Makna Pengurapan Roh Kudus

Yohanes 16:7

Empat puluh hari Yesus menyatakan diri kepada murid-murid untuk memantapkan kembali panggilan pelayanan mereka, karena mereka begitu terpukul ketika Yesus mati. Itu sebabnya ketika Yesus bangkit, hal pertama yang Dia lakukan adalah memulihkan kembali iman dan kasih murid-muridNya, kemudian Yesus naik ke Sorga. Yesus berkata dalam Yohanes 16:7, “… Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”.

Apa hal yang paling signifikan yang dialami murid-murid ketika diurapi oleh Roh Kudus jika dibandingkan dengan sebelumnya? Hal ini tidak seperti yang kita pikirkan bahwa setelah menerima Roh Kudus mereka dapat melakukan sesuatu luar biasa. Sebelum itu, mereka telah melakukan hal-hal mujizat. Setelah pengurapan itu turun, murid-murid yang tadinya suka berdebat dan sering berbeda pendapat akhirnya berhenti berdebat dan mereka menjadi sehati dan sejiwa. Kisah Para Rasul 4:32, “Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama”.

Sebelum hari Pantekosta, orang-orang yang menjadi pengikut Kristus berdiri sendiri, tidak terhubung satu dengan yang lain. Tetapi setelah Roh Kudus mengurapi mereka pada hari Pantekosta mereka semua menjadi terhubung. Roh Kudus membuat kita terkoneksi dengan Yesus serta dengan. Hanya Roh Kudus yang mampu melakukannya, serta menjadikan kita semua satu yaitu anggota tubuh kristus.

Gereja mula-mula adalah kumpulan orang-orang yang berbeda satu dengan yang lain. Mereka adalah kelompok orang yang mendengar Khotbah Petrus lalu kemudian bertobat dan menjadi pengikut Yesus. Kisah Para Rasul 2:41, “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa”. Mereka berasal dari latar belakang dan budaya yang berbeda-beda (Kisah Para Rasul 2:8-12), tetapi ketika Roh Kudus mengurapi, mereka disatukan sehingga mereka menjadi orang-orang yang sehati, sejiwa dan mereka hidup dalam pengurapan kasih karunia itu

Kisah para Rasul 2:42-47. Jika kita memperhatikan bagaimana cara hidup gereja mula-mula, maka hal itu akan membuat kita malu, karena perkumpulan mereka disukai oleh semua orang. Orang yang bersehati dan sejiwa dalam pengurapan Roh Kudus akan menjadi perkumpulan yang disukai oleh semua orang, karena orang-orang akan melihat adanya aliran air hidup bagaikan oase di Padang Pasir. Ketika Roh Kudus mengurapi, Dia tidak hanya memberikan bahasa roh. Banyak orang yang hanya mengejar bahasa roh, sehingga tidak melihat hakikat pekerjaan Roh Kudus.

Hakikat dari pengurapan Roh Kudus adalah memberikan apa yang disebut sebagai urapan sentral yang bernama Kasih. 1 Korintus 13:1, “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing”.

Orang hanya mengejar apa yang dimulut, lupa dengan urapan sentralnya. Ketika urapan itu turun, pada saat yang sama Dia memberikan kasih kepada orang tersebut. Nubuat tidak ada gunanya jika tanpa adanya dasar kasih serta untuk tujuan membangun persekutuan. Begitu pula berbahasa roh baik, tetapi tanpa kasih tidak berguna apa-apa. Bahasa roh bukanlah ukuran kerohanian seseorang. Kita memang harus dipenuhkan dengan Roh Kudus, tetapi jangan hanya mengejar tandaNya.Alkitab berkata bahwa apapun yang kita lakukan jika tanpa urapan sentral (kasih), semuanya kosong dan tidak ada artinya buat Tuhan. Melayani dan bekerja tanpa dasar kasih menjadi sia-sia. Kekristenan bukan hanya dimulut, tetapi prakteknya.

Jemaat mula-mula adalah patron/ukuran dari gereja sekarang ini, dimana mereka hidup dengan sehati dan sejiwa, serta segala kepunyaan mereka menjadi miliki bersama. Bagaimana dengan gereja sekarang ini? Ketika diurapi Roh Kudus kita dapat menjadi sehati dan sejiwa, karena ketika Roh Kudus dicurahkan ada urapan sentral yang bekerja pada gereja yaitu kasih Allah. Itu sebabnya, jika benar kita hidup dalam urapan Roh Kudus, maka kita akan hidup sehati dan sejiwa serta satu roh dengan tujuan bagi nama Tuhan dimuliakan.

Apa yang dikerjakan oleh Roh Kudus sehingga gereja itu dapat saling mengasihi? Roh Kudus merubah cara pandang dari setiap orang yang diurapi agar mereka memiliki pengertian yang benar sehingga dapat memandang bahwa segala sesuatu yang mereka miliki dan punyai (hidup, kekayaan, kedudukan, talenta, dll) itu adalah milik Yesus dan harus dikembalikan kepada Yesus. Jika sudah demikian, maka seperti jemaat mula-mula, semua akan menjadi milik bersama. Semua yang kita miliki hanyalah anugrah sehingga kita harus menggunakannya bagi kemuliaan Tuhan. Kita sebenarnya mengerti akan hal ini, tetapi sering kali kita menjadi orang yang tidak mau tahu dan cenderung masa bodoh. Inilah yang Roh Kudus ubahkan dalam diri seseorang, serta memberi pengertian yang benar.

Kemudian Roh Kudus juga merubah cara pandang kita seorang dengan yang lain. Sebelum Roh Kudus dicurahkan dan mengurapi orang-orang percaya, mereka bersedia mati bagi Kristus. Tetapi setelah Roh Kudus dicurahkan dan mengurapi orang-orang percaya, mereka bukan saja bersedia mati untuk Kristus, tetapi juga bersedia mati untuk sesama orang kristen. Inilah yang Tuhan harapkan dari gereja sekarang ini.

Geraja mula-mula menjadi patron gereja sekarang ini, karena mereka sehati sejiwa dan memiliki satu tujuan. Mereka memandang seorang akan yang lain dan menganggap orang lain itu lebih utama dari diri mereka sendiri. Mereka menganggap bahwa sesama mereka itu adalah diri mereka, karena mereka menyadari bahwa kita semua merupakan satu tubuh Kristus. 1 Korintus 12:13, “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh”. Pengurapan Roh Kudus membuat kita menjadi satu dalam tubuh Kristus.

Baptisan air membuat kita dapat hidup dalam Kristus Yesus dan menerima keselamatan serta bersatu dengan Yesus. Baptisan Roh Kudus membuat kita menjadi satu dengan yang lain, yaitu satu tubuh Kristus. Jadi, orang yang mau menerima urapan Roh Kudus itu, diapun harus menerima saudaranya sebagai satu tubuh kristus, karena tidak ada orang yang menerima urapan Roh Kudus tetapi membenci saudaranya. Roh Kudus merubah cara kita memandang satu dengan yang lain, sehingga kita akan saling mengasihi dan memperhatikan.

Jika kita mengalami pengurapan Roh Kudus tersebut, maka Dia akan menghilangkan segala bentuk persaingan antara jemaat yang satu dengan jemaat yang lain, serta menghilangkan segala bentuk pertikaian, iri hati, dengki dan lain-lain sehingga membuat jemaat menjadi sehati dan sejiwa. Jika hal ini terjadi, dimana semua jemaat itu sehati dan sejiwa, maka tidak ada hal yang tidak dapat dilakukan.

Kemudian Roh Kudus membuat kita saling mengagumi satu dengan yang lain, bukan karena kelebihan atau kemampuan seseorang tetapi karena kita memiliki kasih Ilahi. Jika kita hidup sehati dan sejiwa, Alkitab berkata bahwa sebagaimana gereja mula-mula, kita juga akan disukai oleh semua orang.

Hal ini hanya dapat terjadi jika pengurapan Roh Kudus turun dalam hidup kita. AMIN

Comments

  1. pdt. Yudy Sanjaya says:

    shalom, puji Tuhan Haleluya, sy sangta diberkati dengan tilisan-tilisan kotbah FA yg membangun dan memberkati kami pelayan-pelayan Tuhan. GBU all