Kemenangan

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Roma 8:37

ALKITAB tidak mengajar kita berperang dari kekalahan kepada kemenangan, tetapi mengajar kita berperang dari kemenangan kepada kemenangan. Bahkan surat Paulus kepada orang Roma menuliskan kita lebih dari pada pemenang-pemenang (Roma 8:37). Istilah pemenang disana tidak digunakan kata “winner”(dalam pertandingan) atau “champion”(dalam kejuaraan), tetapi “conqueror”(dalam peperangan).

APALAGI bila kita membaca surat 1Korintus 15:57, bahwa Allah memberikan kemenangan(victory) kepada kita melalui Yesus Kristus. Jadi sebenarnya kita dikelilingi oleh janji-janji dan kebenaran-kebenaran tentang kemenangan di dalam dan melalui Yesus. Maka menjadi anehlah kita, bila kita menjalani hidup di dalam kemurungan, ketakutan, kegetiran, pesimis, kegalauan, dlsb. Sementara janji-janji Tuhan mengelilingi kita dengan kemenangan, bahkan dalam parade kemenangan (2Kor 2:14).

BILA kita tahu hak-hak kita dalam Kristus dan tahu cara menggunakannya, maka apa yang ditulis oleh Yohanes dalam suratnya, akan menjadi kenyataan bagi kita, “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita!”(1Yoh 5:4). Maka tidaklah heran bila Paulus mengatakan kita lebih dari pemenang, sebab sama seperti Ayub yang menang di atas iblis, Daniel menang dari daging dan Nuh menang dari dunia, gereja Tuhan harus menang atas ketiganya karena Yesus(Yeh 14:14).

JADI sebagai orang Kristen, tidak sepatutnya kita kalah oleh godaan tiga TA(HarTA, TahTA dan WaniTA), bahkan seperti tulisan Paulus kepada jemaat Efesus, menyebutnya sajapun malu. Kita harus benar-benar menjadi pemenang atas segala hawa nafsu dunia, ancaman dunia, kekuatiran dunia dan keangkuhan hidup dunia. Yesus sudah menang, kita dijadikan lebih dari pemenang.

LIHAT pemain basket. Yang main hanya lima pemain. Tetapi bila menang, semua pemain cadangan, official, pelatih, dan bobotoh melompat-lompat kegirangan. Yang perang Yesus, yang menang Dia, kita turut menang di dalam Dia yang mengasihi kita. Jadi, maju saja!