Roma 8 : 28
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.
“Allah turut bekerja …” artinya bahwa Allah bersifat pro aktif untuk kebaikan kita. Paulus baru menyadari hal ini diusia tuanya, bahwa Allah turut berkarya dalam pribadinya. Hal ini Nampak dari hidup Paulus sebelumnya sebagai penganiaya jemaat Tuhan. Itu sebabnya Paulus menekankan agar kita mengetahui bahwa Allah turut bekerja dalam segala kemungkinan yang ada dalam hidup kita. Jika sekarang kita sedang berada dalam keadaan susah, sakit maka kita harus tahu bahwa disaat seperti inipun Allah bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Yeremia 29 : 11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, . . . untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”. Janji Tuhan ini berlaku bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus. Jika saat ini kita mulai kehilangan harapan-harapan dalam hidup ini, maka ayat ini memberi motivasi agar kita mengharapkan hal yang lebih baik dalam hidup kita. Sebab itu janganlah kuatir akan hidup ini, sebab Allah telah mengatur segalanya dari awal sampai akhir.
Allah bekerja untuk medatangkan kebaikan-kebaikan, sebab tidak ada hal yang jelek di dalam Tuhan. Ada 7 Realitas dari kebaikan Allah bagi kita dari awal sampai akhir, baik yang sudah kita jalani maupun yang akan kita jalani nanti.
-
Allah bekerja membentuk kita menjadi janin dalam kandungan ibu kita.
Yeremia 1 : 5, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, . . . Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa”. Tanpa Allah bekerja untuk membentuk kita di dalam rahim ibu kita, maka kita tidak mungkin ada di dunia ini.
Dalam Yesaya 66 : 9, Alkitab menjelaskan bahwa Allah berkuasa untuk membuka dan menutup kandungan. Itu sebabnya kita harus menyadari bahwa Allah bekerja bagi kita dari sejak kita masih janin. -
Allah bekerja untuk membesarkan dan mengasuh ketika kita masih anak-anak.
Yesaya 1 : 2 – 3, “. . . TUHAN berfirman: "Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku”. Ini adalah keluhan yang diucapkan Tuhan pada Nabi Yesaya mengenai Israel yang telah dibesarkanNya. Secara kasat mata, orang tualah yang memberi makan, tetapi secara fisik dan mental Allah yang memberi kita pertumbuhan. Sebab itu terimalah dengan ucapan syukur bagaimanapun keadaan kita, sebab kalau kita ada itu hanya karena kebaikan Tuhan. Bangsa Israel adalah bangsa yang suka memberontak terhadap Tuhan, sehingga Tuhan berkata bahwa lebih baik lembu dari pada mereka. Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak. Bagitu pula jika kita tidak mengenal siapa pemilik kita maka kita tidak lebih baik dari lembu. Kita diciptakan untuk Tuhan, bukan untuk siapa-siapa. -
Allah bekerja memberikan pertumbuhan sehingga kita menjadi dewasa.
Allah memberi kita pertumbuhan fisik, mental, hikmat, kekuatan dan kecerdasan sehingga agar kita dapat berkarya. Dari dalam kandungan Allah yang membentuk kita, setelah kita menjadi anak, Dia membesarkan dan member kita pertumbuhan yang baik sehingga kita menjadi dewasa. Sampai kita dewasa Allah tetap menjadi pembela kita. -
Allah bekerja memberikan kita keberhasilan.
Mazmur 1 : 3, “. . .; apa saja yang diperbuatnya berhasil”. Setelah dewasa kita berkarya dan Tuhanlah yang membuat kita berhasil. Sebab itu kita harus selalu mengingat bahwa keberhasilan kita yang sekarang ini karena campur tangan Allah. Karena itu Alkitab mengajar kita untuk memuliakan Tuhan dengan harta kita, sehingga lumbung kita diisi penuh oleh Tuhan (Amsal 3 : 9 – 10). Bahkan Nabi Maleakhi mengingatkan agar kita mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan, agar kita semakin diberkati Tuhan (Maleakhi 3 : 10). Itulah sebabnya apapun pekerjaan kita, biarlah hal itu kita lakukan untuk kemuliaan nama Tuhan, karena untuk itulah Ia membentuk kita. -
Allah tidak membiarkan kita sendirian saat kita tua.
Yesaya 46 : 3 – 4, “. . . sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. . . .”. Allah menopang kita sehingga disaat kita tuapun kita dimampukanNya untuk terus berjalan dalam rencana Allah. -
Ketika kita matipun Tuhan masih berbuat baik bagi kita.
Mazmur 116 : 15, “Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya”. Sampai di liang kuburpun Allah terus bekerja dan menjadikan kita berharga, bahkan Dia member kita penghargaan. Yakobus 1 : 12 berkata ada mahkota yang diberikan kepada kita. Bahkan Wahyu 14 : 13 memberitahu bahwa kita adalah orang yang berbahagia ketika kita meninggal di dalam Tuhan. - Allah memberikan kita tubuh kemuliaan, saat kedatanganNya. 1 Tesalonika 4 : 16 – 17.Orang yang percaya kepada Kristus akan lebih dahulu bangkit serta mendapatkan tubuh kemuliaan. Kesenangan dalam kehidupan setelah kita diubahkan melampaui segala kesenangan yang pernah kita rasakan selama di dunia, karena kita akan hidup bersama dengan Kristus. 1 Yohanes 3 : 2, kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Yesus.
Itulah sebabnya Paulus member nasehat agar kita mengetahui bahwa Allah bekerja bagi kita, agar kita menemukan kebaikan-kebaikan serta masa depan yang penuh harapan. Sebab itu mulailah untuk memuliakan Tuhan dalam hidup kita.
