PEMURIDAN

Roma 8 : 29

Kelahiran kita bukan karena kebetulan, tetapi itu sudah lama ada dalam hati dan pikiran Tuhan. Kita dirancang untuk kepentingan Tuhan, agar kita menjadi kesukaanNya lewat penyembahan kita kepada Tuhan (dalam roh dan kebenaran Yohanes 4 : 24), serta membentuk persekutuan di dalam Tuhan. Selanjutnya tujuan Tuhan menciptakan kita yaitu menjadi serupa dengan Kristus (Pemuridan).

Roma 8 : 29, ” Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara”. Di sini kita dapat melihat bahwa sebelum kita dilahirkan, kita sudah ada dalam perencanaan Allah. Dari semula kita telah ditentukan untuk menjadi serupa dengan Dia. Ini rencana Allah buat kita, namun kita harus bekerja sama agar kita sampai kepada tujuan itu.

Menjadi serupa dengan Kristus bukan nanti ketika kita berada di dalam Sorga, tetapi sementara kita masih berada di dunia ini. Pertanyaannya, apakah kita bisa? Rencana yang sudah Allah tentukan bagi kita dari awal mula ini tidak akan pernah berubah dan tidak bisa digagalkan oleh siapapun atau apapun juga, kecuali oleh kita sendiri, jika kita tidak mau bekerja sama dengan Tuhan.

Allah menciptakan bumi dan segala isinya terlebih dahulu, barulah Dia membentuk manusia dari debu tanah dan memberi nafas hidup kepadanya. Allah membentuk manusia sesuai dengan gambar Allah (Kejadian 1 : 27, “in his own image”). Terlalu fantastis ketika membicarakan menjadi seperti Allah, bahkan bagi kebanyakan orang hal itu tidak mungkin. Tetapi sebagaimana kita mempunyai cita-cita, kita akan berusaha sehingga dapat mencapainya. Demikian juga untuk menjadi serupa dengan Kristus, harus ada usaha dari kita masing-masing. Perencanaan dari Allah tidak pernah berubah dan itu berlangsung terus. Setelah manusia jatuh dalam dosa, image Allah itu hilang. Manusia yang awalnya hidup dalam kemuliaan, sehingga walaupun mereka dalam keadaan telanjang mereka tidak merasa malu. Tetapi, begitu dosa masuk manusia merasa malu dan takut. Tetapi, pengorbana Yesus di kayu salib memulihkan kembali semuanya itu.

Ketika Yesus datang kembali, Dia akan memberikan kita tubuh kemuliaan yang bisa tinggal di dalam sorga yang mulia. Tetapi sementara kita hidup di dunia dengan tubuh yang seringkali sakit, lemah dan lelah, Tuhan ingin menjadikan kita serupa denganNya, artinya Tuhan mau menempatkan karakter-karekterNya dalam hidup kita. Perkataan Rasul paulus dalam Efesus 1 : 3 – 4 adalah hal yang sangat luar biasa. Tetapi, kita selalu merasa miskin karena kita tidak mengerti keberadaan kita, siapa kita. Segala berkat rohani yang ada di dalam Sorga, telah diberikanNya kepada kita. Itu sebabnya betapa kayanya kita sebenarnya. Sebelum Allah menciptakan dunia dengan isinya, Allah telah memilih kita dengan tujuan supaya kita kudus dan tidak bercacat dihadapanNya.

Milikilah keyakinan yang kuat akan rencana Allah bagi hidup kita, sehingga kita tidak akan menyia-nyiakan hidup ini. Rencana Allah itu jauh lebih mulia dari apa yang kita rencanakan bagi diri kita yang sangat terbatas. Tidak ada kata-kata yang pantas digunakan untuk menggambarkan betapa luar biasanya Tuhan dalam menyiapkan rencana bagi kita di dalam hatiNya. Sekarang semuanya bergantung kepada kita. Jika kita mau, maka kita akan bekerja sama dengan Tuhan di dalam perencanaanNya untuk menjadikan kita sama denganNya, yaitu memiliki karakter Yesus Kristus, menjadi kudus, sempurna dan tak bercacat di hadapan Tuhan.

Apa yang akan membantu kita dalam usaha menjadi serupa dengan Dia? Pertama adalah Firman Allah. Allah tahu bahwa ini adalah sarana yang penting bagi manusia, sebab dengan mentaati Firman, maka manusia akan menjadi serupa dengan Tuhan. Alkitab bisa menjadi sarana yang luar biasa dan dapat merubah seseorang, karena ini bukan buku biasa. Di dalamnya ada kuasa dan kekuatan yang bisa merubah seseorang menjadi sama seperti Yesus. Alkitab adalah Firman Allah yang adalah Allah sendiri (Yohanes 1 : 1). Dari Alkitablah kita mengenal dan mengetahui karakter Kristus yang sebenarnya.

Rasul Paulus menulis kepada Timotius tentang Firman Allah. II Timotius 3 : 14 – 16. Ayat 14, ”Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran …”. Kebenaran itu ada dalam Firman Allah, sebab kebenaran itu  adalah Yesus sendiri (Yohanes 14 : 6). Ayat 15, ”… Kitab Suci yang dapat memberi hikmat …”.
Dengan membaca dan merenungkan Firman Tuhan serta hidup di dalamNya, kita akan menjadi orang yang berhikmat. Kita mungkin bukan orang yang kaya akan harta atau ilmu, tetapi kita akan menjadi orang-orang yang berhikmat asalkan Firman Allah ada di dalam kita dan kita hidup menurut Firman itu. Roma 10 : 17, ”Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus”. Firman Allah memiliki kekuatan yang dapat merubah serta mendatangkan keselamatan dalam hidup seseorang. Keselamatan ini urusannya dengan jiwa dan roh kita, bukan tubuh. Tidak ada buku yang menjamin hal ini, selain Firman Allah.

Ayat 16, ”Segala tulisan yang diilhamkan Allah …”. Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan Allah kepada manusia untuk ditulis, bukan hasil pemikiran manusia. Ini menunjukkan betapa besarnya kepeduliaan Allah kepada manusia, sehingga rencanaNya tidak akan gagal. ”… bermanfaat untuk mengajar …” (”profitable for doctrine”). Kalau kita mengajar Firman Allah dan memberitakan Firman Tuhan, itu akan mendatangkan manfaat bagi kita. ”… untuk menyatakan kesalahan, … ”. Manusia seringkali tidak tahu kesalahannya, menganggap dirinya benar padahal salah. Ketika Firman Allah datang, ini akan menyadarkan kita akan kesalahan yang kita lakukan. ”… untuk memperbaiki kelakuan …”. Kita tidak bisa merubah seseorang agar menjadi baik, tetapi dengan Firman Allah seseorang bisa berubah. Dari tidak mengerti, akhirnya kita mengerti, sehingga kita mudah melakukannya. ”… untuk mendidik orang dalam kebenaran.”. Firman Allah melatih dan mendisiplinkan orang. Ukurannya selalu adalah Firman Allah.

Karakter Paulus dirubah oleh Tuhan sedikit demi sedikit lewat Firman Allah yang dia yakini dan beritakan. Dari Firman Allah ini dia mengenal siapa Allahnya dan tujuan hidupnya. Tubuh kita belum dirubah, tetapi karakter Kristus semakin nyata dalam perjalanan kita ke Sorga. Namun demikian Alkitab saja tidak cukup.

Kedua adalah Roh Kudus. Sebelum Yesus naik ke Sorga, Dia melarang murid-muridNya meninggalkan Yerusalem sampai mereka diperlengkapi dengan Roh Kudus untuk meberitakan Injil. Dari 500 orang yang menyaksikan Yesus naik ke Sorga, yang bertahan sampai dipenuhkan Roh Kudus hanya 120 orang. Roh Kudus yang menghidupkan pemberitaan dan menyatakan siapa Yesus. Petrus berkata dalam II Petrus 1 : 20, ”… nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,”. Allah mempercayakan manusia untuk menulis Alkitab dan meninggalkan itu buat kita, tetapi kita tidak boleh menafsirkannya sesuai keinginan kita sendiri.

Roh Kudus inilah yang akan mengingatkan dan menghidupkan Firman itu, saat kita lupa dan salah melangkah. Roh kudus memampukan kita melakukan Firman Allah. Orang akan melihat kita menjadi seperti Yesus (memiliki karakter Kristus) lewat karya Roh Kudus di dalam hidup kita. Karakter Kristus ini ada dalam buah Roh, Galatia 5 : 22.

Ketiga adalah masalah. Roma 8 : 28, ”… Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, …”. Ayub diijinkan Tuhan untuk mengalami masalah, tetapi dengan karakter Kristus yang dimilikinya, Ayub tidak berbuat dosa. Masalah adalah bahagian dari orang percaya. Iman dan penderitaan adalah satu paket yang Tuhan siapkan untuk membentuk kita menjadi serupa dengan Yesus. Paulus berkata bahwa dia dapat menanggung semuanya itu di dalam Tuhan (Filipi 4 : 13). Dengan kita memilki karakter Kristus yang diperoleh dari Firman Allah yang kita dengar dan pertolongan dari Roh Kudus, apapun masalah yang sedang kita alami, kita akan keluar sebagai pemenang, dan menjadi seperti Yesus.