Gereja Yang Dipimpin Roh Kudus

Kejadian 2:18-23 “Tuhan Allah berfirman tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya,yang sepadan dengan dia. Lalu Tuhan Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara dibawa-Nyalah semua kepada manusia itu untuk melihat bagaimana Ia menamainya dan seperti nama yang di berikan manusia itu kepada tiap-tiap mahkluk yang hidup demikianlah nanti mahluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak,segala burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai seorang penolong yang sepadan dengan dia. Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak ketika ia tidur Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang di ambil Tuhan Allah dari manusia itu di bangun-Nyalah seorang perempuan lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkata kepada manusia itu: Inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku ia akan dinamai perempuan sebab ia di ambil dari laki-laki”.

Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan Allah. Adam dan Hawa berlambangkan pasangan ideal yang Tuhan telah persiapkan, sebab Adam adalah lambang dari Kristus, sedangkan Hawa adalah lambang dari Gereja.

Sebelum jatuh dalam dosa, Adam dan Hawa adalah pasangan ideal dan dalam kekekalan pula Kristus akan berpasangan dengan Gereja. Mengapa Hawa adalah lambang dari Gereja Tuhan?

Pertama: Hawa itu tidak terjadi dari dirinya sendiri, hawa tidak hidup atau menjadi manusia dari dirinya sendiri. Adam di bentuk dari tanah liat, Hawa menjadi manusia itu karena diambil dari tulang rusuk Adam. Jadi saudara-saudara Gereja haruslah berasal dari Kristus sama seperti Hawa yang berasal dari Adam. Kejadian 1:31 “ Maka Allah melihat segala yang dijadikan-NYA itu, sungguh amat baik, jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam”. Segala yang diciptakan Allah baik adanya. Allah bekerja dari hari pertama sampai hari keenam. Dan pada hari ketujuh Dia beristirahat Allah belum masuk dalam perhentian kalau Dia belum melihat semuanya baik. maka, Allah belum masuk kedalam perhentian kalau dia belum mendapatkan pasangan yang ideal.

Gereja itu harus diambil dari Kristus. segala sesuatu yang bukan dari Kristus itu bukan gereja dan tidak bermanfaat untuk kerajaan Allah. Gereja bukanlah sekelompok banyak orang yang percaya saja, tapi gereja itu adalah bagian dari kristus sama seperti Hawa bagian daripada Adam yang tidak terbentuk dari tanah tetapi Hawa itu di bentuk dari tulang rusuk Adam. Jika saudara mau disebut gereja maka didalam kita harus terdapat Kristus. Apakah kristus sudah ada didalam hidup kita? Jika kristus tidak ada didalam kita jangan kita berkata bahwa kita adalah gereja, Galatia 2:20 “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang didalam daging, adalah hidup oleh iman dalam anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan dirin-NYA untuk aku”. 2 korintus 5:17 “jadi siapa yang ada di dalam kristus, ia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”.

Nikodemus adalah seorang pemimpin Agama yahudi dan seorang guru. Dia datang menemui Yesus dan Yesus berkata kepadanya jika engkau mau di selamatkan kamu harus di lahirkan kembali. tetapi Nikodemus tidak mengerti apa artinya lahir baru itu. Yesus berkata siapa yang tidak lahir baru maka kerajaan Allah itu tidak ada padanya. Kolose 1:27 “Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu Kristus ada di tengah-tengah kamu Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! Yang dimaksud dengan hidup baru adalah hidup Kristus yang Dia berikan kepada kita. Hidup-NYA kepada kita inilah yang menjadikan gereja Tuhan. Roma 11:36 “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan kepada Dia bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya”. Gereja tidak butuh ide-ide dunia sebab apa yang di luar Kristus tidak berguna bagi kerajaan Allah.

Kedua: Gereja harus sampai pada tahap dimana kita ikut dalam pimpinan Tuhan. (kita bergerak kalau Roh kudus bergerak). Abraham lambang dari Allah Bapa, Bapa orang yang percaya dan Ishak lambang dari Yesus Kristus. Sedangkan Yakub lambang dari gereja Tuhan (orang yang percaya). Kejadian 32:22-32. Yakub bergumul dengan Allah dan Yakub dikatakan menang, kita juga sering mengalahkan Tuhan. kita seringkali menang terhadap Tuhan. Mengapa? Karena Seringkali kita memaksa Tuhan untuk memenuhi kehendak atau kemauan kita.

Banyak kali manusia mengalahkan Tuhan dalam menyusun rencana-rencananya. Sehingga Tuhan mengalah dan lepas tangan kepada kita. Jangan bertindak sendiri untuk melakukan sesuatu tetapi belajarlah untuk bertanya kepada Tuhan jika engkau mengatakan bahwa engkau adalah gereja Tuhan. jika kita adalah gereja Tuhan, dan Kristus hidup dalam kita, maka kita harus taat. Sekarang yang menjadi pertanyaan bagaimana kita tahu rencana Allah dan bahwa Tuhan itu bergerak? Yaitu lewat Roh kudus karena Dialah yang akan memberitahukan hal-hal yang benar kepada kita.

Yohanes 14:15-16 “Jikalau kamu mengasihi Aku kamu akan menuruti segala perintah-KU, Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”. Tetapi Roh kudus itu sering kali kita buat berdiam, dengan kata lain kitalah yang mengatur dan memimpin Roh kudus itu dengan semau kita. Sama seperti Yesus dalam Markus 4:35 “Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lainya juga menyertai Dia”. Mereka membawa Yesus, meletakkanNya seada-adanya saja (TL), seperti barang di taruh seada-adanya, tidak berguna atau bermanfaat.

Oleh sebab itu marilah kita belajar berkata kepada Roh kudus agar kita dipimpin untuk melakukan kehendak-NYA. Roma 8:14 “Semua yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah”. Jika kita adalah anak maka kita adalah ahli waris kerajaan Allah. Jika kita bukan anak Allah maka kita bukanlah ahli waris. Firman Tuhan adalah LOGOS dan LOGOS adalah Firman Allah yang tercatat secara jelas dari kekal sampai kekal, tidak berubah. LOGOS itu penting tetapi yang lebih kita pentingkan lagi adalah ketika Firman itu menjadi rhema. Rhema adalah Firman yang menjadi hidup, menjadi kebutuhan, jawaban yang tepat pada kita saat memerlukannya. Ketika kita membaca Firman dengan rasa lapar yang sangat dalam, janganlah Firman itu hanya sebagai Logos dalam hidup kita, tetapi harus menjadi rhema. Itu sebabnya kita harus berusaha dengan kerinduan, pengharapan, kebutuhan, supaya Tuhan berbicara kepada kita melalui FirmanNYA dan pada saat itulah logos menjadi rhema sehingga kita akan tahu kehendak dan rencana Allah dalam hidup kita dan kita akan berkata “ya Tuhan aku mau hidup sesuai dengan kehendak-MU”. Hiduplah sesuai dengan kehendak dan rencana Allah, sebab jika kita hidup dalam pimpinan Roh kudus kita tidak akan tersesat, dan tidak akan menuju maut. Melainkan menuju kerajaan Allah karena Dia tahu apa itu kebenaran, dan Ia akan memimpin kita kepada kebenaran itu. AMIN

Kita Adalah Umat Penyembah

Markus 5:1-10

Dalam ayat-ayat ini kita mendapati beberapa hal yang mengejutkan seperti dalam Ayat 6, ternyata Yesus dan iblis itu tidak sedang berperang. Kita sering berpikir bahwa iblis berada disatu kekuatan kemudian Tuhan kekuatan yang lain dan sedang bertempur. Tetapi, ternyata Tuhan tidak berperang dengan iblis karena tidak mungkin ciptaan berperang dengan penciptanya. Kebenarannya adalah iblis tunduk dan takluk kepada Yesus. Filipi 2:9-11, semua yang ada dilangit, bumi dan dibawah bumi bertekuk lutut kepada Yesus.

Iblis juga ternyata mengenal Yesus bahkan datang menyembah Dia. Jadi, jika kita mengenal Yesus hanya asal-asalan dan tidak mau menyembah Tuhan maka kita lebih buruk dari iblis. Iblis menyembah Tuhan karena dia takut masuk neraka. Ternyata, iblis sekarang tidak diam di neraka seperti bayangan kita, bahkan dia takut masuk neraka. Wahyu 20:1-3, iblis akan diikat seribu tahun lamanya di jurang maut pada masa seribu tahun damai, kemudian dia akan dilepaskan sedikit waktu lalu dilemparkan ke neraka. Iblis menyembah Yesus karena takut masuk neraka, sehingga apabila kita menyembah Tuhan karena takut masuk neraka maka kita sama saja dengan iblis.

Kita menyembah Tuhan bukan karena takut masuk neraka, tetapi karena kita adalah makhluk Tuhan yang diciptakan untuk menyembah Tuhan sebab kita adalah manusia rohani. Artinya, kita adalah manusia roh yang memiliki jiwa dan tinggal dalam tubuh ini. Hakekat kita adalah manusia rohani. Kita telah ditebus oleh darah Yesus, karenanya kita mengasihi Tuhan dan kepadaNya kita menyembah. Ketika kita menyembah Tuhan, saat itu tercapai apa yang dikatakan dalam Kejadian 1:26-27, kita menjadi segambar dan serupa dengan Allah. Karena kita adalah manusia penyembah, jangan bosan-bosan kalau kita disuruh menyembah Tuhan. Kita perlu memberi banyak waktu untuk menyembah Tuhan karena kita adalah makhluk rohani.

Hidup ini adalah sebuah hidup yang butuh penyerahan total pada Allah. Menyembah dalam bahasa Yunani “Proskuneo” artinya menyembah sampai berlutut dan mencium tanah, ini menunjukkan ada sebuah keterlibatan antara roh, jiwa dan tubuh. Serahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan, maka kita akan melihat pembelaan Tuhan nyata bagi kita. Penyembahan membuat kita menyerah total kepada Tuhan. Penyerahan itu akan membuat kita merasa puas dan menyadari bahwa apa yang Tuhan lakukan bagi kita itu adalah yang terbaik. Kita boleh berdoa, tetapi kita harus menyerahkan hasil dari doa kita kepada Tuhan.

Kisah Para Rasul 16:23-26. Terjemahan lama, mereka diletakkan dalam penjara yang paling dalam yang lembab dan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, karena ini adalah tempat penyiksaan. Saat tengah malam dimana Paulus dan Silas seharusnya meringis kesakitan, tetapi alkitab berkata bahwa saat itu mereka justru berdoa dan menyanyikan pujian bagi Tuhan, inilah penyembahan itu. Tangan dan kaki mereka boleh diikat, tetapi mulut dan roh tidak sehingga mereka bisa menyembah Tuhan. Mereka menyembah tidak dengan berbisik, tetapi dengan suara yang keras sehingga bisa didengar oleh tahanan lain, dan pada saat itulah mujisat Tuhan terjadi mereka terbebas dari belenggu yang mengikat mereka. Penyembahan membuat kita menyerah kepada Tuhan.

Penyembahan juga berarti bersekutu. Allah menjadikan manusia agar bersekutu dengan Dia. Yohanes 4:23-24, ada tiga hal yang perlu kita tahu pertama, Allah itu tidak dapat dibatasi oleh waktu. Kedua, Dia tidak dapat dibatasi oleh tempat atau benda apapun. Ketiga, Allah adalah roh sehingga tidak ada penyembahan yang diterima oleh Tuhan selain dari roh. Jika kita menyembah hanya dengan mulut atau daging, hal itu tidak akan diterima. Sebab itu, ketika kita menyembah Tuhan mulailah dari roh. Penyembahan yang benar hanyalah melalui roh. Roh hanya bisa bersekutu dengan roh. Ketika kita menyembah, itu berarti kita sedang bersekutu dengan Allah yang adalah Roh.

Penyembahan adalah ibadah yang sebenarnya. Banyak orang yang menganggap bahwa ibadah adalah sarana untuk kita meminta berkat. Hal ini tidak salah, tetapi juga tidak benar. Karena hal kita diberkati dan disembuhkan Tuhan ketika beribadah adalah sesuatu yang pasti, tetapi itu bukanlah soal utama. Ibadah yang sebenarnya adalah memberi kepada Tuhan. Menyembah Tuhan adalah inti dari ibadah dimana kita memberi dan bukan meminta.

Alkitab berkata bahwa apa yang kita makan, pakai dan minum Tuhan tahu. Oleh karena itu, beribadah dan menyembah Tuhan saja terlebih dahulu. Jadi, bukan karena berkat dan kesembuhan tujuan kita beribadah, tetapi untuk menyembah dan memuliakan Tuhan. Murid-murid tinggal dalam bait Allah dan memuliakan Allah (Lukas 24:50-53). Dia tahu pergumulan kita, sehingga tanpa kita minta Dia pasti memberikannya kepada kita. Mengapa perjanjian Allah begitu kuat? Karena di dalamnya ada pertukaran. Ketika kita melakukan bagian kita, maka Allah pasti melakukan bagianNya. Bagian umat Tuhan adalah menyembah. Kisah Para Rasul 2:26-27, Kegiatan utama dari jemaat mula-mula adalah memuji Allah.

Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, Allah ingin hadir diantara mereka. Karena itu, Tuhan berkata buatlah sebuah tempat untuk Tuhan hadir. Allah menyuruh Musa membuat Tabernakel atau kemah sembahyang. Di kemah ini, ada perabot-perabotnya. Bagian luarnya ada pagar dan halaman. Perabot yang pertama adalah mezbah korban bakaran (berada di paling depan), di belakangnya ada kolam pembasuhan tempat para Imam menyucikan diri untuk melayani. Kemudian dalam ruang suci atau ruang kudus ada tiga perabot, meja roti pertunjukan, kaki dian untuk menerangi tempat itu dan ada mezbah dupa. Dan di ruang maha kudus hanya ada satu perabotnya yaitu tabut perjanjian, disanalah kemuliaan Tuhan hadir memberkati umatNya. Perabotnya sudah lengkap, tetapi tidak ada kursi dalam Tabernakel karena konsep ibadah mereka adalah menyembah.

Mereka datang beribadah adalah untuk menyembah dan menantikan Tuhan. Semua perabot dalam Tabernakel merupakan perlambang dari penyembahan. Konsep ibadah dalam Perjanjian Lama hanya satu, menyembah Tuhan. Karena itu menyembah Tuhan haruslah dengan sungguh-sungguh, jangan main-main. 2 Tawarikh 7:1-3, mereka berlutut diatas lantai dan muka mereka sampai ke tanah lalu menyembah. Mereka hanya datang menyembah Tuhan dan menikmati kemuliaan Tuhan turun. Ketika kita datang beribadah, maka itu berarti kita sudah harus mempersiapkan diri kita untuk memberi penyembahan yang terbaik buat Tuhan dalam roh dan kebenaran.

Selanjutnya, penyembahan sebenarnya adalah memberi kepada Tuhan, tetapi pada saat yang sama terjadi pertukaran. Saat kita memberi, maka saat itu pula kita menerima. 2 Tawarikh 20:1,19-21. Menghadapi tiga pasukan, bangsa Israel menempatkan Paduan Suara di posisi yang paling depan untuk menyanyikan nyanyian dan memuji Tuhan. Prisipnya, ketika kita menyembah, itu berarti kita sedang memberi kepada Tuhan dan inilah bagian yang harus kita lakukan. Ketika bangsa Israel melakukan bagian mereka, Tuhan juga melakukan bagianNya sehingga Israel mengalami kemenangan. Tuhan membuat musuh mereka saling membunuh dan Israel tinggal datang untuk menjarah. Ketika kita memberi (menyembah), kita sebenarnya sedang menerima sesuatu dari Tuhan. Penyembahan tidak butuh kata-kata yang banyak, yang perlu adalah hati yang tulus, sungguh-sungguh dan hati yang menyembah.

Kejadian 8:20-22. Bau persembahan adalah sesuatu yang sangat menyenangkan hati Tuhan. Jadi saat kita memberi atau membakar korban persembahan kepada Tuhan, saat itu sebenarnya Tuhan sedang memberi yang terbaik kepada kita. Inilah yang dialami Paulus dan Silas saat mereka menyembah Tuhan, seluruh penjara goyang dan terbukalah rantai yang membelenggu mereka karena kuasa Tuhan bekerja.

Datanglah dalam ibadah dengan tujuan menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran. Lakukan bagian kita dan kita akan melihat tuhan melakukan bagiannya. AMIN

Makna Pengurapan Roh Kudus

Yohanes 16:7

Empat puluh hari Yesus menyatakan diri kepada murid-murid untuk memantapkan kembali panggilan pelayanan mereka, karena mereka begitu terpukul ketika Yesus mati. Itu sebabnya ketika Yesus bangkit, hal pertama yang Dia lakukan adalah memulihkan kembali iman dan kasih murid-muridNya, kemudian Yesus naik ke Sorga. Yesus berkata dalam Yohanes 16:7, “… Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”.

Apa hal yang paling signifikan yang dialami murid-murid ketika diurapi oleh Roh Kudus jika dibandingkan dengan sebelumnya? Hal ini tidak seperti yang kita pikirkan bahwa setelah menerima Roh Kudus mereka dapat melakukan sesuatu luar biasa. Sebelum itu, mereka telah melakukan hal-hal mujizat. Setelah pengurapan itu turun, murid-murid yang tadinya suka berdebat dan sering berbeda pendapat akhirnya berhenti berdebat dan mereka menjadi sehati dan sejiwa. Kisah Para Rasul 4:32, “Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama”.

Sebelum hari Pantekosta, orang-orang yang menjadi pengikut Kristus berdiri sendiri, tidak terhubung satu dengan yang lain. Tetapi setelah Roh Kudus mengurapi mereka pada hari Pantekosta mereka semua menjadi terhubung. Roh Kudus membuat kita terkoneksi dengan Yesus serta dengan. Hanya Roh Kudus yang mampu melakukannya, serta menjadikan kita semua satu yaitu anggota tubuh kristus.

Gereja mula-mula adalah kumpulan orang-orang yang berbeda satu dengan yang lain. Mereka adalah kelompok orang yang mendengar Khotbah Petrus lalu kemudian bertobat dan menjadi pengikut Yesus. Kisah Para Rasul 2:41, “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa”. Mereka berasal dari latar belakang dan budaya yang berbeda-beda (Kisah Para Rasul 2:8-12), tetapi ketika Roh Kudus mengurapi, mereka disatukan sehingga mereka menjadi orang-orang yang sehati, sejiwa dan mereka hidup dalam pengurapan kasih karunia itu

Kisah para Rasul 2:42-47. Jika kita memperhatikan bagaimana cara hidup gereja mula-mula, maka hal itu akan membuat kita malu, karena perkumpulan mereka disukai oleh semua orang. Orang yang bersehati dan sejiwa dalam pengurapan Roh Kudus akan menjadi perkumpulan yang disukai oleh semua orang, karena orang-orang akan melihat adanya aliran air hidup bagaikan oase di Padang Pasir. Ketika Roh Kudus mengurapi, Dia tidak hanya memberikan bahasa roh. Banyak orang yang hanya mengejar bahasa roh, sehingga tidak melihat hakikat pekerjaan Roh Kudus.

Hakikat dari pengurapan Roh Kudus adalah memberikan apa yang disebut sebagai urapan sentral yang bernama Kasih. 1 Korintus 13:1, “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing”.

Orang hanya mengejar apa yang dimulut, lupa dengan urapan sentralnya. Ketika urapan itu turun, pada saat yang sama Dia memberikan kasih kepada orang tersebut. Nubuat tidak ada gunanya jika tanpa adanya dasar kasih serta untuk tujuan membangun persekutuan. Begitu pula berbahasa roh baik, tetapi tanpa kasih tidak berguna apa-apa. Bahasa roh bukanlah ukuran kerohanian seseorang. Kita memang harus dipenuhkan dengan Roh Kudus, tetapi jangan hanya mengejar tandaNya.Alkitab berkata bahwa apapun yang kita lakukan jika tanpa urapan sentral (kasih), semuanya kosong dan tidak ada artinya buat Tuhan. Melayani dan bekerja tanpa dasar kasih menjadi sia-sia. Kekristenan bukan hanya dimulut, tetapi prakteknya.

Jemaat mula-mula adalah patron/ukuran dari gereja sekarang ini, dimana mereka hidup dengan sehati dan sejiwa, serta segala kepunyaan mereka menjadi miliki bersama. Bagaimana dengan gereja sekarang ini? Ketika diurapi Roh Kudus kita dapat menjadi sehati dan sejiwa, karena ketika Roh Kudus dicurahkan ada urapan sentral yang bekerja pada gereja yaitu kasih Allah. Itu sebabnya, jika benar kita hidup dalam urapan Roh Kudus, maka kita akan hidup sehati dan sejiwa serta satu roh dengan tujuan bagi nama Tuhan dimuliakan.

Apa yang dikerjakan oleh Roh Kudus sehingga gereja itu dapat saling mengasihi? Roh Kudus merubah cara pandang dari setiap orang yang diurapi agar mereka memiliki pengertian yang benar sehingga dapat memandang bahwa segala sesuatu yang mereka miliki dan punyai (hidup, kekayaan, kedudukan, talenta, dll) itu adalah milik Yesus dan harus dikembalikan kepada Yesus. Jika sudah demikian, maka seperti jemaat mula-mula, semua akan menjadi milik bersama. Semua yang kita miliki hanyalah anugrah sehingga kita harus menggunakannya bagi kemuliaan Tuhan. Kita sebenarnya mengerti akan hal ini, tetapi sering kali kita menjadi orang yang tidak mau tahu dan cenderung masa bodoh. Inilah yang Roh Kudus ubahkan dalam diri seseorang, serta memberi pengertian yang benar.

Kemudian Roh Kudus juga merubah cara pandang kita seorang dengan yang lain. Sebelum Roh Kudus dicurahkan dan mengurapi orang-orang percaya, mereka bersedia mati bagi Kristus. Tetapi setelah Roh Kudus dicurahkan dan mengurapi orang-orang percaya, mereka bukan saja bersedia mati untuk Kristus, tetapi juga bersedia mati untuk sesama orang kristen. Inilah yang Tuhan harapkan dari gereja sekarang ini.

Geraja mula-mula menjadi patron gereja sekarang ini, karena mereka sehati sejiwa dan memiliki satu tujuan. Mereka memandang seorang akan yang lain dan menganggap orang lain itu lebih utama dari diri mereka sendiri. Mereka menganggap bahwa sesama mereka itu adalah diri mereka, karena mereka menyadari bahwa kita semua merupakan satu tubuh Kristus. 1 Korintus 12:13, “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh”. Pengurapan Roh Kudus membuat kita menjadi satu dalam tubuh Kristus.

Baptisan air membuat kita dapat hidup dalam Kristus Yesus dan menerima keselamatan serta bersatu dengan Yesus. Baptisan Roh Kudus membuat kita menjadi satu dengan yang lain, yaitu satu tubuh Kristus. Jadi, orang yang mau menerima urapan Roh Kudus itu, diapun harus menerima saudaranya sebagai satu tubuh kristus, karena tidak ada orang yang menerima urapan Roh Kudus tetapi membenci saudaranya. Roh Kudus merubah cara kita memandang satu dengan yang lain, sehingga kita akan saling mengasihi dan memperhatikan.

Jika kita mengalami pengurapan Roh Kudus tersebut, maka Dia akan menghilangkan segala bentuk persaingan antara jemaat yang satu dengan jemaat yang lain, serta menghilangkan segala bentuk pertikaian, iri hati, dengki dan lain-lain sehingga membuat jemaat menjadi sehati dan sejiwa. Jika hal ini terjadi, dimana semua jemaat itu sehati dan sejiwa, maka tidak ada hal yang tidak dapat dilakukan.

Kemudian Roh Kudus membuat kita saling mengagumi satu dengan yang lain, bukan karena kelebihan atau kemampuan seseorang tetapi karena kita memiliki kasih Ilahi. Jika kita hidup sehati dan sejiwa, Alkitab berkata bahwa sebagaimana gereja mula-mula, kita juga akan disukai oleh semua orang.

Hal ini hanya dapat terjadi jika pengurapan Roh Kudus turun dalam hidup kita. AMIN

Kejarlah Persekutuan Dengan Tuhan

Kejadian 1 : 26 – 27

Kitab Kejadian mencatat banyak tentang rahasia permulaan sesuatu peristiwa. Pertama kita mengetahui tentang siapakah Allah, bagaimana Tuhan menciptakan segala sesuatu serta bagaimana manusia diciptakan Allah.

Kejadian 1 : 1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Kita percaya bahwa apa yang diciptakan Allah itu baik adanya. Tetapi, Ayat 2, “Bumi belum berbentuk …”. Terjemahan aslinya campur aduk. Apa yang terjadi di sana? Kita mengetahui bahwa ini adalah pekerjaan iblis. Jadi, sejak pertama Allah telah diperhadapkan pada pemberontakan dari makhluk ciptaan yang sangat cantik dan diciptakan dengan keagungan yang luar biasa, bernama Malaikat Lucifer. Itu sebabnya, Allah menjatuhkan dia ke bumi.

Apakah Allah membentuk makhluk tandingan sehebat dan seagung malaikat yang jatuh ini? Tidak. Allah tidak menjangkau ke atas, tetapi Dia menjangkau ke bumi. Allah menciptakan dari bumi, makhluk lain bernama Manusia. Ketika Allah menciptakan manusia dan menempatkannya dalam Taman Eden, iblis langsung mengejar dan memusuhi manusia. Hal ini karena manusia dianggap sebagai makhluk yang mengambil tempat dan menggantikan kedudukan Lucifer, bahkan lebih mulia lagi karena manusia itu dirancang untuk bersama-sama dengan Allah bukan saja di bumi, tetapi sampai kepada kekekalan.

Kejadian 1 : 26-27, manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Gambar dalam terjemahan Ibraninya berarti foto, bayangan, gambar. Jadi, kita adalah fotonya Tuhan. Itulah sebabnya, mengapa iblis berdaya upaya mengejar dan ingin menghancurkan manusia, karena manusia adalah fotonya Tuhan. Ketika iblis dilempar Tuhan ke bumi, dia ingin menghancurkan Tuhan tetapi tidak bisa. Sebab itu, dia mengejar fotonya Tuhan yaitu manusia. Kita ini adalah sasaran dari pada amuk iblis.

Dengan kehebatan Allah, Dia membentuk manusia dengan tangannya dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Kejadian 2 : 7, “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; …”. Jadi, ketika Tuhan selesai membentuk manusia lengkap dengan segala anggota tubuhnya, barulah Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Kata menghembuskan bukan berarti sekali tiup selesai. Kata ini berarti ditiupkan secara mendalam dan perlahan-lahan dan berlangsung secara berkesinambungan. Artinya, manusia tidak akan bisa hidup jika dia membelakangi Tuhan.

Hal ini menunjukkan bahwa sampai sekarang ini kita terus-menerus mendapat suplai dari hembusan nafas Allah. Itu sebabnya, kalau kita berbalik dan menjauh dari Tuhan, maka hembusan nafas Allah itu akan berhenti dan kita mati. Tuhan terus menerus menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung kita, sehingga kita menjadi manusia hidup dengan luar biasa karena ada hembusan nafas Allah itu.

Dapatkan iblis menghancurkan kita, bila kita terus menerus berhadapan muka dengan Tuhan? Tidak. Untuk menghancurkan kita, iblis berusaha menjauhkan kita dari persekutuan dengan Tuhan seperti ibadah dan doa. Sebab itu, jangan pernah menjauh atau melangkah mundur dari Tuhan, agar Allah dapat terus menerus menghembuskan nafas hidup dalam kita, sehingga iblis gentar dan menjauh dari kita. Takdir kita ditentukan dari seberapa dekatnya persekutuan kita dengan Tuhan.

Di rumah potifar Yusuf difitnah, sehingga dia dipenjara. Kemudian Alkitab berkata bahwa dia akhirnya menjadi seorang Perdana Menteri yang dipercaya oleh Fiarun, sehingga Firaun berkata bahwa tidak ada seorangpun yang bergerak di Mesir tanpa sepengetahuan Yusuf. Kenapa ini terjadi? Karena Yusuf dalam hidupnya sehari-hari selalu berusaha untuk hidup dekat dengan Tuhan, walaupun iblis berusaha menjauhkan dia dari Tuhan.

Daniel seorang yang luar biasa, sehingga raja Darius sangat mengasihaninya. Namun, teman-temannya yang juga mendapat kedudukan penting di kerajaan tidak menyukai Daniel, karena Daniel adalah seorang Yahudi. Mereka kemudian mencari cara untuk menjatuhkan Daniel. Mereka tidak mendapatkan cara apapun selain dalam hal ibadahnya Daniel kepada Tuhan. Kemudian, mereka berdaya upaya mengambil hati raja agar membuat undang-undang, yang isinya dalam waktu sebulan tidak ada seorangpun yang boleh menyembah, memohon selain kepada raja dan bila ada yang melanggar akan di campakkan ke dalam gua singa.

Raja Darius kemudian mengesahkannya dengan cincin meterai raja, sehingga tidak dapat dibatalkan oleh siapapun termasuk raja sendiri. Daniel 6 : 11, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya”. Daniel tidak takut ketika dia harus dicampakkan kedalam gua singa. Alkitab berkata bahwa Tuhan mengutus malaikat untuk menutup mulut singa-singa itu. Takdir Daniel ditentukan oleh seberapa dekatnya dia dengan Allah yang telah menciptakan dia.

Ada dua generasi yang ditulis dalam Kitab Kejadian. Kejadian 4 : 17-26 adalah keturunan Kain, dan Kejadian 5 : 6-32 adalah keturunan Set. Keturunan Kain disebutkan jenis pekerjaan mereka, sedangkan keturunan Set tidak disebutkan pekerjaan mereka, tetapi disebutkan umur mereka ketika memperoleh keturunan sampai akhirnya meninggal. Keturunan kain adalah keturunan yang mengejar pekerjaan/prestasi. Tidak salah kita berprestasi dan punya pekerjaan baik, tetapi bila hidup kita hanya untuk mengejar prestasi dan melupakan Tuhan, maka itu menjadi sesuatu yang salah. Alkitab berkata, apakah untungnya seseorang memiliki seluruh dunia ini jika jiwanya binasa.

Setelah pasal 4, kita tidak menemukan lagi keturunan kain yang berprestasi yang dituliskan lagi dalam Alkitab. Generasi Set adalah generasi yang terus jaya dan dicatat dalam Alkitab, kenapa? Keturunan kain yang hanya mengejar prestasi berbeda dengan keturunan Set yang mengejar persekutuan dengan Tuhan.

Keturunan Adam melalui Set mencapai puncaknya pada Henokh. Kejadian 5 : 21- 24, “… Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah”. Kata diangkat dalam bahasa Ibrani berarti diambil untuk kepentingan Allah sendiri. Tidak cukupkan Kerubium dan bala tentara Sorga yang memuji Allah siang dan malam, sehingga Allah harus mengambil Henokh untuk kepentinganNya sendiri? Allah menghargai orang-orang yang dalam hidupnya selalu memberi diri untuk bersekutu dengan Tuhan. Allah mencari orang-orang yang seperti ini. Henokh adalah gambaran gereja Tuhan. Henokh diangkat hidup-hidup dan gereja Tuhanpun akan mengalami peristiwa yang sama. Seluruh Alkitab dicatat hanya untuk membuat gereja bersekutu dengan Tuhan.

Keluaran 34 : 29, “Ketika Musa turun dari gunung Sinai … tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN”. Orang yang senang bersekutu dengan Tuhan, wajahnya itu bercahaya. Kita mungkin bertanya, mengapa wajah kita tidak bercahaya padahal sudah beribadah dan berdoa? Kita baru tiga jam digereja sudah mengeluh, tetapi Musa empat puluh hari tanpa makan dan minum berada dihadirat Tuhan (Keluaran 34 :28). Orang yang hidup dekat dengan Tuhan wajahnya bercahaya.

1 Korintus 11 : 7, “Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki”. Seorang bapa harus mampu menyinarkan kemuliaan Allah kepada istri dan anak-anak. Bapa-bapa jangan ambil sinar yang palsu, cari sinar asli dengan bertemu muka dengan Allah. Sering-seringlah datang kepada Tuhan untuk menerima sinar asli itu, sehingga dapat menyinarkan kemuliaan itu kepada orang lain.

Tuhan mencari orang-orang yang memberikan hidupnya bersekutu dengan Tuhan. Sebab itu, kejarlah persekutuan dengan Tuhan.
A M I N

Bersama Keluarga Aku Melayani Tuhan

Lukas 2: 48-52

Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN! – Yosua 24:15d

Dalam kisah Natal ada banyak tokoh yang terlibat di dalamnya, seperti raja Herodes. Raja Herodes adalah seorang raja atas wilayah Galilea. Dia dikenal sebagai raja yang kejam, tetapi sebenarnya dia hanyalah seorang raja yang kuatir. Kekuatiran inilah akhirnya membuat dia mengambil tindakan yang jahat. Herodes kuatir kekuasaannya diambil. Siapapun yang berusaha mengambil kekuasaannya, dia akan berusaha untuk membunuh orang itu. Itu sebabnya ketika orang majus datang dan berkata kami mencari seorang Raja, Herodes menjadi begitu gusar. Herodes berkata dimana Dia, sebab sayapun akan datang menyembahNya, padahal dia akan membunuhNya. Itulah sebabnya tidak heran kalau Herodes membunuh ratusan anak-anak usia dibawah dua tahun dii Bethlehem.

Kita mengenal juga ada tokoh Majus, yang tidak diketahui dari mana asalnya, dan siapa mereka. Konon mereka adalah bangsa Babilonia. Mereka datang mencari Yesus hanya untuk menyembah Dia. Kemudian ada para gembala, orang-orang bersahaja yang hidup di Bethlehem. Mereka adalah orang-orang pertama yang menyaksikan kelahiran Yesus. Berikutnya ada Yohanes Pembaptis dan para Malaikat.

Figur utama yang berperan dalam kelahiran Yesus adalah Maria dan Yusuf. Mereka masuk dalam rencana Ilahi, dipilih Allah jauh-jauh hari sebelum zaman ini jadi. Yesus harus lahir dari keturunan Daud, karena Allah harus meminjam nama keluarga Daud. Maria dan Yusuf dipilih Allah, dan kepada keluarga inilah Allah mempercayakan bayi Yesus. Bayi Yesus tidak tiba-tiba ada dan menjadi dewasa, walau itu bisa Dia lakukan.

Yesus tidak tiba-tiba muncul di dunia ini, kemudian memberitakan pertobatan dan jalan keselamatan. Dipilihlah dahulu seorang bapak yang bernama Yusuf dan seorang ibu bernama Maria, mereka ini disebut keluarga. Yesus ditempatkan dalam sebuah keluarga. Dikemudian hari, kita ketahui bahwa Herodes mau membunuh Yesus. Untuk itu keluarga ini membawa yesus sampai ke Mesir. Allah memandang betapa pentingnya sebuah keluarga.

Dalam ayat ini, ketika Yesus berumur dua belas tahun, Dia dibawa ke Bait Allah. Ketika Yusuf dan Maria pulang, ternyata Yesus tidak bersama mereka. Yesus ditemukan ada dalam Bait Allah. Ini penampilan Yesus terakhir yang dicatat Alkitab sebelum Dia tampil di sungai Yordan dan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis saat Yesus berumur 30 tahun. Timbul pertanyaan, antara 12 tahun sampai 30 tahun, Yesus berada dimana?

Berbagai tafsiran muncul, ada yang mengatakan bahwa Yesus ke Tibet untuk berguru disana. Ada juga yang berkata bahwa Yesus ke India mencari ilmu. Tetapi semua itu tidaklah benar, karena Alkitab berkata dalam Yesaya 9 : 5, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”. Sebab itu, jika kita membutuhkan nasehat, jangan bertanya kepada ahli feng shui, tetapi bertanyalah kepada Yesus.

Jika demikian, dimana Yesus berada sekitar 18 tahun tersebut? Lukas 2 : 51, “Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya”. Jadi, Yesus berada dalam asuhan keluarga Yusuf.

Karena itu, sebagai anak jangan pernah berkata bahwa orang tua kita kuno, kurang pengalaman jadi diam saja. Kalau Yesus saja berada dalam asuhan keluarga, apalagi kita. Betapa penting dan berharganya sebuah keluarga dihadapan Allah. Harta yang paling berharga adalah keluarga, sehingga seorang suami akan berkata kepada istrinya engkau hartaku yang paling berharga, dan betapa beruntungnya saya menikah dengan engkau. Bagi istri, suami adalah satu-satunya yang paling berharga bagaimanapun keadaannya. Bagi orang tua, anak-anak adalah harta yang paling berharga. Dan bagi anak-anak, orang tua adalah harta yang sangat berharga. Itu sebabnya, Allah menempatkan Yesus dalam sebuah keluarga untuk dididik dan  diasuh. Hanya satu oknum yang tidak suka jika sebuah keluarga utuh, yaitu iblis. Iblis  mencari berbagai cara untuk mengganggu keutuhan keluarga. Itu sebabnya, tahun 2011 ini biarlah kita sesama anggota keluarga (Suami, Istri dan Anak-anak) saling bergandengan tangan agar keluarga kita semakin kokoh. Bangun kekuatan dari diri kita sendiri dan keluarga kita.

Bersatu padulah sebuah keluarga, supaya iblis tidak mendapat celah untuk masuk dan mengganggu keluarga kita. Sebenarnya iblis ingin mengganggu gereja, tetapi tidak bisa karena terlalu banyak orangnya. Maka yang dia lakukan adalah menyerang keluarga, karena kalau keluarga hancur maka gereja ikut hancur, kalau keluarga kuat maka  gereja ikut menjadi kuat, dan kalau keluarga bersatu maka gereja pasti maju. Itu sebabnya keluarga menjadi sasaran iblis. Iblis suka membisikkan kepada suami atau istri bahwa pasangannya memiliki banyak kekurangan/kelemahan. Hal-hal yang dahulunya tidak kelihatan, mulai digembor-gemborkan oleh iblis sehingga masing-masing mulai melihat kekurangan pasangannya.

Betapa seringnya perceraian terjadi hanya karena kita mulai kekurangan pasangan kita, padahal itu hanya sedikit. Masih terlalu banyak perbuatan baik dan kelebihan dari pasangan kita. Sebab itu, belajarlah melihat kelebihan dan kebaikan pasangan kita, bukan kekurangannya. Keutuhan sebuah keluarga menjadi tanggung jawab keluarga itu sendiri (suami, istri dan anak-anak), maka jagalah keutuhan keluarga kita.

Seringkali masalah terjadi hanya karena hal sepele. Sebab itu, belajarlah mengesampingkan hal-hal yang sepele, karena yang penting adalah keharmonisan dalam keluarga. Jangan terlalu memusingkan banyak hal, karena keutuhan keluarga adalah hal yang utama. Hal yang sepele sering disodorkan iblis untuk mencoba menghancurkan keluarga dan gereja. Untuk itu, perkuatlah keutuhan keluarga dan gereja dimana kita ada.

Yosua 24 : 15, Kalau kita bersatu dalam keluarga, kita dapat berkata seperti Yosua. Kesatuan itu selalu dapat mengerjakan hal-hal diluar jangkauan pikiran kita.

Ketika Yesus sedang berkhotbah, empat orang datang membawa seorang lumpuh kehadapan Yesus (Markus 2 : 1 – 12). Alkitab berkata bahwa Yesus tidak melihat iman orang yang sakit ini ketika menyembuhkan dia, tetapi Yesus melihat iman empat orang yang membawa dia. Jika ada orang-orang yang mau sehati, mereka akan dapat melakukan hal-hal yang hebat.

Berapa banyak orang yang membuat bahtera yang besar itu? Ini dapat dibuat oleh sebuah keluarga Nuh yang memiliki kesatuan. Kalau tidak memiliki kesatuan, jangan berharap kita akan mencapai banyak hal ditahun 2011 ini. Itulah sebabnya, rapatkan barisan dan kita akan melihat perbuatan ajaib Tuhan, yang bahkan tidak sempat kita minta kepadaNya. Alkitab berkata bahwa berkat Tuhan akan diperintahkan kepada mereka yang hidup bersama dengan rukun (Mazmur 133). AMIN

Jika Kita Percaya Kepada Tuhan Yesus, Mujizat Pasti Terjadi

Yohanes 6 : 1 – 7

Setiap kali kita membaca dan belajar Firman Tuhan itu selalu memberi pelajaran baru bagi kita. Demikian juga peristiwa Yesus memberi makan lima ribu orang ini belum termasuk perempuan dan anak-anak, membuat kita terpesona dan kagum walau hal itu sudah berulang-ulang kali kita baca. Sebab itu keempat Injil menyajikan kisah ini dengan lengkap. Mujizat ini berawal karena seorang anak kecil yang memiliki dua ikan dan lima ketul roti jelai memberinya kepada Yesus untuk menjadi makanan orang banyak itu. Hal ini memberi kita pelajaran, kalau anak kecil saja tahu memberi yang terbaik dari apa yang dia miliki kepada Yesus ketika dibutuhkan, apalagi orang dewasa.

Hal menarik ketika membaca Yohanes 6, terletak pada ayat 5 – 7. Ketika yesus memandang orang banyak itu, Dia kemudian berkata kepada Filipus agar mereka memberi makan orang banyak itu. Filipus segera merespon dengan hitung-hitungan, karena dia tahu bahwa roti seharga dua ratus dinar tidak mungkin memberi orang banyak itu, walaupun hanya dengan sepotong roti yang kecil.

Yohanes 6 : 5 – 6, berkata bahwa Yesus sebenarnya tahu apa yang harus dilakukanNya. Jadi, Yesus sengaja membawa murid-murid pada situasi yang sukar ini dan merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Filipus menghitung dan mengkalkulasikan semuanya kemudian berkata tidak mungkin. Yesus pun sering kali membawa kita pada sebuah keadaan dimana segala sesuatu yang telah kita rencanakan dengan matang menjadi tidak mungkin. Disaat akal kita berkata tidak mungkin lagi, disaat itulah Yesus mengambil alih setiap persoalan kita dan menyelesaikannya.

Yohanes 11 : 1 – 6, adalah peristiwa yang hampir mirip. Betania sebuah tempat dekat Yerusalem yang berjarak 3 Km. Desa ini terkenal karena Yesus sering kesana. Di sana ada keluarga Marta, Maria dan Lasarus yang sangat mengasihi Yesus sehingga Yesus juga mengasihi mereka. Ketika Lasarus sakit, mereka mengirimkan kabar kepada Yesus. Yesus mendengar kabar itu dan berkata bahwa penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah. Namun demikian Alkitab berkata bahwa Yesus sengaja tinggal dua hari lagi. Ia membiarkan kondisi ini menjadi semakin sukar sehingga Lasarus akhirnya meninggal.

Ketika Yesus datang ke Betania, Lasarus sudah dikuburkan dan bagi orang lain tidak ada gunanya lagi Yesus datang. Tetapi justru ketika situasi dimana manusia tidak sanggup lagi berbuat sesuatu, Yesus baru bekerja. Yesus berkata dimana dia kamu kuburkan? Mereka membawa Yesus kekuburan Lasarus, kemudian Yesus berkata Lasarus keluarlah. Akhirnya Lasarus hidup kembali dan disaat itulah nama Yesus semakin dipermuliakan.

Saat murid-murid berkata tidak mungkin, Yesus mengambil kelima ketul roti dan dua ekor ikan lalu memberkatinya serta memberi makan orang banyak itu sampai kenyang bahkan masih sias dua belas bakul. Begitu juga dalam kehidupan kita, kadangkala tuhan membawa kita pada situasi yang sangat sulit, tapi bukan berarti Tuhan meninggalkan kita atau tidak mendengar doa kita. Hal ini Tuhan ijinkan terjadi, sampai pada satu titik dimana kita berkata tidak mungkin maka saat itulah Tuhan mulai bekerja. Pada kondisi dimana kita masih merasa kuat dan mampu, Tuhan tidak akan bekerja. Tetapi ketika kita berkata tidak bisa lagi dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan, maka Dia menyatakan kuasaNya. Yang kita perlukan cukup satu kata “PERCAYA”.

Markus 6 : 52, “sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil”. Alkitab menjelaskan bahwa ternyata percaya itu bukanlah sesuatu yang mudah, walaupun kita telah melihat mujizat yang luar biasa yang Tuhan kerjakan seperti peristiwa ini, karena hati mereka tetap degil. Degil artinya sudah diberitahu berulangkali tetap tidak mau mengerti dan percaya. Padahal Tuhan berkata bahwa hidup orang percaya seperti gelar yang diberikan kepada kita suka atau tidak, harus hidup dengan percaya. II Korintus 5 : 7, ”sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat”.

Itu sebabnya cara kita mengiring Tuhan harus dengan percaya bukan dengan melihat. Tuhan ingin mengembalikan kita pada keadaan yang pernah dialami Adam dan Hawa sebelum mereka jatuh dalam dosa. Dalam Kejadian 1, Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Tetapi dalam Kejadian 3 : 1 – 7, yang memberikan penilaian adalah perempuan. Dia kemudian mengambil buah itu dan memberikan kepada suaminya sehingga keduanya jatuh dalam dosa. Dosa selalu mencari teman. Ingatlah bahwa posisi kita dihadapan Firman hanya berkata benar (Amin) dan tidak untuk menilai.

Ketika mereka jatuh dalam dosa, mata mereka terbuka. Mata jasmani yang sebelumnya memandang sesuatu dengan percaya, tetapi ketika mereka jatuh dalam dosa otomatis mata rohani mereka tertutup dan yang terbuka adalah mata biasa/jasmani. Kalau mata jasmani yang dipakai, yang dilihat ketelanjangan, ketidakmungkinan, kekuarangan, kemiskinan, dll. Inilah yang akan dipulihkan Tuhan, sehingga manusia hidup sama seperti saat di taman Eden ketika manusia hidup berdampingan dengan Tuhan, mereka menilai segala sesuatu dengan mata rohani.

Dosalah yang menjadi pemisah antara manusia dengan Tuhan. Yesaya 59 : 1 – 2. Orang yang senang dengan dosa, tidak bisa hidup secara rohani sehingga tidak mengerti dan mengalami hal-hal rohani. Yohanes 3 : 3, berkata kalau seorang tidak dilahirkan kembali ia tidak dapat melihat kerajaan Alllah. Secara rohani artinya melihat perkara-perkara kerajaan Allah, sebab kerajaan Allah bukan soal perkara jasmani tetapi perkara rohani. Itu sebabnya pertobatan menyusul ketika kita percaya dan dilahirkan kembali. Pertobatan adalah apa yang kita lakukan, dan kelahiran kembali adalah apa yang Tuhan lakukan terhadap kita. Kalau kita hidup di bumi, kita lahir dibumi. Kalau kita mau hidup di sorga, maka kita harus lahir di sorga dan hal ini terjadi ketika kita bertobat dan lahir baru.

I Korintus 2 : 14, “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani”. Kalau kita mau mengalami perkara-perkara rohani, kita harus hidup secara rohani. Kita tidak akan pernah mengalami mujizat atau pengalaman rohani yang lain jika kita tetap hidup dalam dosa.

II Raja-raja 6 : 8 – 17. Jika kita memakai mata jasmani, seperti Gehasi berkata celaka ketika melihat tentara Aram mengepung mereka, kitapun akan berkata demikian karena situasi di sekitar kita sangat tidak menentu. Tetapi, ketika Tuhan membuka mata rohaninya maka dia melihat hal yang luar biasa Tuhan kerjakan. Kalau kita hidup dengan mata rohani, kita akan melihat Tuhan melakukan perkara yang besar. Yang kita butuhkan sekarang adalah Tuhan membuka mata rohani kita.

Dalam Kejadian 13, Abraham berkata kepada Lot, sekarang pisahkan dirimu dari padaku. Kalau engkau ke timur aku ke barat, kalau engkau ke utara aku ke selatan. Lot melihat keadaan bahwa keadaan di lembah Yordan begitu subur, sehingga ia berpikir itu akan membuat dia bertambah kaya. Lot akhirnya mengalami kerugian besar karena memakai mata jasmani. Jadi, kalau kita hidup dalam Tuhan, maka dalam berbisnis janganlah memakai mata jasmani. Tetapi Abraham memakai mata rohani, dengan memandang Tuhan terlebih dahulu dari segala sesuatu.

Kita sering kali melihat bahwa masalah itu terlalu besar, sehingga itu menutup kehebantan Allah. Mata rohani memandang Allah terlebih dahulu, baru masalah, dengan begitu maka kita akan melihat perkara-perkara luar biasa Tuhan kerjakan. Jika kita percaya kepada Tuhan Yesus, mujizat pasti terjadi. Amin

Jangan Tunda Lagi, Bertobatlah Sekarang

II Tesalonika 2 : 1 – 12

Suka atau tidak, Alkitab berkata bahwa Tuhan akan datang kembali menjemput orang percaya. Kapankah kedatangan Tuhan itu? Tidak ada yang tahu. Jadi, jika ada yang berkata Tuhan akan datang tahun sekian, maka itu tidaklah benar. Alkitab berkata bahwa tidak ada yang tahu kapan dunia ini akan berakhir. Tetapi Alkitab juga memberitahu bahwa ada yang akan mendahului kedatangan Tuhan. Tuhan akan datang kembali, namun sebelum itu akan dinyatakan terlebih dahulu manusia durhaka yaitu lawan yang meninggikan diri atau si antikristus. Sekarang antikristus belum menyatakan diri, tetapi roh antikristus sudah mulai bekerja. Si Antikristus belum menyatakan diri karena ada yang menahannya, yaitu gereja Tuhan. Gereja Tuhan bukanlah bangunan fisik gedung gereja, tetapi orang percaya.

Suatu saat Roh Kudus akan membawa gereja Tuhan tersingkir ke sebuah tempat yang hanya diketahui oleh Tuhan sendiri. Saat itulah manusia durhaka itu menyatakan diri. Itu sebabnya kedatangan antikris itu dikatakan sebagai zaman kegelapan yang paling gelap. Kenapa? Karena terang sudah tidak ada (gereja Tuhan). 1 Yohanes 4 : 1 – 3 ; 2 : 18. Antikris ini belum dinyatakan, tetapi orang-orang yang memiliki roh antikris sudah ada sejak dahulu kala. Jadi, sehebat apapun kita berdoa, akan tetap ada orang yang menentang gereja, sebab gereja akan memberi pengaruh yang akan membuat orang fasik tidak tenang.

Namun demikian, sebelum manusia durhaka ini dinyatakan, ada orang-orang yang akan menjadi pengikutnya. Mereka adalah orang-orang yang telah memiliki roh antikristus. Alkitab juga berkata bahwa pengikut si antikris ini juga datang dari gereja. 1 Yohanes 2 : 18 – 19, “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus … Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; …”. Jadi, mereka adalah orang-orang percaya yang menjadi murtad, meninggalkan Tuhan karena tidak sungguh-sungguh.

Bersungguh-sungguh ini bukanlah waktu yang sekejap. Kekristenan butuh ketekunan dan kesungguhan hati dalam melayani dan mengiring Tuhan. Alkitab berkata dalam II Tawarikh 16 : 9, “Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia …”. Sebab itu Tuhan berkata dalam I Tesalonika 4 : 1, “… baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi”.Yakobus 5 : 17 – 18, Alkitab berkata Elia adalah manusia biasa, tetapi ketika berdoa, dia berdoa dengan bersungguh-sungguh hati sehingga Tuhan tidak menurunkan hujan, dan karena doanya pula Tuhan kemudian menurunkan hujan.

Dalan kitab Wahyu, ada 7 surat yang dikirimkan kepada gereja-gereja di Asia Kecil. Salah satu surat dalam Wahyu 3 : 15 – 16, “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku”. Jemaat Laodekia dalam mengiring Tuhan suam-suam kuku, tidak dingin tidak panas, akibatnya dimuntahkan Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan berkata kepada murid-murid ketika akan menangkap ikan berlabuhlah ke tempat yang dalam.

Jadi mengapa mengapa orang murtad? Pertama, Karena mereka orang percaya yang tidak sungguh-sungguh. Kedua, Ibrani 6 : 1 – 6, ”… Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,namun yang murtad lagi, …”. Jadi, mereka bukan orang sembarang. Orang murtad, karena orang itu tidak sampai kepada pertobatan.

Apa sebenarnya definisi bertobat sehingga orang yang telah bertobat tidak mungkin meninggalkan Yesus? Bertobat adalah berbalik 180 derajat kepada Yesus dan mengikuti Yesus. Kenapa orang yang bertobat tidak bisa meninggalkan Yesus? Yohanes 10 : 28, “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku”. Jadi kenapa orang bertobat tidak bisa meninggalkan Tuhan? Karena dia dipegang oleh Tuhan. Jika hanya kita yang memegang tangan Tuhan, berapa lama kekuatan kita akan bertahan. Tetapi jika Tuhan yang memegang tangan kita, maka itu tidak akan pernah terlepas walaupun kita ingin melepasnya.

Jika bukan Tuhan maka kita tidak akan mampu bertahan dalam pengiringan kita. Alkitab berkata bahwa kecenderungan hati manusia adalah berbuat dosa. Kita semua adalah manusia biasa sama seperti tokoh-tokoh Alkitab, tetapi menjadi luar biasa karena ada tangan Tuhan yang memegang tangan kita. Mazmur 37 : 23 – 24, “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya”. Jadi, orang Kristen masih bisa jatuh, tetapi tidak akan sampai tergeletak, karena ada tangan Tuhan yang memegang. Seandainya dia melepas tangan kita, maka habislah kita terbawa oleh arus dunia ini. Kita kuat karena tangan Tuhan menopang kita. Kita bisa karena tangan Tuhan memampukan kita. Tetapi bukan karena kita, tetapi karena kekuatan kuasa tangan Tuhan. Itulah sebabnya jangan memiliki iman yang sementara saja.

Lukas 8 : 12 – 13. Percaya sebentar saja artinya hanya memiliki iman sebatas akal. Mereka tidak sampai kepada pertobatan, jika sampai kepada pertobatan mereka akan memiliki iman yang menyelamatkan. Apakah iman yang menyelamatkan? Iman yang bukan hanya di akal saja, hanya tahu dan mengakui saja, tetapi percaya dipikiran dan dihati, mulut mengakui dan hidup mengandalkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat. Ada tiga hal yang berkerja dalam iman yang menyelamatkan, pertama : tahu, kedua : mengakui, dan ketiga : mengandalkan.

Hari-hari ini, sadar atau tidak kita sedang ditampi. Allah sedang mencari orang-orang yang benar-benar memiliki iman yang menyelamatkan atau iman yang sampai kepada pertobatan. Kalau tidak bertobat, maka kita akan dimuntahkan. Rasul Paulus berkata dalam Kisah Para Rasul, aku mau agar dimana-mana orang bertobat. Bertobatlah sebab kita tidak tahu kemurahan Tuhan sampai dimana. Selagi kemurahan Tuhan besar, bertobatlah jangan sampai kita menjadi seperti Firaun, Tuhan mengeraskan hatinya. Banyak orang kristen asyik-asyik saja tanpa menyadari bahwa mereka sedang menuju kepada maut, karena mereka belum sampai kepada pertobatan.

Miliki iman yang benar. Jangan hanya asal ke gereja dan asal saja menyebut nama Tuhan. Matius 7 : 21,”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga”. Tuhan tidak mengenal karena mereka tidak sampai menjadi anak. Pertobatan itu apa yang kita perbuat ketika kita beriman kepada Yesus Kristus, dan kelahiran kembali adalah apa yang Roh Kudus kerjakan. Karena itu orang yang tidak dilahirkan kembali oleh Roh Allah, jangan mimpi masuk kerajaan Allah. Yohanes 3. Ketika seorang bertobat, maka Roh Kudus melahirkan kita kembali untuk menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1 : 12).

Jangan tunda lagi, bertobatlah sekarang.