Rahasia Kemenangan Daud

1 Samuel 30 : 1 – 20

Alkitab memberitahu bagaimana keadaan Daud dan pasukannya ketika tiba di Ziklag, mereka mendapati tempat itu sudah terbakar habis, istri dan anak-anak mereka telah ditawan gerombolan Amalek, serta semua harta benda mereka sudah dijarah. Betapa menderitanya Daud dan pasukannya menghadapi situasi seperti ini.

Daud mengalami penderitaan yang luar biasa, sebab jika hanya harta yang habis semua itu bisa dicari lagi, tetapi tidak dengan istri dan anak-anak mereka. Sebagai manusia, Daud pasti memiliki rasa kecewa, marah bahkan putus asa menghadapi kenyataan yang seperti ini. Situasi ini makin diperparah karena orang-orang yang bersama Daud berbalik ingin melemparinya dengan batu karena kemarahan dan emosi yang mereka alami.

Di tengah-tengah masalah, persoalan dan keadaan hati yang tidak tenang karena situasi yang ada, Daud melakukan beberapa hal yang akhirnya membuat dia melihat pertolongan dan pembelaan Tuhan sehingga ia akhirnya memperoleh kemenangan dengan menghancurkan gerombolan tersebut, merebut kembali harta serta istri dan anak-anak mereka. Langkah-langkah yang diambil Daud dalam menghadapi situasi demikian, merupakan pembelajaran bagi kita di tengah dunia yang tidak menentu ini. Tuhan mengijinkan Daud menghadapi masalah, tetapi mujisat juga Tuhan tunjukkan kepada daud dan orang-orangnya.

Beberapa hal yang dilakukan Daud sehingga ia beroleh kemenangan, juga menjadi jaminan bagi setiap anak Tuhan bahwa ia akan memperoleh kemenangan yang sama jika mau mempraktekkan apa yang Daud lakukan ini. Pembelaan dan pertolongan Tuhan akan kita alami sama seperti Daud.

Pertama, 1 Samuel 30:6, “… Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya”. Menghadapi kemarahan, kekecewaan dan emosi orang-orang yang bersam dengan dia, disaat yang sama Daud juga dalam keadaan kecewa serta frustasi karena anak istrinya juga ikut ditawan, Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan. Hatinya tetap percaya dan beriman kepada Tuhan, dia tetap meyakini kehebatan kuasa Tuhan serta menyadari bahwa tidak ada yang terjadi tanpa seijin Tuhan.

Mazmur 121:1-2, “… Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi”. Kalimat “Tuhan menjadikan langit dan bumi” diterjemahkan dengan Tuhan Maha Kuasa, Tuhan Maha Tahu, Tuhan Maha Besar dan Tuhan Maha Kasih. Ketika Daud tetap menaruh kepercayaan kepada Tuhan, hatinya dikuatkan sehingga semakin memiliki iman yang sungguh kepada Tuhan.

Menghadapi masalah ini, Daud tetap memegang keyakinan yang sungguh kepada Tuhan walaupun dia tidak mengetahui keberadaan anak dan istrinya. Daud tahu bahwa Tuhan mengetahui dimana mereka. Daud tidak punya kuasa untuk menolong mereka, tetapi Daud tahu bahwa Tuhan yang dia sembah memiliki kuasa dan kemampuan untuk menolong serta melepaskan anak dan istrinya. Ia mengasihi istri dan anaknya, tetapi dia tahu bahwa Tuhan jauh lebih mengasihi mereka.

Ibrani 11:6. Ada dua hal menyangkut iman disini, satu : barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada. Daud percaya Tuhan ada dan Tuhan pasti menolong mereka. Kedua : Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Daud menjadikan Tuhan sebagai tuan atas hidupnya bagaimanapun keadaan yang dia alami. Menaruh kepercayaan kepada Tuhan, serta tetap berserah kepadaNya walaupun dalam masalah adalah sesuatu yang sangat bagi setiap orang beriman.

Roma 1:17; Habakuk 2:4; Ibrani 10:38, “Orang benar akan hidup oleh iman”. Tanpa kita menaruh iman yang sungguh kepada Tuhan, kita akan sulit untuk meraih sebuah kemenangan sekalipun masalah yang kita hadapi kecil. Tetapi walaupun kita menghadapi persoalan yang besar, jika kita beriman dan terus menaruh percaya kepada Tuhan serta mempercayakan semuanya kepada Dia, maka disana kita akan melihat sebuah kemenangan. Inilah yang Tuhan janjikan jika kita beriman kepadaNya.

Mujizat itu akan nyata ketika hati kita penuh dengan iman, kita terus melangkah dalam iman dan menaruh percaya kepada Tuhan bahwa Dia maha kuasa. “Daud tetap menaruh percaya dan beriman kepada Tuhan”, terjemahan lain “hatinya penuh iman dan dia tetap mengandalkan Tuhan”. Yeremia 17 : 7, “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”

Dengan mengandalkan Tuhan dan mempercayakan hidup kita kepada Dia, maka tidak ada masalah yang besar sekalipun yang tidak bisa kita hadapi. Bersama Tuhan kita pasti memperoleh kemenangan. Daud mengalami mujisat dan pertolongan dari Tuhan, karena Tuhan melihat iman di dalam kehidupan Daud. Setiap orang punya hak yang sama di hadapan Tuhan, tetapi yang membedakan apakah hati kita memiliki iman yang sungguh.

Daud menguatkan hatinya kepada Tuhan dengan tetap beriman walau dalam masalah sehingga dia akhirnya beroleh kemenangan. Sebab itu tetaplah miliki hati yang beriman kepada Tuhan dengan selalu mendengarkan Firman. Roma 10:17, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus”. Jangan hanya meminta Tuhan menambah berkat/harta kita, tetapi seperti murid-muridNya, mintalah agar Tuhan menambah iman kita.

Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Apa yang Tuhan tambahkan hanyalah bonus ketika kita mengutamakan kerajaan Allah atau menomor satukan Tuhan dalam hidup kita. Tidak salah kita mencari uang siang dan malam, tetapi jangan sampai kita melupakan Tuhan dan jam-jam untuk kita beribadah dan berdoa kepada Tuhan. Mujisat pasti terjadi dalam hidup orang yang beriman, sebab pertolongan itu pasti datang tepat pada waktunya, karena Tuhan tidak pernah terlambat dan Dia tidak mungkin gagal.

Kedua : 1 Samuel 30:8, “Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, …”. Sesudah Daud menguatkan imannya kepada Tuhan, dia datang berdoa dan bertanya kepada Tuhan sehingga Tuhan segera menjawab doanya. Doa orang yang beriman akan selalu didengar dan dijawab oleh Tuhan (Yeremia 33:3; Mazmur 91:15; Mazmur 50:15). Doa memiliki kuasa (Yakobus 5 : 16b). Orang yang berdoa belum tentu dia beriman, tetapi orang yang beriman dia pasti berdoa. Banyak orang kristen tidak melihat mujizat, karena mereka bukannya bertanya kepada Tuhan, malah bertanya kepada orang pintar/dukun.

1 Samuel 30:7. Sebelum datang kepada Tuhan, Daud tahu bahwa disitu ada seorang imam, dia datang dan berbicara dengan imam untuk mendapat jalan keluar. Siapa itu imam? Dalam pelayanan ada Bapak/Ibu gembala. Bertanya kepada setan akan membawa masalah besar, tetapi bertanya kepada Tuhan, hamba Tuhan akan mendatangkan solusi atas persoalan yang dihadapi.Memang ada salib ada tantangan ada masalah tetapi jika kita terus berdoa maka pertolongan Tuhan itu akan nyata.

Ketiga : 1 Samuel 30:11–20. Walau dalam persoalan, Daud tetap mempraktekkan kasih dalam hidupnya. Satu kesimpulan dari kata kasih yaitu murah hati. Meskipun budak ini adalah salah satu orang yang menghancurkan kota Ziklag, tetapi ketika dia jatuh sakit dan ditinggal di jalan Daud dan pasukannya tidak membunuhnya tetapi mereka justru merawat dia. Akhirnya, budak inilah yang menunjukkan jalan menuju untuk sampai kepada istri dan anak-anak sehingga Daud berhasil melepaskan istri, anak-anak mereka.

Tiga hal yang Daud lakukan ini (hidup dalam iman, bertanya pada Tuhan dan hidup dalam kasih) membuat Daud menikmati pertolongan dan pembelaan Tuhan. Bagaimana dengan kita? Amin

Doa dan iman akan membuat kita melihat mujizat Tuhan dalam hidup ini

Markus 10 : 46 52

Alkitab menjelaskan bahwa Tuhan menaruh perhatian kepada orang-orang beriman dan orang-orang yang berdoa, karena iman dan doa adalah prinsip bagi seseorang yang ingin menikmati pertolongan Tuhan. Alkitab memberi contoh kehidupan orang-orang yang luar biasa karena mereka memiliki iman yang sungguh kepada Tuhan, seperti Abraham, Elia dan sebagainya. Doa dan iman akan membuat kita melihat mujisat Tuhan dalam hidup ini.

Tantangan dan masalah akan selalu ada selama kita ada di bumi ini. Tetapi, jika kita melangkah dengan iman kepada Tuhan, maka Dia akan menjadi pembela dalam hidup kita. Dengan iman dan doa yang sungguh kepada Tuhan, kita akan menikmati penyertaan dan pembelaan Tuhan bagi kita. Iman harus disertai hikmat, sebab kita tidak bisa melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan apakah itu sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak.

Markus 10 : 46 52, Bartimeus menikmati kuasa Tuhan bekerja dalam hidupnya karena iman yang dimilikinya. Tuhan melihat, menilai dan memuji iman Bartimeus, sebab dari iman inilah Bartimeus dapat melihat. Bartimeus percaya bahwa Tuhan itu ada, serta penuh dengan belas kasihan. Dia percaya bahwa kalau dia sungguh-sungguh berteriak minta tolong kepada Tuhan, maka Tuhan pasti menolong dia.

Ibrani 11 : 6, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia”. Ini harus menjadi pengalaman setiap orang yang percaya kepada Tuhan, karena kita membutuhkan iman selama kita ada di dunia ini.

Orang benar akan hidup oleh iman (Galatia 3 : 11; Roma 1 : 17). Jadi, iman adalah prinsip dalam hidup orang percaya. itulah sebabnya Alkitab mengajarkan kita untuk melakukan segala sesuatu berdasarkan iman. Semua yang kita lakukan haruslah disertai iman.

Abraham disebut bapa orang beriman karena Tuhan melihat dan menilai kesungguhan iman yang dimiliki Abraham sehingga dia layak disebut bapa orang percaya. Iman Abraham terbukti ketika Tuhan meminta dia untuk meninggalkan Ur-Kasdim, dia tidak ragu melakukannya. Bahkan ketika Tuhan meminta Abraham untuk mengorbankan anaknya, Abraham tidak segan-segan untuk mengorbankannya walaupun itu merupakan anak perjanjian yang Tuhan berikan di usianya yang sudah lanjut.

Kejadian 6 : 7 9, Nuh mendapat kasih karunia karena Tuhan menilai Nuh memiliki iman yang sungguh. Saat Tuhan menyuruh Nuh membuat bahtera, dia melakukannya walaupun orang-orang mengejek dia, bahkan mengatakan Nuh sudah gila karena membuat bahtera di atas gunung. Tetapi, iman Nuh membuat dia menyelesaikan bahtera itu karena dia percaya bahwa apa yang Tuhan katakan pasti digenapi. Tuhan menilai hal ini, sehingga Nuh dan keluarganya selamat ketika air bah datang.

Iman adalah sesuatu yang kita perlukan jika untuk meraih keberhasilan. 1 Yohanes 3 : 4 5, iman mengalahkan dunia. Ketakutan, kebingungan, kekuatiran serta semua hal-hal yang membuat kita tertekan bahkan ingin membuat kita jatuh selama kita ada di dunia ini akan dapat kita kalahkan jika kita memiliki iman kepada Tuhan Yesus. Sebagai orang percaya yang bekerja, semua akan kita lakukan sebaik-baiknya karena kita memiliki iman kepada Tuhan. Iman ini yang akan memimpin, menuntun dan menyertai kita untuk kita meraih kemenangan.

Roma 8 : 31 40, berbicara tentang keyakinan iman. Ayat 37, “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita”. Jika kita berjalan dalam iman dan mempercayakan hidupnya kepada Yesus maka akan ada jaminan dari Tuhan bagi kita. Kita akan disertai dan dibela Tuhan, jika kita hidup dalam prinsip iman. Pengalaman dari tokoh-tokoh iman dalam Alkitab, akan juga menjadi pengalaman setiap anak Tuhan yang hidup dalam iman yang sungguh kepada Tuhan serta tetap berpegang pada janji-janji Tuhan.

Imam Bartimeus membuat kuasa Tuhan terjadi dalam dirinya, sehingga dia dapat melihat. Jika kita memiliki iman yang sungguh kepada Tuhan, maka kita akan melihat keselamatan dan kemenangan dalam perjalanan hidup kita. Lakukanlah semuanya dengan iman, sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Markus 16 : 17 18, hal-hal ini akan menyertai hidup setiap orang yang beriman sungguh kepada Tuhan. Firman dan iman akan menghasilkan mujisat. Sebab itu, kita perlu selalu mempraktekkan iman dalam hidup ini. Jangan menjadi orang kristen yang biasa-biasa, tetapi jadilah orang kristen yang memiliki iman yang sungguh kepada Tuhan.

Bartimeus orang kecil, tetapi Tuhan melihat serta memuji imannya. Iman kepada Yesus akan memberikan solusi terhadap setiap persoalan yang kita hadapi. Beberapa hal dalam diri Bartimeus yang membuat dia menikmati mujisat Tuhan dalam hidupnya : Markus 10 : 47, “…ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku”! Pertama, Iman Bartimeus membuat dia berseru ke alamat yang benar yaitu kepada Tuhan.

Markus 10 : 48, “Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku”! Kedua, Iman Bartimeus membuat dia tetap berseru kepada Tuhan walaupun ada orang-orang yang melarangnya. Semakin dia dilarang, semakin keras dia berteriak memanggil nama Yesus. Ketika masalah datang, teruslah berdoa sampai akhirnya kita mendapatkan perhatian dari Tuhan. Bartimeus terus berdoa walaupun dilarang. Iman bartimeus tidak mengenal putus asa, dia terus berdoa.

Ketiga, Iman Bartimeus membuat dia tetap sabar. Bartimeus bisa saja marah ketika orang melarang dia berseru kepada Tuhan, tetapi dia tidak memperdulikannya, dia terus berseru kepada Tuhan, karena dia memfokuskan hidupnya kepada Yesus. Dia tidak perduli apa kata orang karena dia tahu bahwa hanya Tuhan yang bisa menolong hidupnya.

Masalah apapun yang kita hadapi, bahkan jika ada ucapan orang yang seolah-olah mau membuat kita lemah, biarlah kita tetap sabar dan hanya memfokuskan hidup kita kepada Yesus, karena Dialah satu-satunya yang dapat menolong serta memberi jaminan dalam hidup kita. Berserulah kepada Tuhan, karena Dia selalu mendengar dan menjawab seruan kita. Orang yang punya iman, tidak gampang menyerah dan putus asa. Dia berani menghadapi tantangan, karena dia percaya bahwa Tuhan membela dan menyertai.

Daniel 3 : 16 18, “…tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, …”. Artinya ditolong atau tidak ditolong, mereka tetap beriman kepada Tuhan. Tuhan tolong atau belum, kita harus tetap setia beribadah dan berdoa. Jangan kecewa karena Tuhan tidak pernah terlambat untuk menolong dan tidak mungkin Tuhan tidak tolong.

Sabar dan jangan putus asa, maka Tuhan pasti tolong. Orang yang beriman kepada Tuhan, tidak putus asa, tetap mempercayakan hidupnya kepada Tuhan boleh mengalami masalah tetapi dia tetap percaya bahwa dibalik masalah itu ada berkat yang Tuhan siapkan. Apapun masalah kita, tetaplah beriman kepada Tuhan, karena iman kita kepada Tuhan akan menolong kita dalam situasi apapun.

Iman kita kepada Yesus, akan membuat Tuhan melakukan pembelaan dan menyatakan kuasanya atas kita, serta mujizatnya terjadi dalam hidup kita. Teruslah beriman, sebab bagi tuhan tidak ada yang mustahil. Amin