendengar hal itu khususnya Yudas, maka mereka marah dan menganggap bahwa Yesus ini sudah gila, karena Yakobus, Yusuf, dan simon sudah lama bersama-sama dengan Yesus dari sejak anak-anak sampai dewasa. Sehingga mereka tidak percaya kalu Yesus itu berasal dari surga.</p>
<p align="justify">Sampai kepada awal pelayanan Yesus di bumi Yudas tetap tidak percaya kepada Yesus dengan berkata bahwa Ia adalah anak Allah, karena Yudas pada saat itu selalu memandang keberadaan Yesus dari masa kecilnya masih bersama-sama mereka dibawah asuhan orang tuanya Yusuf tukang kayu dan Maria. Tetapi ketika Yesus mati di kayu salib dan bangkit pada hari yang ketiga, peristiwa itulah yang meyakinkan Yudas untuk percaya kepada Yesus. Maka mata Yudas yang selama ini tertutup yang hanya melihat keberadaan Yesus secara fisik dan hanya memandang Yesus sebagai saudara secara jasmani saja. Dimana orang yang dianggapnya selama ini sebagai saudara kandung atau manusia biasa yang berpropesi sebagai tukang kayu adalah pribadi yang berasal dari surga bukan dari dunia.</p>
<p align="justify">Sehingga Yudas menjadi percaya akan keberadaan Yesus, dan sampai akhirnya Yudas menjadi penatua di Yerusalem. Dalam pertobatanya dia sangat dihormati oleh para rasul-rasul yang lain. Yudas yang sebagai gembala di Yerusalem berusaha untuk menulis surat kepada orang-orang yahudi atau orang-orang percaya yang sudah mengetahui kebenaran Firman Allah dalam <strong>ayat 5-7</strong>, Yudas juga menjelaskan bahwa ada tiga contoh penghukuman Allah yang harus diperhatikan pertama (<strong>ayat 5</strong>); hukuman Allah terhadap Israel, Israel adalah biji mata Tuhan dan sebagai umat pilihan Allah, tetapi Allah berkata bahwa Ia akan membinasakan orang yang tidak percaya kepada-NYA. Kedua (ayat); penghukuman Allah terhadap malikat-malaikat yang tidak taat dan memberontak yang telah melampaui batas-batas kekuasaan mereka yaitu malaikat-malaikat yang bersama lusifer memiliki keinginan untuk disembah sebagai Tuhan. Ketiga (<strong>ayat 7</strong>); Sodom dan Gomora dihukum Allah, karena mereka tidak mau bertobat selalu melakukan hal-hal yang jahat dimata Tuhan.</p>
<p>Keselamatan pertama yang diterima bangsa Israel dari Tuhan adalah adanya kenyataan bahwa hidup mereka telah ditebus oleh Tuhan <strong>Keluaran 12: 1-3</strong> “ Berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir; “Bulan inilah akan menjadi permulaan bagimu; tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.” Keselamatan yang kedua yang diterima bangsa Israel dari Tuhan adalah babtisan air dan babtisan Roh kudus <strong>1 korintus 10:1-2</strong> &#8221;Aku mau, supaya kamumengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibabtis dalam awan dan dalam laut.” Allah menebus bangsa Israel dari Mesir dengan cara yang luar biasa lewat pimpinan dari musa, membawa mereka ke tanah kanaan melewati padang gurun dan membaptis mereka semua di laut Kolsom, dan memenuhi mereka dengan Roh kudus. Tetapi walaupun demikian bangsa Israel yang telah menerima semua fasilitas yang diberikan Allah bagi mereka itu seolah-olah tidak bermanfaat, karena mereka tetap melakukan dosa atau kesalahan dihadapan Allah sehingga pada saat itu Allah berfirman kepada Musa agar mereka semua memelihara hari-hari sabat dengan menguduskan diri mereka setiap hari kepada Tuhan <strong>keluaran 31: 12-13 </strong>“ Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “ Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari sabat-KU harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu”, <strong>keluaran 32:31-33, 33:12-17</strong>. Setiap hari bangsa Israel dikuduskan, mereka semua menerima kasih karunia Allah, hadirat dan pimpinan Allah. Demikian dengan hidup kita sebagai orang-orang yang percaya, sudah dibaptis dan dipenuhi Roh kudus, sering sekali kita melakukan dosa. Hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan, oleh karena itulah kita harus setiap hari datang kepada Tuhan untuk meminta pegampunan kepada Allah <strong>1 Yohanes 1:9</strong>, “Jika kita mengaku dosa kita,maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”</p>
<p align="justify">Bukan saja kita mengaku dosa kepada Allah , tetapi kita juga harus berusaha agar kita tidak jatuh lagi kepada dosa yang semula. Jika hal ini bisa terjadi kepada bangsa Israel, maka tidak menutup kemungkinan pengalaman bangsa Israel ini bisa terulang kepada kita yang sudah percaya kepada Tuhan, oleh sebab itulah Yudas yang sebagai rasul member peringatan kepada orang Yahudi . <strong>Yudas 1:5b</strong>, “aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya”. Kiranya kita menjadi umat-umat Tuhan yang mampu untuk menjaga atau mempertahankan kepercayaan kita dan Roh Kuduslah yang akan memampukan kita untuk berjalan di atas kebenaran Firman Allah. AMIN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gpdibethlehem.org/berjalan-dalam-kebenaran-firman-tuhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses Pembentukan Tuhan</title>
		<link>http://www.gpdibethlehem.org/proses-pembentukan-tuhan</link>
		<comments>http://www.gpdibethlehem.org/proses-pembentukan-tuhan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 15:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GPdI Bethlehem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beth Sense]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gpdibethlehem.org/?p=954</guid>
		<description><![CDATA[“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.”Amsal 27:17 Pernahkan Saudara melihat bagaimana sebuah pisau yang tajam dibuat? Proses pembuatan diawali dari sebuah batang besi yang telah diukur sesuai dengan panjang dan lebar pisau yang dikehendaki. Kemudian batangan besi tersebut dibakar sambil ditempa lewat pukulan palu yang bertubi-tubi sehingga akhirnya berbentuk pisau seperti yang dikehendaki oleh pembuatnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.”Amsal 27:17</p>
<p align="justify">Pernahkan Saudara melihat bagaimana sebuah pisau yang tajam dibuat? Proses pembuatan diawali dari sebuah batang besi yang telah diukur sesuai dengan panjang dan lebar pisau yang dikehendaki. Kemudian batangan besi tersebut dibakar sambil ditempa lewat pukulan palu yang bertubi-tubi sehingga akhirnya berbentuk pisau seperti yang dikehendaki oleh pembuatnya. Setelah itu barulah besi yang telah berbentuk pisau tersebut diasah sehingga tajam dan dipoles sehingga menarik dan berkilauan.</p>
<p align="justify">Proses pembentukan karakter kekristenan kita seringkali diawali bagaikan sepotong besi yang kasar, keras, buruk dan tidak berguna. Diperlukan pukulan yang berkali-kali lewat kesulitan hidup dan pencobaan yang kita alami sehingga akhirnya menjadi sebuah manusia dengan model dan karakter seperti yang dikehendaki oleh sang Pencipta. Hal tersebut mungkin terasa panas dan menyakitkan. Bahkan seringkali membuat kita merasa tidak tahan dan berteriak kesakitan. Tetapi itulah proses yang harus kita jalani agar menjadi sebuah alat yang indah dan berguna bagi orang lain.</p>
<p align="justify">Demkian juga seringkali Tuhan memakai orang lain untuk membentuk karakter kita lewat konflik, ketidakcocokan, perbedaan pendapat, perdebatan, kritik, ejekan bahkan perbuatan yang menyinggung perasaan dan harga diri kita.</p>
<p align="justify">Bagaimanakah dengan pembentukan karakter yang Tuhan sedang kerjakan dalam kehidupan Saudara? Mungkin saat ini saudara sedang mengalami hal-hal yang sulit dan menyakitkan dengan perbuatan orang lain yang ada di sekitar saudara, apakah itu teman kerja, saudara kandung, saudara seiman, majikan, orang tua, anak-anak atau bahkan pendeta saudara sekalipun.</p>
<p align="justify">Bersabarlah dan anggap itu sebagai suatu proses pembentukan yang Tuhan izinkan dan kehendaki terjadi dalam hidup saudara supaya saudara memiliki nilai yang mulia seperti emas. Ayub juga mengalami proses pembentukan Tuhan yang sangat menyakitkan, tetapi ia berkata dalam Ayub 23 : 10 sbb: “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gpdibethlehem.org/proses-pembentukan-tuhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Pikiran Allah</title>
		<link>http://www.gpdibethlehem.org/di-pikiran-allah</link>
		<comments>http://www.gpdibethlehem.org/di-pikiran-allah#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 15:45:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GPdI Bethlehem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beth Sense]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gpdibethlehem.org/?p=951</guid>
		<description><![CDATA[“Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” Mazmur 8:4 Bagaimanakah perasaan saudara jika suami, istri, anak, orang tua, sahabat atau orang-orang yang terdekat tiba-tiba mendiamkan bersikap diam dan cuek dengan saudara? Pasti rasanya tidak nyaman, bukan? Dalam Alkitab kita menjumpai hanya ada dua orang yang disebut “hidup bergaul dengan Allah”, yaitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” Mazmur 8:4</p>
<p align="justify">Bagaimanakah perasaan saudara jika suami, istri, anak, orang tua, sahabat atau orang-orang yang terdekat tiba-tiba mendiamkan bersikap diam dan cuek dengan saudara? Pasti rasanya tidak nyaman, bukan?</p>
<p align="justify">Dalam Alkitab kita menjumpai hanya ada dua orang yang disebut “hidup bergaul dengan Allah”, yaitu Henokh (Kej. 5:22) dan Nuh (Kej. 6:9). Bergaul dengan Allah menyebabkan keduanya mengalami pengalaman luar biasa dengan Allah. Henokh diangkat ke sorga dalam keadaan hidup-hidup, dan Nuh diselamatkan dari air bah dengan bahtera yang dibangunnya atas perintah Tuhan.</p>
<p align="justify">Ketika air bah melanda seluruh bumi, Allah menyuruh Nuh untuk masuk ke dalam bahtera. Perintah untuk masuk ke dalam bahtera adalah komunikasi terakhir dari Allah untuk Nuh. Selama berbulan-bulan kemudian, di dalam bahtera Nuh seperti kehilangan komunikasi dengan Tuhan.</p>
<p align="justify">Jika kita bepergian dengan kapal laut atau alat transportasi lainnya, di tiket yang kita pegang tertera tempar debarkasi (pelabuhan asal) dan embarkasi (pelabuhan tujuan). Tetapi tidak demikian dengan Nuh. Nuh tidak pernah tahu tujuan akhir dari &#8216;pelayaran&#8217;-nya, dan bahkan tidak pernah mendapat petunjuk Tuhan selama dalam perjalanan tersebut, sampai akhirnya dikatakan dalam Kejadian 8:1, “Maka Allah mengingat Nuh…”. Apakah diamnya Allah disebabkan oleh karena Allah lupa dengan Nuh?</p>
<p align="justify">Dalam bahasa Ibrani, “mengingat” berarti &#8216;menaruh dalam pikiran&#8217;. Ternyata sekalipun Allah &#8216;berdiam diri&#8217;, Ia tidak pernah lupa dengan Nuh. Malah Nuh selalu ada di dalam pikiran Allah! Benarlah pujian yang berkata, “Ku di tanganMu, ku di hatiMu, di pikiranMu, di rencanaMu… tak pernah ditinggalkan..”</p>
<p align="justify">Bukankah kita pun seringkali mengalami sepertinya Tuhan berdiam diri terhadap kita? Kita berseru dalam doa, berteriak minta tolong tetapi sorga sepertinya lengang, tidak ada jawaban! Kemudian kita menganggap bahwa mungkin saking sibuk dengan banyak urusan, Tuhan telah melupakan kita. Saudara, ketahuilah bahwa engkau selalu ada dalam pikiran Allah! Ia tidak pernah mengeluarkan engkau dari sana. Ketika saatNya tiba, dalam kedaulatan kuasaNya Ia akan bergerak untuk menjawab dan menyelamatkan engkau.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gpdibethlehem.org/di-pikiran-allah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahukah Anda?</title>
		<link>http://www.gpdibethlehem.org/tahukah-anda-2</link>
		<comments>http://www.gpdibethlehem.org/tahukah-anda-2#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 15:44:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GPdI Bethlehem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refreshing Mind]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gpdibethlehem.org/?p=949</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda bentuk Alkitab sampai abad 4 Masehi adalah tumpukan gulungan. Baru kemudian tumpukan gulungan tersebut disusun menjadi satu gulungan naskah. Meski begitu isinya tidak selengkap tumpukan gulungan Baru pada abad 16, bertahun-tahun setelah Alkitab dicetak, Alkitab dibagi-bagi menjadi pasal-pasal dan ayat-ayat seperti yang kita kenal sekarang. Kata Bible (Alkitab) sendiri berasal dari kata Yunani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Tahukah Anda bentuk Alkitab sampai abad 4 Masehi adalah tumpukan gulungan. Baru kemudian tumpukan gulungan tersebut disusun menjadi satu gulungan naskah. Meski begitu isinya tidak selengkap tumpukan gulungan</p>
<p align="justify">Baru pada abad 16, bertahun-tahun setelah Alkitab dicetak, Alkitab dibagi-bagi menjadi pasal-pasal dan ayat-ayat seperti yang kita kenal sekarang.</p>
<p align="justify">Kata Bible (Alkitab) sendiri berasal dari kata Yunani biblia yang artinya &#8220;kitab-kitab&#8221;. Biblia sendiri berasal dari kata byblos yang artinya &#8220;papirus&#8221; yaitu bahan yang digunakan sebagai pembuat buku pada zaman kuno. Sementara kata &#8220;Alkitab&#8221; berasal dari bahasa Arab yang artinya Buku Teragung</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gpdibethlehem.org/tahukah-anda-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluarga bag-1</title>
		<link>http://www.gpdibethlehem.org/keluarga-bag-1</link>
		<comments>http://www.gpdibethlehem.org/keluarga-bag-1#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Apr 2012 15:44:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GPdI Bethlehem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gpdibethlehem.org/?p=947</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kamus bahasa Indonesia yang kita gunakan sehari-hari, kata keluarga berarti orang-orang yang menjadi penghuni rumah (seisi rumah) yaitu Bapak, Ibu dan Anak-anak. Melalui penjelasan ini, sedikitnya terdapat dua orang yang terikat satu dengan yang lain untuk hidup bersama. Di awal penciptaan kita melihat bahwa setelah Tuhan mengakhiri ciptaan-Nya yaitu Adam, ternyata Dia masih ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Dalam kamus bahasa Indonesia yang kita gunakan sehari-hari, kata keluarga berarti orang-orang yang menjadi penghuni rumah (seisi rumah) yaitu Bapak, Ibu dan Anak-anak.</p>
<p align="justify">Melalui penjelasan ini, sedikitnya terdapat dua orang yang terikat satu dengan yang lain untuk hidup bersama. Di awal penciptaan kita melihat bahwa setelah Tuhan mengakhiri ciptaan-Nya yaitu Adam, ternyata Dia masih ingin melengkapi karya-Nya itu dengan menjadikan Hawa untuk mendampinginya. Ditempatkannya wanita pertama dari Tuhan bagi Adam, menyatakan bahwa Adam tidak mungkin hidup sendiri walaupun bisa merasa sendiri. Sama seperti dunia ini diciptakan Allah terdiri dari beragam hayati dengan kehidupan Tuhan di dalamnya untuk saling dapat melengkapi, demikian juga dalam keluarga. Sebenarnya keluarga yang kita kenal di dunia ini mencerminkan hubungan satu pasangan dengan lainnya yang terlebih dulu sudah dimulai dari Tuhan sendiri. Dia sebagai Bapa, Yesus adalah Anak lalu Roh Kudus, ketiganya menjadi satu kesatuan. Lembaga ini secara sederhana sudah menggambarkan sebuah bentuk pemerintahan sorga (Kerajaan Allah) dengan sistem pemerintahan paling bagus karena masing-masing bisa bekerja sama meskipun ada perbedaan diantara mereka. Semua hasil karya Tuhan terdapat perbedaan yang sengaja dibuat demikian sehingga masing-masing akan nampak istimewa. Segera setelah Tuhan mengambil salah satu rusuk dari Adam dan membuatnya sebagai pasangannya maka pertama yang keluar dari mulut Adam adalah kekagumannya melihat orang di dekatnya lain sama sekali dengan dirinya. Dia mengenal dirinya tampan, kekar dan gagah sedangkan istrinya cantik, lembut dan anggun. Inilah sedikit gambaran tentang perbedaan yang sangat unik.</p>
<p align="justify">&#8220;Lalu berkatalah manusia itu (Adam) : Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.&#8221; Kejadian 2:23.</p>
<p align="justify">Adam mendapat kedudukan sebagai pemimpin dan Hawa diberikan Tuhan tempat sebagai penolong. Berdasarkan prinsip ini maka posisi masing-masing menjadi begitu menarik dan istimewa. Mereka akan bekerja sesuai perannya untuk menciptakan keharmonisan hidup yang oleh Allah dinilai penting demi berkat yang Dia janjikan.Tuhan tidak dapat melakukan apa-apa tanpa suatu alasan yang jelas. Hanya bermula dari dua orang ini,Adam dan Hawa yang mau memberi diri berfungsi seperti apa yang telah ditentukan Tuhan bagi mereka dalam kebersamaan akan memungkinkan Allah dapat bertindak.</p>
<p align="justify">Tuhan membangun keluarga untuk maksud ini bahwa Dia menghendaki diriNya berada di tengah-tengah mereka dan menemukan kata sepakat dari mereka untuk mendapatkan segala sesuatu yang mereka inginkan. Sesungguhnya yang merasa perlu akan keluarga adalah Tuhan sendiri ketika Dia melihat institusi tersebut (keluarga) satu-satunya yang dapat menghadirkan lembaga sorgawi dengan suasana sorgawi di muka bumi ini. Kita hanyalah bagian dari tujuan pembentukan rumah tangga itu namun memperoleh prioritas utama atas semua berkat yang dijanjikan-Nya. Tidak ada sebuah kepercayaan dari Tuhan yang begitu luar biasa seperti mengetahui bahwa kita menjadi sangat penting bagi Dia. Tanpa kita Tuhan tidak dapat menemukan harapan-Nya melihat sorga di sana, ada di bumi ini. Dia pun tidak akan mendengar suara pujian dalam bentuk nyanyian bagi Dia jika tidak ada orang yang melakukannya. Asap dupa di dalam ruangan suci Tabernakel yang menyebabkan Tuhan merasa senang karena keharumannya, dalam perjanjian baru menjelaskan mengenai doa dari mezbah hati kita. Rumah tangga adalah rumah Tuhan (Tabernakel/Bait suci) yang membuat Tuhan merasa berarti didalamnya, juga menjadikan kita berarti bagi Dia. Inilah alasan kuat mengapa Dia sendiri yang membentuk dua orang yang berlainan untuk hidup bersama sebagai suami istri.</p>
<p align="justify">&#8220;Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.&#8221; (Matius 18:20).</p>
<p align="justify">Dalam ayat ini dua orang yang berkumpul sebagai pasangan akan membuahkan orang ke tiga melalui hubungan intim mereka. Persoalan besar dalam diri setiap orang adalah ketika dia memulai segala sesuatu tanpa mengerti bahwa mereka perlu melibatkan Tuhan. Tidak perduli apakah yang dimaksud berkaitan dengan fisik/psikis semua harus berdasarkan Tuhan. Dengan Tuhan kita akan mengenal sesungguhnya makna diri kita sebagai istri/suami, untuk apa dan mengapa kita berada di dekat mereka. Penting bagi kita memahami bahwa setiap pasangan demikian berarti untuk yang lain sebagaimana Tuhan mengakui kita sangat berarti bagi Dia.<br />
Setiap anggota dalam rumah tangga harus bisa menyadari bahwa kedudukannya sebagai istri, suami dan anak, hal itu dia dapatkan hanya lewat keluarga.</p>
<p align="justify">Keluarga dari sisi ekonomi disediakan Tuhan menjadi lumbung, tempat untuk menampung semua janji berkat dalam berbagai keperluan hidup keluarga itu sendiri.</p>
<p align="justify">&#8220;Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun”</p>
<p>&#8220;Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.&#8221; Mazmur 133:1,3.</p>
<p align="justify">Rukun dalam ayat 1 dipakai kata Harmony yaitu suatu bunyi yang dihasilkan secara menyatu oleh beberapa instrument musik. Hidup bersama bagaikan sejumlah perlengkapan musik yang bagi Tuhan dapat membuat Dia sangat tertarik ketika dimainkan sehingga Dia memerintahkan berkat-berkat ke sana.</p>
<p align="justify">Kalau seseorang mencapai keberhasilan dengan kemampuannya sendiri,hal itu sebenarnya merupakan cara Tuhan untuk mengingatkan mereka agar tidak boleh melupakan keluarga. Tolong direnungkan sungguh-sungguh bahwa kita tidak datang dengan sendirinya ke muka bumi ini. Oleh Tuhan perlu suatu lembaga dari mana Dia mengetahui diri kita berasal dan bagaimana memulainya. Dan untuk mendapatkan kehendak-Nya itu, Dia sudah mengadakannya yaitu keluarga.</p>
<p align="justify">&#8220;Sebab itu laki-laki akan meninggalkan Ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging&#8221; Efesus 5:31</p>
<p align="justify">&#8220;Allah memberkati mereka (suami,istri), lalu Allah berfirman kepada mereka : &#8220;Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.&#8221; Kejadian 1:28.</p>
<p align="justify">Tuhan berhak dengan kuasa yang ada padaNya mengambil kembali semua kesuksesan yang telah kita peroleh tatkala Dia melihat kita menyia-nyiakan istri,suami dan anak-anak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gpdibethlehem.org/keluarga-bag-1/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 macam kado indah</title>
		<link>http://www.gpdibethlehem.org/8-macam-kado-indah</link>
		<comments>http://www.gpdibethlehem.org/8-macam-kado-indah#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 15:40:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GPdI Bethlehem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refreshing Mind]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.gpdibethlehem.org/?p=944</guid>
		<description><![CDATA[Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat dan tak perlu membeli. Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi. KEHADIRAN orang yang dikasihi adalah kado yang tak ternilai. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat dan tak perlu membeli. Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.</p>
<p align="justify">KEHADIRAN orang yang dikasihi adalah kado yang tak ternilai. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif.</p>
<p align="justify">MENDENGAR. Hanya sedikit orang dapat memberikan kado ini. Kebanyakan orang lebih suka didengarkan. Padahal keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan.</p>
<p align="justify">DIAM. Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi di atas segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya &#8216;ruang&#8217;. Terlebih jika sehari-hari kita gemar menasehati, mengatur, mengritik, bahkan mengomel.</p>
<p align="justify">KEBEBASAN. Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta.</p>
<p align="justify">KEINDAHAN. Siapa yang tak bahagia jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah rupawan juga merupakan kado. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah.</p>
<p align="justify">TANGGAPAN POSITIF. Tanpa sadar kita sering memberi penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah tidak ada yang benar dari dirinya. Mengucapkan terima kasih, pujian dan permintaan maaf adalah kado indah yang sering terlupakan.</p>
<p align="justify">KESEDIAAN MENGALAH. Tak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Kesediaan mengalah dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.</p>
<p align="justify">SENYUMAN yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.gpdibethlehem.org/8-macam-kado-indah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

