Jadilah Saluran Berkat Dan Memberitakan Kebenaran

Pengkhotbah 1:5-6

Kitab ini ditulis oleh Salomo, orang paling bijaksana yang pernah hidup dimuka bumi. Salomo tidak memahami apa yang terjadi di dunia ini, sehingga dia merasa bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak ada artinya. Pengkhotbah 1:5-7, Salomo menulis tentang siklus dalam dunia ini, namun dia merasa bahwa semuanya tidak berarti apa-apa.

Kitab Kejadian adalah buku permulaan dimana segala sesuatu dimulai sini. Seluruh doktrin Alkitab termasuk kehidupan manusia dimulai dari kitab kejadian. Satu siklus yang dilukiskan dalam Alkitab, dimulai dengan Allah Kejadian 1:1, “Pada mulanya Allah …”. Segala sesuatu dimulai dengan Allah, kemudian Allah menciptakan Adam dan Hawa. Jadi, dari Allah mengalir kehidupan kepada manusia. Segala sesuatu yang berasal dari Allah dan mengalir kepada kita itu adalah anugrah (Kharis). Anugrah allah datang dalam hidup kita sebagai karunia Allah (Kharisma – Yunani) untuk kita teruskan kepada orang lain. Jadi, anugrah Allah menjadi karunia dalam hidup kita dan mengalir kepada orang-orang disekitar dan akhirnya kembali kepada Tuhan dalam bentuk ucapan syukur (Ukharistia). Ukharistia artinya pengucapan syukur kepada allah atas anugrahNya.

Kejadian 28 menceritakan tentang kisah Yakub, seorang yang sangat menarik dan begitu berenergi. Yakub artinya pegulat/orang yang bergumul. Kejadian 33, Yakub bergulat dengan Allah, kemudian Allah merubah namanya menjadi Israel (Dia yang menang bergumul dengan Allah). Jadi, kisah Yakub adalah kisah dari seseorang yang beralih dari hidup yang sangat mementingkan diri sendiri menjadi orang yang berfokus pada Allah. Kehidupan Yakub adalah gambaran kehidupan dari pergumulan yang semua manusia.

Yakub telah memperdayai ayahnya Ishak untuk menerima berkat yang seharusnya milik Esau. Hal ini membuat Esau menjadi begitu marah dan ingin membunuh Yakub. Kemudian Ribka ibunya menyuruh Yakub untuk lari ke utara kepada pamannya dan mencari istri di sana. Kejadian 28 menceritakan Yakub lari dari kakaknya. Ini bukan waktu rohani buat Yakub, tetapi waktu yang sangat manuisawi karena dia sangat ketakutan.

Kejadian 28:10-11, Yakub sedang bergumul menghadapi sesuatu yang membuat dia lari ke utara (sekitar 600 km), yang membutuhkan waktu 40 hari untuk sampai disana. Dia tidak sedang memikirkan Allah atau perkara-perkara rohani, karena tujuannya hanya untuk menyelamatkan nyawanya. Dia berbaring dan tertidur kemudian mendapat mimpi. Dalam mimpi ini dia melihat suatu tangga, dasar tangga itu dibumi dan ujung tangga itu menyentuh langit.

Kata pertama dalam Alkitab, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Jadi ada alam lahiriah yang disebut sebagai bumi dimana kita dibatasi oleh ruang dan waktu, lalu ada alam yang tidak kelihatan yang disebut Sorga yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Di dunia ini, kita hanya bisa berada di satu tempat pada saat tertentu. Jika kita ada di Indonesia, maka tidak mungkin juga ada di Kanada. Tetapi dunia yang lain itu, kita bisa berada di Jakarta dan Kanada pada saat yang bersamaan.

Jadi tangga yang dilihat Yakub dalam mimpinya itu, menghubungkan dunia lahiriah dengan dunia yang tidak kelihatan itu. Ketika Yakub memperhatikan tangga itu, Malaikat turun-naik dari sorga dan bumi. Malaikat (dia yang diutus) bertugas untuk membawa berita dari dunia yang tidak kelihatan kepada dunia yang lahiriah, begitu sebaliknya. Bumi dan Sorga terhubung melalui tangga itu. Yakub melihat dunia yang tidak kelihatan itu dipuncak tangga dan disitu ada Yesus.

Alkitab berkata tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah Bapa. Jadi, setiap kali Adam, Abraham atau Yakub melihat Allah, mereka melihat Yesus. Yakub melihat dialam lain itu ada Yesus yang kemudian menyampaikan sesuatu kepada Yakub (Kejadian 28:13-15). Kata yang diucapkan Yesus adalah kata yang penuh kuasa yang kemudian disebut sebagai amanat agung. Berita yang pertama kali diberikan kepada Abraham ini, diulangi 400 kali dalam Alkitab.

Berita ini pertama kali diberikan kepada Abraham yang kemudian disampaikan Tuhan kembali dalam Kejadian 28:13-14. Mengapa Allah menggunakan debu tanah untuk menggambarkan keturunan Abraham? Keturunan Abraham adalah kita (Galatia 3:29). Dikatakan seperti debu tanah karena elemen atau unsur debu itu begitu khas dan ada dimana-mana, dari tempat yang paling miskin juga sampai tempat yang paling mewah. Jadi intinya, keturunan Abraham akan ada dimana-mana untuk memberitakan Injil Allah yang telah berikan kepada kita sebagai anugrah. Kejadian 28:15, menegaskan bahwa Tuhan akan menyertai kemanapun kita pergi memberitakan Injil.

Matius 28:19-20 adalah Amanat Agung yang Yesus kutip dari Kejadian 28. Jadi, Yesus memberikan berita yang sama kepada Yakub dan Abraham, dan sekarang Dia memberikan kepada kita pesan yang sama bahwa berkat dari kerajaan itu akan menjadi miliki kita. Kata Berkat berasal dari kata Barakh yang berarti berkat Allah, seperti seekor unta yang sedang berlutut ditanah dan sedang dikenakan pikulan untuk melakukan suatu perjalanan (segala sesuatu yang dia butuhkan dalam perjalanan ada dipundaknya). Segala sesuatu yang kita butuhkan untuk melakukan kehendak Allah, diberikan Allah kepada kita.

Kita ada untuk membawa apa yang kita terima dari Allah untuk diberikan kepada dunia ini. Yakub mendengarkan apa yang Yesus katakan saat dia saat sedang tidur. Ketika Yakub bangun dia berkata “…Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya” (Kejadian 28:16). Hal yang sama kita rasakan dan alami di gereja yang menghubungkan kita dengan dunia yang tidak kelihatan itu. Salomo memahami ayat itu, tetapi dia tidak mengerti makna dari ayat itu.

Yohanes 1:45, adalah kisah ketika Yesus melayani. Mereka begitu bergairah mendengarkan pengajaran Yesus, sehingga Filipus mengajak temannya Nathanael (artinya pemberian Allah). Nama lain dari Nathanael adalah Bartolomeus. Yohanes 1: 46, Nathanel kurang begitu percaya dan berkata adakah yang baik datangnya dari Nasaret (kota yang memiliki reputasi sangat buruk). Yohanes 1:47, “Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!”. Yesus menyebut namanya Israel, karena tidak ada kepalsuan dalam Nathanel. Dia seperti Yakub yang telah diubahkan jadi Israel.

Yohanes 1:48, “Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara”. Bukan artinya Nathanel secara lahiriah berdiri dibawah pohon ara, tetapi ini artinya engkau begitu sejahtera karena pohon ara melambangkan kesejahteraan itu. Nathanael seorang yang sangat kaya dan berhasil. Kemudian Nathanel berkata Rabi Engkau adalah Anak Allah Raja Israel. Nathanel memahaminya karena dia mempunyai hati yang murni. Akhirnya Yesus berkata dalam Ayat 51, “… Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia”. Yesus membawa kembali kisah tentang mimpi Yakub itu.

Dalam Yesus kita mempunyai hak masuk dalam pintu gerbang Sorga untuk sampai kepada pencipta langit dan bumi. Allah telah berikan prinsipNya, tetapi tidak semua orang menerima karunia Allah itu, sehingga orang-orang itu tidak menerima keselamatan. Siklus itu akan berhenti jika kita menolak keselamatan, atau kita menerimanya tetapi tidak mau menyalurkannya kepada orang lain. Itulah sebabnya Allah berkata, lebih berbahagia yang memberi dari pada menerima.

2 Korintus 9:10-11, prinsip yang diajarkan dalam Alkitab. Allah memberi kita hidup adalah agar kita menyalurkan hidup itu, begitu juga dengan berkat lain yang kita terima. AMIN.