Menjadi Pelayan Tuhan

Yohanes 3:30

Ayat ini sangat singkat tetapi memiliki pandangan yang sangat besar, Yohanes pembabtis bukanlah orang yang memiliki pengaruh pada masa dan bukan seorang pemimpin yang hebat, kehadiranya memang sudah di nubuatkan dan sudah di dahului oleh firman Tuhan jauh sebelum kelahiran Yesus sendiri akan terjadi ada rentang waktu yang cukup lama bagi yohanes pembabtis untuk melakukan playananya.

Walaupaun ia sendiri tidak menerima penghormatan yang setimpal dengan apa yang di lakukanya bagi Tuhan,ketika Dia memulai pelayananya banyak orang yang meragukan Yohanes bahkan kelompok farisi mengharuskan Yohanes pembabtis untuk memberi atau mengidentifikasi dirinya dengan jelas agar mereka tauh apa sebenarnya yang sedang Yohanes pembabtis lakukan dari mana dia datang dan apa yang menjadi misinya.

pasal 1:19 ” Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang yahudi dari yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang lewi kepadanya untuk menanyakan dia siapa engkau? ” bisa di maklumi karena sedang terjadi ketegangan di daerah yahudi ini sejak di keluarkan perintah dari kaisar Agustus untuk mengadakan pencacahan jiwa, sebab kaisar Agustus adalah kaisar yang berkuasa di romawi dan Karena pada waktu itu di Romawi menguasai separuh daerah afrika dan juga dari wilayah asia, maka palestina dengan sendirinya juga tercaplok dari wilayah romawi.

Jadi perintah untuk pencacahan jiwa itu bukan untuk orang yahudi saja, tetapi daerah yahudi masuk di dalamnya sesudah Yesus lahir memang terjadi ketegangan politik yang luar biasadi wilayah ini sehingga kekuatan kekuatan kecil yang tadinya dianggap tidak berpengaruh itu di curigai akan merepotkan, Yohanes pembabtis dengan pelayananya yang luar biasa dengan suaranya yang lantang. bukan ingin dirinya untuk di hormati tetapi Alkitab menyatakan dimana Allah telah mengaruniakan suara kepadanya Israel mendengarnya walaupun tidak semua orang yahudi tetapi ada juga beberapa orang non-yahudi hanya yang sudah lama tinggal di sana.

Ketika Tuhan Yesus akan memulai pelayananya Yohanes pembabtis menyerahkan atau membebaskan dan memberi keluasaan kepada muridnnya lalu mengikut Yesus, kemudian belajar langsung kepada Yesus menujukan bahwa Yohanes pembabtis tidak takut untuk kehilangan pengaruh, karena dia tidak memiliki motivasi yang lain, tetapi hanya untuk menjadi suara bagi Tuhan dan Yohanes pembabtis tauh apa yang sudah di tugaskan kepadanya walaupun dia di curigai memiliki aksi-aksi yang merepotkan banyak orang tetapi Yohanes tetap konsen terhadap pekerjaanya dia berkata dalam Pasal 1:23 ” Jawabnya, Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: luruskanlah jalan Tuhan seperti yang telah di katakan nabi Yesaya” jika seandainya Yohanes pembabtis ingin menujukan atau mencari popularitas saja tentu akan mudah bagi dia untuk mengidentifikasi diri dengan orang-orang hebat di jaman dulu. dia mungkin memiliki kemampuan, tetapi pernyataan bahwa aku bukanlah mesias, aku bukan Elia, aku bukan dari salah satu seorang Nabi lalu apa menurutmu siapa saya tetapi Yohanes hanya berkata dalam ayatnya yang ke 23” jawabnya: Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun, luruskanlah jalan Tuhan seperti yang di katakan oleh nabi Yesaya ” untuk menetukan domba dengan cara mendengar suaranya, kebiasaan ini tentu tidak bisa denga satu atau dua kali tetapi domba yang sering mendegar suara gembalanya yang memberi makan, memberi kebutuhanya itu tentu memiliki waktu yang panjang, semakin mampu untuk mengenal suara gembalanya. maka domba-domba ini di yakinkan bahwa suara inilah yang akan memelihara hidup mereka yang akan menjamin hidupnya kedepan dan suara yang lain tidak akan dapat memberikan kenyamanan yang sama, kenikmatan yang sama, hidup yang sama selain dari suara yang satu ini yaitu gembala yang baik, Dalam kosa kata Yunani ada yang menarik juga jika Yesus berkata Akulah, dan kata Aku ini ditulis dengan keterangan yang selalu present di ucapkan kemaren atau sudah lampau dan akankah ini kita baca besok itu keterangan waktunya sama artinya bahwa Allah itu berbicara kemarin itu akan mempunyai kekuatan yang sama dengan penggenapan yang sama.

Waktu buat Tuhan bukan sekedar kronos atau bukan sekedar kronologi dari detik ke detik, dari menit ke menit dari jam ke jam yang tiap Event sudah di lupakan orang, tetapi waktu buat Tuhan itu adalah kairos dari dulupun Ia tetap melihat hari ini dan hanya Tuhan yang mampu melakukan itu kehadiran kita itu sangat terbatas sekali dengan waktu, ruang, dan kita tidak dapat hadir di dua tempat yang berbeda dalam waktu yang sama itu jelas tidak bisa tetapi Allah bisa hadir di ruang yang berbeda, dalam waktu yang sama.

Iblis bukan maha hadir meskipun ada orang yang berkata bahwa iblis itu bisa datang di dua tempat yang berbeda dalam waktu yang sama saya katakan di mana Alkitab memberikan satu pernyataan bahwa iblis bisa berbuat begitu karena jumlahnya banyak. Alkitab berkata bahwa iblis juga bisa menyerupai malikat terang tidak bisa di bedakan, bisa juga untuk memuji Tuhan bisa juga menyuruh untuk menyembah karena iblis kerjaanya dulu juga begitu.

Dan ketika Yohanes pembabtis menyebut dirinya akulah suara dia tidak menyebutkan itu degan keterngan waktu yang sama dengan Yesus, sebab dia memang bukanlah Yesus, dia bukanlah oknum Allah tetapi filosopinya yang sebetulnya adalah mengapa dia tidak menggunakan kosa kata yang sama dengan kata egoemi? dengan kata ”Aku adalah” Yohanes pembabtis memakai kata yang lain alasanya karena pelayananya memang harus berhenti, sebab Yohanes pelayananya hanya sementara di dunia ini untuk melayani dan pelayananya sangat terikat dengan waktu karena Yohanes bukan Mesias.

1 timotus 1:18-19 ‘ Tugas ini ku berikan kepadamu timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah di nubuatkan tentang dirimu supaya di kuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu dank arena itu kandaslah iman mereka”. Kandas atau karam iman mereka sebab iman itu berhubungan dengan banyak hal dalam jiwa kita, iman itu sebetulnya adalah satu sistem yang melibatkan banyak sekali gerakan dari jiwa kita dari apa yang kita pikirkan, dari apa yang engkau rasakan itu sangat mempengaruhi iman kita. Bisa kita katakan hari ini saya kuat, hari ini saya punya kepercayaan yang teguh kepada Tuhan, hari ini saya tidak mudah di goncangkan, karena pikiran, hati, apa yang engkau rasa dan apa yang engkau ucapkan itu semuanya mendukung kesana.

Peran Yohanes pembabtis jelas menunjukan porsinya sendiri untuk membagi pandangan hidup buat kita anggaplah pekerjaan yang kita kerjakan itu bukan milik kita, tetapi kita kerjakan seperti milik kita, ada orang yang bekerja karena tuntutan propesi itu. Masih mending, tetapi kalau sudah tuntutan kebutuhan hidup ini yang berat, apa lagi kalau sudah melayani tuntutanya adalah kebutuhan hidup itu sudah tidak murni. apa yang di cari? jiwa-jiwa! Atau yang di kantongi jiwa-jiwa atau yang di simpan oleh jiwa-jiwa itu? Susah bukan karena pelayanan berat, tetapi karena mempertahankan hidup yang sulit di dalam pelayanan

Kita adalah pekerja-pekerja dengan memiliki propesi yang berbeda-beda, engkau mungkin bisa melakukan karena engkau belajar, engkau bisa karena engkau memperkaya diri, tetapi panggilan hati akan memperkuat kita untuk membedakan yang baik dan pantas kita terima. Kiranya pekerjaan kita dapat mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan dan bukan mencuri kemuliaan Tuhan. AMIN

“Iman yang kecil saja sudah bisa mengalahkan ketakutan dan kekhawatiran anda. Belajarlah mempercayakan hidup pada Tuhan dengan melatih iman anda.”