Imani Janji Tuhan

Yeremia 29:11

“Yeremia” berarti “ditinggikan Yehowa”. Yeremia 29:11 merupakan peneguhan dari Tuhan kepada Nabi Yeremia karena banyaknya persoalan yang dia temui dalam pekerjaan Tuhan, padahal Alkitab mencatat bahwa Yeremia telah dipilih Tuhan sejak dalam kandungan untuk menjadi Hamba Tuhan (Yeremia 1:5). Yeremia selalu diperhadapkan dengan berbagai pergumulan, tantangan bahkan aniaya pada waktu itu. Setiap hari dia harus menangis di hadapan Tuhan, sehingga muncullah Kitab Ratapan. Apa yang Yeremia alami dalam perjalanan hidupnya membuat dia seolah-olah tidak memiliki masa depan yang penuh dengan harapan.

Ketika Yeremia melayani pada waktu itu, bangsa Israel ada dalam pembuangan di Babel. Sebagai tawanan, bangsa Israel selalu mendapat tekanan yang begitu kuat. Dalam diri Yeremia dan bangsa Israel seolah-olah mereka gagal, tidak ada sesuatu yang mereka bisa diharapkan Inilah yang dihadapi oleh Yeremia dan bangsa Israel, itu sebabnya Tuhan berkata kepada Yeremia bahwa yang ada dihatiKu mengenai kamu bukanlah rancangan kecelakaan, tetapi rancangan damai sejahtera dan memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Hal ini juga akan berlaku dalam kehidupan kita sebagai orang-orang percaya, walaupun mungkin kita diperhadapkan dengan kondisi dan situasi yang sulit, namun Tuhan mempunyai rancangan yang luar biasa dalam hidup kita.

Ayub 17:11, “Umurku telah lalu, telah gagal rencana-rencanaku, cita-citaku”. Hal ini disampaikan oleh Ayub yang diberkati Tuhan luar biasa dan menjadi orang kaya di Benua Timur, ketika Ayub mengalami pergumulan yang luar biasa, anak-anaknya meninggal semua, kambing dombanya habis bahkan dia menderita penyakit diseluruh tubuhnya yang sangat menyiksa dirinya. Tidak cukup sampai disitu, istrinya pun tidak mendukung dia dengan menyuruh ayub untuk mengutuki Tuhan. Lengkaplah sudah penderitaan Ayub sehingga cita-cita dan rencananya habis seketika.

Setiap kita menghadapi persoalan hidup yang berbeda, bahkan mungkin ada kegagalan yang kita hadapi. Berbicara kegagalan itu hal yang wajar sebagai manusia karena hanya Tuhan saja yang tidak pernah gagal. Seperti Ayub, ketika dia tetap bertahan walaupun dalam situasi yang sulit sekalipun, akhirnya Tuhan memulihkan hidupnya bahkan Alkitab mencatat bahwa semua yang dia miliki akhirnya menjadi berlipat ganda, maka kitapun akan menikmati hasil yang sama ketika kita tetap bertahan dalam Tuhan walau menghadapi keadaan yang sulit sekalipun..

Jika Tuhan menjanjikan kepada Yeremia masa depan yang penuh harapan dan bukan kecelakaan, kenapa Tuhan membawa mereka kepada pembuangan di Babel? Pertama, karena bangsa Israel menolak pemerintahan Theokrasi dimana Tuhan yang langsung memimpin bangsa ini. Sejak dari zaman bapa leluhur bangsa Israel, Tuhan yang menjadi pemimpin mereka. Tetapi, dalam 1 Samuel 8, bangsa ini datang kepada Samuel dan memintanya agar melantik seorang raja manusia bagi mereka, seperti di negeri-negeri sekitar mereka. Pada saat itu Samuel menangis dihadapan Tuhan, tetapi Tuhan berkata kepada Samuel jangan menangis sebab yang mereka tolak bukan kamu tetapi Aku, lakukanlah seperti yang mereka mau tetapi nanti raja merekalah yang akan membawa mereka kepada penderitaan.

Telah terbukti dalam perjalanan bangsa ini bahwa saat Tuhan memerintah, ketika mereka diperhadapkan dengan pergumulan, Tuhan yang langsung turun tangan membela bangsa ini sehingga mereka terkenal luar biasa. Tetapi, ketika mereka memilih seorang raja manusia menggantikan posisi Tuhan, maka yang terjadi adalah perjalanan bangsa ini awalnya kelihatan bagus sampai pada akhir pemerintahan Salomo, Israel terpecah menjadi dua bangsa, sampai pada akhirnya mereka harus dibawa kepembuangan.

Dalam perjalan hidup kita, jadikanlah Tuhan di atas segala-galanya. Apa yang kita miliki sekarang, baik kedudukan, kekayaan bahkan kemampuan adalah berkat Tuhan yang Dia percayakan dalam hidup kita. karena itu pastikan bahwa Tuhan selalu menjadi nomor satu dalam hidup kita. Biarkan Tuhan menjadi Raja atas hidup kita, maka kita akan melihat perjalanan hidup kita selalu diberkati Tuhan.

Dalam satu peristiwa, Yesus dan murid-muridNya diperhadapkan dengan angin ribut (Markus 4:35-40). Ayat 36 (Terj. Lama), “…murid-murid-Nya membawa Yesus seada-adanya ke dalam perahu, …”. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus tidaklah terlalu dibutuhkan dalam perjalanan ini, itu sebabnya Yesus tidur diburitan kapal. Ada alasan yang kuat mengapa murid-murid tidak melibatkan Yesus pada saat itu, secara manusia Yesus dididik dari orang tua yang adalah tukang kayu bukan nelayan, sedangkan murid-murid (Petrus, dkk) sudah berpengalaman di danau itu. Mereka menganggap bahwa mereka itu mampu. Ketika taufan mengamuk dengan hebat murid-murid ternyata tidak bisa berbuat apa-apa. Pada saat seperti ini barulah mereka datang kepada Yesus dan meminta pertolonganNya. Kitapun juga kadang seperti ini, ketika masih merasa kuat dan mampu kita melupakan Tuhan, tetapi ketika sudah tidak berdaya barulah berseru meminta tolong kepada Yesus. Libatkanlah Tuhan selalu dalam apapun yang kita lakukan, maka kita akan selalu melihat pertolongan Tuhan nyata dalam hidup ini.

Kedua, karena bangsa Israel tidak menjalankan sabat tanah, yakni enam tahun mereka boleh bekerja mengusahakan tanah yang ada, tetapi pada tahun ketujuh tanah yang ada harus diistirahatkan tidak boleh diapa-apakan. Tetapi, sejak Saul memerintah sampai kepada raja terakhir sebelum dibawa ke Babel, mereka tidak melakukan sabat tanah. Mereka terus mengusahakan tanah yang ada sampai tahun ketujuh. 490 tahun Israel tidak melakukan sabat tanah, sehingga mereka dibuang ke Babel selama 70 tahun. Benarlah apa yang dikatakan Alkitab, perhatikan kemurahan dan kekerasan hati Tuhan. Tidak selamanya Tuhan panjang sabar, ada saatnya Dia harus bertindak untuk membereskan penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh umat Tuhan. Allah menyiapkan banyak hari untuk kita melakukan segala kegiatan, tetapi ada hari minggu dimana kita harus beribadah dan memberikan yang terbaik buat Tuhan, ini kerinduan Tuhan dalam hidup kita.

1 Timotius 4:7-8, “…ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang”. Untuk hidup sekarang, Tuhan memberikan jaminan bahwa ada berkat-berkat yang Dia siapkan bagi kita selama kita hidup (Keluaran 23:25). Berkat yang akan datang, masa depan kita Tuhan akan jamin dan keberhasilan seutuhnya akan kita nikmati sampai tujuan akhir kita yaitu Sorga yang kekal.

Ketiga, ketika ada delegasi Babel berkunjung melihat segala kemegahan Israel, maka Hizkia memperlihatkan semua yang ada di istananya. Nabi Yesaya kemudian berkata bahwa apa yang Hizkia lakukan itu salah, karena semua yang dia perlihatkan itu pada satu waktu akan dibawa semua ke babel. Iblis seperti singa mengaum-aum, ia melihat keberadaan kita, ketika kita menjadi lemah dia akan menghancurkan hidup kita. Biarlah kita memiliki kekuatan dari Tuhan lewat Firman dan Roh Kudus yang akan selalu membentengi kehidupan kita sehingga iblis tidak bisa mempengaruhi hidup kita dan membuat kita hancur.

Dalam Yosua 1, ketika dia harus menggantikan posisi Musa sebagai pemimpin Israel, Yosua merasa kecut dan tawar hati bahkan merasa akan gagal, karena pemimpin sehebat Musa saja gagal masuk tanah Kanaan apalagi dirinya (Yosua 1:9). Namun, Tuhan memberi peneguhan yang luar biasa dalam Yosua 1:5 (Terj. lain), “… Aku tidak akan menggagalkan engkau”. Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita gagal jika kita ada bersama dengan Tuhan. Yang ada dihati Tuhan, dia tidak mau kita gagal. Tetapi Yosua 1:6-9, tiga kali Alkitab menulis “kuatkan dan teguhkan hatimu”, artinya kita harus memmpunyai sikap yang teguh dan beriman kepada Tuhan. Imani janji Tuhan ini, dan kita akan melihat kemenangan Tuhan siapkan dalam diri kita. AMIN