Tuhan Menetapkan Langkah – Langkah Orang

Mazmur 37:23 “ TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya “. Penulisan kitab Mazmur ini adalah suatu hal yang unik dalam perjanjian lama. Bukan hanya keindahan dari literaturnya, tetapi juga pesan-pesan Tuhan lewat pewahyuan yang dibuat begitu rupa dan bisa diwahyukan oleh penulisnya dengan bahasa-bahasa nyanyian. Walaupaun tidak tampak bagaimana lagu dari ayat-ayat ini, tetapi kita dapat melihat teks aslinya yaitu dari keindahan literaturnya. Ada kode-kode khusus dalam bahasa Ibrani yang hanya jadi milik dari kitab Mazmur dan tidak diulangi di kitab-kitab yang lain. Orang Ibrani menandakan kata itu dengan tanda ketip dan sere artinya yang menunjukan bahwa suatu pewahyuan itu diucapkan dengan nafas tertentu, yaitu dengan nafas panjang atau pendek dan harus diucapkan dengan kekuatan nada suara, hal ini terdapat hanya dalam kitab Mazmur saja. Mengapa demikian? Karena Mazmur itu sebetulnya adalah nafas. Maka kitab Mazmur dengan filosifinya ini sudah memberikan kita satu pengertian bahwa Allah itu selalu memberi Firman seperti nafas yang akan kita habiskan dalam jangka waktu tertentu.

Jika ada pesan-pesan dalam kitab Mazmur yang berhubungan dengan hukuman atau berkat, itu semua harus menjadi makanan bagi orang Ibrani dan bagi orang percaya, maka apa yang Tuhan Firmankan supaya benar-benar mendatangkan pengertian, bahwa Allah itu adalah Oknum yang dapat membuat sesuatu dengan perubahan-perubahan yang cepat sesuai dengan kehendakNYA. Meskipun ada bahasa teologia berkata bahwa Allah itu telah menyerahkan segala sesuatu terjadi sesuai dengan alur ciptaan-NYA sendiri, tetapi harus kita akui bahwa ada kehendak Allah yang sifatnya mendadak dan itu menunjukkan bahwa Allah yang dapat melakukannya. Jika Dia melakukanya dengan tiba-tiba, maka tidak ada orang yang dapat membantahnya sebab Dia adalah Allah penguasa yang memiliki semuanya bahkan bumi itu disebut dengan tumpuan khaki-NYA.

Ketika ditulis Mazmur 37:23 “ Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya”. Ini bukanlah suatu nyanyian yang sepele. Tema-tema ini sebetulnya di dalam kitab-kitab lain sudah dibahas bahkan sudah dibuktikan oleh beberapa tokoh-tokoh iman, kitab Mazmur ditulis lebih muda usianya dari tokoh-tokoh Alkitab yang kita kenal seperti Abraham, Yakub, Musa, Yosua dan Samuel. Jadi tema ini sebenarnya hanya sebagai ulangan atau pembahasan. Mazmur 37 ini sebenarnya adalah Mazmur yang dibagi menjadi lima bagian yang menunjukan bahwa Allah sedang menunjukan, mempersiapkan, merancangkan dan Allah menggenapkanya menjadi bagian kitab Mazmur.

Jika Allah berkata: ”bahwa Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-NYA”. Itu tentu ada sesuatu yang terjadi sebelumya, harus ada hal yang mendahuluinya dan memang ayat ini ditempatkan di belakang, jadi kita harus bisa melihat keseluruhan pasal ke 37 ini untuk menemukan apa sesungguhnya maksud Tuhan dengan berkata “ Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNYA”. Apa tujuan Allah melakukan ini, sementara di dalam kitab Kejadian sendiri apa yang Allah buat bagi manusia itu semuanya sudah final dan bahwa manusia itu dilengkapi dengan kemampuan-kemampuan untuk survive atau memilih, bahkan diberi hikmat untuk memperhitungkan konsekuensinya. Tetapi mengapa ayat ini memberikan kita satu tema seolah-olah ada yang kurang di dalam pekerjaan Allah itu, kita tahu bahwa Allah melakukan segala pekerjaan-NYA itu dengan sempurna tidak setengah-setengah. Mazmur 37:1-11 tema yang diangkat adalah: KEMARAHAN dan kata marah dalam teks ini tidak menunjukan kemarahan yang biasa. Apakah marah itu dilarang? Sehingga Alkitab perlu menuliskan dengan kata” jangan marah” sebab Yesus pun pernah marah dan ekspresi kemarahan yang ditunjukan Yesus itu boleh dikatakan merusak. Matius 21: 12-17, Yesus membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati, tetapi mengapa Yesus bisa melakukanya, dan seolah-olah kita memperbolehkan. Alkitab melarang kita jangan marah. Apakah marah itu tidak boleh atau berdosa? Yesus marah tidak ada kebencian di dalam diri-NYA justru kemarahan Yesus adalah kemarahan kasih sayang, sehingga jika Dia merusak sesuatu Dia tidak akan melukai hati orang. Dia mungkin kelihatan merusak, tetapi justru ke Mahakuasaan Allah dalam kemarahan Yesus itu menghadirkan pertobatan di dalam hati manusia. Kemarahan itu dapat menimbulkan dosa bagi manusia. Mulut kita bisa saja kelihatan berhenti marah, tetapi belum tentu hati kita bisa menerima.

Dalam bahasa Ibrani marah itu artinya: jangan mau dibakar api kecemburuan. Kecemburuaan itu tidak selamanya berpihak kepada hal yang negatif atau merencanakan hal-hal yang jahat, dan kecemburuan itu tidak harus menghadirkan satu perencanaan jahat untuk membalas, tetapi dalam kitab Ulangan 7 mengenai Allah yang cemburu. Allah yang cemburu dengan sungguh-sungguh cemburu, dengan cemburu yang takut kehilangan orang-orang yang dikasihi-NYA. Allah tidak rela kehilangan orang-orang yang sudah dibentuk-NYA sebagai maha karya indah-NYA,dan Allah tidak rela di mana manusia yang sudah diciptakan-NYA untuk menjadi kekaguman bagi diri-NYA sendiri itu harus dirampas oleh setan. Jadi kecemburuan itu berusaha untuk merebut manusia kembali ke pangkuan Tuhan. Allah adalah Allah yang cemburu dan api yang menghanguskan karena bagi Tuhan, prinsip-NYA lebih baik kehilangan kita sama sekali dari pada terebut oleh kuasa iblis. Jadi kecemburuan itu tidak selalu menuju yang negatif. Apakah kita bisa memisahkan faktor kebencian itu di dalam hidup kita? Di dalam perjanjian baru pemakaian yang sangat dikenal adalah dalam Yohanes 2: 17, ayat ini bukan Yesus yang mengatakannya, tetapi murid-murid yang memberi label ini kepada Yesus oleh karena reaksi kemarahan Yesus yang pertama.

Yesus marah ingin merebut kembali bait Allah itu dengan fungsinya dikembalikan bahwa Bait Allah itu bukan untuk tempat jual beli, tetapi untuk berdoa dan tidak boleh membawa kepentingan-kepentingan yang lain. Dan kata cinta untuk rumah-MU menghanguskan AKU ini adalah perkataan Daud, tetapi mengapa Firman yang Daud ucapkan itu dilabelkan kepada Yesus? Sebab apa yang diucapkan Daud itu ternyata adalah bahasa pewahyuan langsung yang Daud ucapkan ketika ia memuji Tuhan, dan Allah menaruh di mulutnya satu nyanyian yang baru itu sehingga muncullah perkataan ini. Yesus telah memperlihatkan satu reaksi untuk merebut kembali barang kesayangan-NYA itu pantas untuk dilabeli dengan kata cinta terhadap rumah-MU menghanguskan AKU, yang menyatakan bahwa Yesus sangat mencintai milik-NYA dan kecemburuan yang seperti inilah yang dinyatakan benar. Tuhan memberi kita jalan keluar agar jangan marah dan iri hati kepada orang fasik yang kelihatannya lebih diberkati dari hidup orang percaya Mazmur 37:3-7.

Kita harus bisa menyerahkan kebencian kita kepada Tuhan, sebab kebencian itulah yang menjadi penghalang kita untuk masuk dalam hadirat Tuhan dan kebencian itu adalah suatu penolakan. Mazmur 37: 12-20. Tuhan mempersiapkan orang percaya untuk memberikan pertolongan kepada mereka, dengan cara membuat suatu perbandingan terhadap hidup orang fasik. Dan tema dari ayat 12-20 adalah dalam ayat 13 “ Tuhan mentertawakan orang fasik itu, sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat “. Mazmur 37:22 “ Sesungguhnya, orang-orang yang di berkati-NYA akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-NYA akan dilenyapkan” Artinya : Tuhan akan membuat kita terhibur karena perbuatan orang fasik, karena kita akan diberkati lewat kekayaan mereka juga dan Allah akan membuat mereka benar-benar kehilangan sesuatu karena Allah telah mengirimkannya kepada orang percaya. Allah akan membuat hidup manusia berkemenangan dengan penggenapan janji-janji-NYA yang pasti. Janganlah pernah ragu akan kemahakuasaan Tuhan yang sanggup untuk menolong kita setiap saat. AMIN