Pertolongan Tuhan Tidak Pernah Terlambat

1 Raja-raja 17:14, “Sebab beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu Tuhan memberi hujan keatas muka bumi”. Elia diutus oleh Tuhan ke sebuah tempat yaitu Sarfat. Pengutusan ini sangat spesifik atau khusus, dimana Elia diperintahkan oleh Tuhan agar menemui seorang janda yang memiliki satu orang anak dan atas petujuk atau inspirasi dari Tuhan Elia pergi tepat seperti apa yang difirmankan oleh Tuhan kepadanya. Mengapa Tuhan mengutus Elia kepada perempuan janda itu? sementara perempuan itu adalah janda yang sederhana yang tidak memiliki banyak harta atau sebuah kapasitas untuk mengidupi Elia. Tetapi Tuhan memiliki rencana yang indah kepada perempuan janda yang ada di Sarfat denga maksud mengutus Elia dengan menyampaikan firman Tuhan, sebab di sanalah Tuhan ingin mendemonstrasikan kebesaran kuasa-NYA, apa yang tidak mungkin bagi manusia mungkin bagi Allah bahkan Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita dalam keadaan apapun.

Ketika perempauan janda yang di Sarfat itu memiliki kemauan untuk taat melakukan apa yang diperintahkan oleh Elia, maka di sanalah terjadi perkara yang luar biasa dimana perempuan janda itu beserta anaknya tidak mati kelaparan melainkan mereka hidup dalam berkelimpahan karena pertolongan Tuhan, 1 Raja-raja 17:15-16 “Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman Tuhan yang diucapkan-NYA dengan perantaraan Elia”. Demikian juga halnya dengan kehidupan ini ketika Kita memiliki rencana untuk membuka usaha, mencari pekerjaan dan lain-lain sebagainya janganlah kiranya kita mendahului atau melupakan Tuhan, Yakobus 4:13-14 “Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan disana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu sama seperti uap yang sebebntar saja kelihatan lalu lenyap”. Manusia hidup dalam dua dimensi, yaitu dalam dimensi yang pertama kita melihat dengan kasat mata itu adalah sesuatu yang kelihatan, tetapi dimensi yang kedua adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan mata tetapi hanya bisa dilihat dengan iman.

Jika manusia melihat sesuatu dengan mata jasmani, maka hal itu dapat mempengaruhi apa yang ada didalam hati dan jiwa kita. Misalnya, jika kita melihat orang yang ada di dalam satu rumah yang tidak memiliki gairah untuk hidup, maka dengan sendirinya kita juga pasti akan ikut tidak bergairah, tetapi jika dalam satu rumah kita melihat orang yang bersemangat, maka kita juga akan memiliki jiwa yang bersemangat. Ada beberapa contoh yang mempengaruhi melihat dengan mata jasmani kita, Matius 14:30 “Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”. Ketika Yesus berjalan di atas air murid-murid Yesus menyangka bahwa Yesus adalah hantu, Petrus juga memiliki keinginan untuk mencoba melakukan apa yang dilakukan Yesus pada saat itu yaitu suatu atraksi yang menurut pemikiran petrus sangat spektakuler dengan berjalan di atas air.

Ketika Petrus turun awalnya ia bisa berjalan di atas air seperti apa yang Yesus lakukan, tetapi ketika pada saat itu Petrus merasakan bahwa ada sesuatu yang membuat dia takut, dimana di kiri kanan Petrus ada angin dan ombak yang menerpa maka Petrus pada saat itu mulai merasa ketakutan dan merasa bimbang, Yakobus 1: 8 “Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya”. ketika badai mengoncang Petrus sehingga mengakibatkan Petrus harus jatuh kedalam danau pada saat itu dan mulai hampir tengelam, Yohanes 6:18-20 “Sedang laut bergelora karena angin kencang. Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu, maka ketakutanlah mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Aku ini, jangan takut!” Tetapi pertolongan Tuhan yang luar biasa tidak pernah terlambat bagi orang yang mau berseruh kepada-NYA. Jika kita mengutamakan dan memprioritaskan Tuhan dalam perahu kehidupan kita, maka sesuatu yang tidak mungkin pasti menjadi mungkin, Matius 6:33 “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Orang yang membiasakan diri untuk melihat dengan mata jasmani, maka orang tersebut tidak akan pernah melihat perbuatan Allah yang luar biasa. Kita harus memiliki pandangan dengan menggunakan mata iman kita untuk memandang lebih jauh tujuan hidup kita, jika kita memiliki pandangan iman maka ada supranatural dalam hidup kita dan itu melebihi hal yang alamiah, bila seseorang memiliki iman yang sungguh kepada Tuhan di sanalah dia akan berdiri sebagai orang-orang yang lebih dari pemenang. Sama halnya dengan perempuan janda tersebut dia mampu melihat bahwa tepung yang segenggam itu tidak akan habis dan mereka tidak akan mati, sebab perempuan itu melihat dan memandang kedepan dengan memiliki mata iman, sebab jika kita ada iman maka ada kemampuan untuk meneropong dan melihat jauh apa yang ada di depan kita. Jika dalam perjalanan kehidupan kita ingin melihat pertolongan Tuhan terjadi biarlah kiranya kita memiliki iman dan hubungan yang intim dengan Tuhan, pertolongan dari Tuhan tidak pernah terlambat, tetapi tepat pada waktunya dan biarlah kita menjadi penyembah-penyembah yang benar, sebab itulah yang Tuhan rindukan dan nantikan dari kita sebagai umat-umat pilihan Allah. AMIN