Mazmur 90 : 3 – 6
Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam. Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.
Jika kita membaca Firman Tuhan ini, kita akan melihat dengan jelas betapa terbatas dan singkatnya kehidupan manusia. Setiap hari, usia kita semakin bertambah. Tetapi kitapun harus ingat bahwa hal itu berarti jatah usia kita di dunia ini semakin berkurang dan ada saatnya kita akan kembali. Dunia ini hanyalah tempat sementara untuk kita hidup.
Mazmur 89 : 49, “Siapakah orang yang hidup dan yang tidak mengalami kematian, yang dapat meluputkan nyawanya dari kuasa dunia orang mati”. Kita tidak akan pernah tahu kapan waktunya Tuhan datang dalam hidup kita. Semua kita pasti memiliki keinginan untuk dapat hidup lebih lama. Tetapi Mazmur 90 : 10, cukup jelas member tahu kepada kita bahwa waktu kita hidup itu 70 tahun, kalau kuat 80 tahun. Tetapi penderitaan itu akan ada di hadapan kita. Penderitaan itu akan dihadapi oleh semua manusia, apakah itu berupa sakit, persoalan hidup atau apapun itu. Namun kita meyakini bahwa suatu saat nanti, setelah penderitaan yang kita alami, maka sebagai anak Tuhan ada sorga yang disediakan Tuhan bagi kita.
Yosua 1 : 8, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”. Disini jelas, Allah mau dalam kehidupan kita ini jangan pernah lupa memperkatakan Firman Tuhan. Kita akan menjadi pribadi yang luar biasa dan dasyat, jika Firman Tuhan itu selalu menguasai seluruh kehidupan kita. Salah satu tujuan kita beribadah, untuk mendengarkan Firman Tuhan yang akan mengontrol kehidupan kita. Bukan sebaliknya kita yang mengontrol Firman Tuhan tersebut. Ayat ini dengan tegas memberitahu kita agar tidak lupa untuk memperkatakan dan merenungkan Firman, agar kita berhasil dan beruntung dalam hidup ini. Hal ini berarti Firman Allah selalu ada dalam hati dan selalu kita ucapkan.
Apakah Firman ini sepenuhnya telah kita lakukan? Ketika kita selesai beribadah, keluar dari gereja dan mulai dengan aktivitas kita yang lain, apakah kita masih mengingat Firman Tuhan yang kita dengar kita atau itu akhirnya menjadi sesuatu yang berlalu begitu saja? Ada banyak orang datang beribadah, tetapi yang ada dipikirannya bukan bertemu Tuhan, tetapi memikirkan tentang pekerjaan/usahanya. Kita lupa bahwa tujuan utama kita beribadah adalah untuk berjumpa dengan Tuhan.
Ketika menghadapai masalah, banyak anak Tuhan bukannya lari kepada Tuhan, tetapi mencari dukun/paranormal. Bahkan ada yang minum minuman keras, dengan alasan agar mendapat ketenangan. Kita lupa bahwa Firman Tuhan berkata bahwa ketenangan itu hanya ada dalam Tuhan. Mazmur 62 :2, “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku”. Tahukan kita bahwa Gembala selalu mendoakan kita agar kita tetap kuat dalam menghadapi setiap persoalan hidup? Tetapi kita yang didoakan justru melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.
Banyak ayat dalam Firman Tuhan yang memberitahu kita bagaimana supaya kehidupan kita yang sementara bermanfaat. Sebab itu jadikanlah Firman Tuhan sebagai pedoman dalam hidup kita, bukan akal, kepintaran, harta atau jabatan kita. Jadilah pribadi yang taat dan setia melakukan Firman Tuhan. Keluaran 20 : 6 adalah jaminan Firman Tuhan bagi mereka yang melakukan serta menjadikan Firman Tuhan pedoman dalam hidupnya. Tuhan menunjukkan kasih setia bukan hanya kepada satu orang, tetapi semua orang yang berpegang pada FirmanNya. Yohanes 15 : 7, jelas berkata bahwa “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”. Banyak berkat yang diberikan Tuhan kepada kita, tetapi hal paling penting bahwa kita dan keluarga kita ada di dalam Tuhan, sebab itu syukurilah hidup apa yang ada dalam hidup kita. Kenapa ada kehancuran dalam keluarga? Karena Firman Allah tidak menjadikan pedoman dalam hidup keluarga tersebut.
Bagaimana agar kehidupan kita yang singkat dan sementara ini menjadi dasyat dan luar biasa?
Pertama : Filipi 4 : 4, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” Kita boleh saja menghadapi berbagai persoalan dalam hidup, tetapi biarlah kita tetap bersukacita dan mengucap syukur senantiasa atas segala peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, karena kita tahu bahwa segala sesuatu yang Tuhan kerjakan bagi kita akan mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Roma 8 : 28.
Kita selalu mengadakan ucapan syukur ketika sukses dalam usaha, kenaikan jabatan, dll. Tetapi, berapa banyak dari antara kita yang mengadakan ucapan syukur saat mengalami hal yang tidak menyenangkan seperti kecelakaan, kerugian dalam usaha dsb? Tetapi, Alkitab jelas mengajarkan kita untuk mengucap syukur senantiasa dalam segala hal, apakah itu baik atau tidak menurut kita. Kita akan menjadi seorang yang luar biasa di hidup yang sementara ini, jika kita selalu tersenyum dan bersukacita ketika masalah itu datang.
Kedua : Efesus 6 : 18, “. . . Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus”. Untuk menjaga hubungan kita dengan Tuhan, kita harus hidup di dalam doa. Baik itu dalam doa bersama di gereja ataupun dalam doa-doa pribadi kita. Tuhan memberikan waktu dalam hidup kita 1 hari ada 24 jam. Kita diajarkan untuk memberikan sepersepuluh dari apa yang Tuhan berikan termasuk waktu. Apakah kita sudah memberikan sepersepuluh dari waktu yang Tuhan berikan itu kepada Tuhan? Maleakhi 3 : 18, jelas bahwa akan ada perbedaan antara orang yang beribadah dan yang tidak.
Lukas 18 : 1, jelas bahwa Tuhan ingin agar kita berdoa dengan tidak jemu-jemu. Beberapa orang tidak mau datang berdoa dengan alasan tidak tahu berdoa. Alkitab jelas berkata bahwa Roh membantu kita untuk menyampaikan keluhan-keluhan kita yang tidak terucapkan (Roma 8 : 26). Saat kita berdoa, kita akan merasa hadirat Tuhan bekerja dan mujizat Allah terjadi. Namun demikian lakukanlah semuanya itu dengan Iman.
Mazmur 81 : 14 – 17, “Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan! Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku. Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya." Ketika kita melakukan Firman Tuhan maka kita akan menjadi pemenang bahkan lebih dari pada pemenang. A M I N
